• Tentang Kami
Thursday, May 14, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Sleman

Ribuan P3K Paruh Waktu di Sleman Terancam PHK, Dampak Pembatasan Anggaran Pusat

Pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat berpotensi berdampak besar terhadap kerja pemerintah daerah, utamanya juga ke para pegawai yang berstatus P3K paruh waktu

byredaksi
March 29, 2026
in Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ribuan P3K Paruh Waktu di Sleman Terancam PHK, Dampak Pembatasan Anggaran Pusat
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu di Kabupaten Sleman menghadapi potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) seiring tekanan pada anggaran daerah.

Kondisi tersebut dipicu kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen serta berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

BERITA MENARIK LAINNYA

Pemkab Sleman Genjot Pembangunan Jalan, Alokasikan Rp45,4 Miliar untuk 11 Ruas

7 Fakta Penemuan Belasan Bayi di Pakem Sleman: Bermula dari Slametan hingga Titipan Mahasiswi

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD), yang berdampak pada kapasitas fiskal daerah dalam membiayai kebutuhan pegawai.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sleman, Wildan Solichin, menyebut kemungkinan PHK memang terbuka, mengingat sumber pembiayaan gaji aparatur sangat bergantung pada Dana Alokasi Umum (DAU).

“Itu memang mungkin (PHK), karena sumber gaji di daerah mengandalkan DAU transfer ke daerah,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, penurunan DAU sebagai dana transfer utama dari pemerintah pusat akan memengaruhi arah kebijakan keuangan daerah. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya melindungi hak-hak pegawai.

“Karena DAU berkurang, tentu berpengaruh pada kebijakan keuangan. Namun, kami tetap berusaha mengamankan hak pegawai di semua level,” imbuhnya.

BKPP Sleman saat ini masih melakukan kajian untuk mencari langkah strategis dalam menjaga stabilitas fiskal, termasuk berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terkait penyesuaian belanja pegawai.

Di sisi lain, opsi pemotongan gaji dinilai tidak realistis karena belum pernah diterapkan sebelumnya.

Pemerintah daerah cenderung mencari alternatif lain untuk mempertahankan tenaga kerja, meskipun berdampak pada sektor pembangunan.

“Penurunan transfer pusat berimbas pada pembiayaan pemeliharaan gedung dan jalan, sehingga ada kemungkinan sejumlah program harus ditunda,” jelasnya.

Dampak kebijakan penurunan transfer dari pemerintah pusat juga merambah sektor lain, seperti pengadaan barang dan infrastruktur.

Pemerintah daerah mempertimbangkan penggunaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menutup kekurangan anggaran belanja pegawai apabila kondisi tersebut terus berlangsung.

Selain itu, rencana pengadaan kendaraan dinas juga akan terdampak. Namun, prioritas tetap diberikan pada kebutuhan mendesak, seperti perbaikan infrastruktur yang rusak.

“Pengadaan kendaraan dinas bukan prioritas. Tetapi jika ada jembatan yang ambrol, harus segera diperbaiki,” katanya.

Untuk rekrutmen pegawai ke depan, BKPP Sleman akan menerapkan skema zero growth, yakni menyesuaikan jumlah pegawai baru dengan jumlah pegawai yang pensiun setiap tahunnya.

“Minimal zero growth. Jika setiap tahun ada 500 pegawai pensiun, maka usulan tidak akan melebihi jumlah tersebut. Bahkan bisa sekitar 450, itu pun sudah skema aman,” ujarnya.

Menurutnya, skema itu lebih aman secara anggaran karena pegawai yang pensiun umumnya memiliki beban gaji lebih tinggi dibandingkan pegawai baru.

Sementara itu, ia memastikan kebijakan tersebut tidak akan berdampak pada pemotongan upah P3K paruh waktu.

Para P3K diminta tetap menunjukkan kinerja terbaik, mengingat perbedaan regulasi dengan aparatur sipil negara (ASN) lainnya.

“Jangan disamakan dengan PNS. Aturannya memang berbeda, jadi harus dipahami,” tegasnya.

Ia menambahkan, P3K paruh waktu bekerja melalui skema pengadaan barang dan jasa dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah, sehingga posisinya lebih rentan terhadap perubahan kebijakan anggaran.

Dengan kondisi tersebut, nasib P3K paruh waktu di Sleman masih berada dalam ketidakpastian di tengah tekanan fiskal yang terus berlangsung. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: anggaranp3k patuh waktupemangkasanPHKSlemanWildan Solichin

Related Posts

Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa serta jajaran DPUPKP meninjau kondisi jalan di wilayah Sleman

Pemkab Sleman Genjot Pembangunan Jalan, Alokasikan Rp45,4 Miliar untuk 11 Ruas

May 13, 2026
Ilustrasi penampungan bayi di kawasan Pakem

7 Fakta Penemuan Belasan Bayi di Pakem Sleman: Bermula dari Slametan hingga Titipan Mahasiswi

May 11, 2026
Ilustrasi sampah

Anggaran Pemda Cekak, Praktik Open Dumping Pengelolaan Sampah Sulit Distop

May 10, 2026
SMA Negeri 1 Godean masuk dalam deretan SMA Negeri terbaik di Kabupaten Sleman tahun 2026

10 SMA Negeri Terbaik di Kabupaten Sleman Versi TKAD 2026

May 10, 2026
Kebocoran Gas di Pabrik Es Kalasan Sleman Sebabkan Warga Alami Sesak Napas

Kebocoran Gas di Pabrik Es Kalasan Sleman Sebabkan Warga Alami Sesak Napas

May 9, 2026
Kondisi usai kecelakaan beruntun di Jalan Jogja-Solo, Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY, Kamis (7/5/2026). (Polresta Sleman).

Kecelakaan Beruntun Terjadi di Jalan Jogja-Solo, Libatkan Enam Kendaraan

May 7, 2026
Next Post
Wisatawan Mengaku Diusir Saat Liburan di Pantai Parangtritis, Dispar Bantul Beri Respon

Wisatawan Mengaku Diusir Saat Liburan di Pantai Parangtritis, Dispar Bantul Beri Respon

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.