YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sebuah rumah penitipan anak atau daycare di Jalan Pakel Baru Utara, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta digerebek jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta pada Jumat (24/4/2026) malam. Penggerebekkan itu dilakukan petugas karena diduga terjadi tindakan penganiayaan terhadap balita yang dititipkan di daycare tersebut. Kabar penggerebekkan dan dugaan penganiayaan anak itu pun viral di media sosial.
Pantauan Populi.id pada Sabtu (25/4/2026), garis polisi tampak terpasang di pagar bangunan rumah yang menjadi lokasi daycare bernama Little Aresha. Pagar dan pintu tempat penitipan anak itu dalam kondisi tertutup serta tidak terlihat aktivitas apapun.
Meski begitu, banyak warga maupun wali anak mendatangi tempat penitipan yang sedang hangat diperbincangkan tersebut. Beberapa orang tua bahkan mengaku baru mengetahui adanya perlakuan tak tak layak para pengasuh daycare kepada anak-anak yang dititipkan dari media sosial.
Salah satu orang tua yang menitipkan anak di daycare Little Aresha, Aldewa (30), mengetahui kabar penggerebekkan setelah membaca postingan-postingan di media sosial. Dia pun datang ke daycare untuk menanyakan kebenaran dari kabar tersebut.
“Kalau hari Sabtu kan biasanya buka, jadi saya ke sini mau tanyakan (informasi penggerebekkan yang mencuat di media sosial) ke miss-missnya (panggilan pengasuh daycare), ternyata sudah ditutup,” ujar Aldewa ditemui di lokasi, Sabtu (25/4/2026).
Dia mengungkapkan, sudah hampir setengah tahun menitipkam anaknya yang berusia 3 tahun di daycare tersebut. Selama waktu itu, Aldewa mengaku sempat menemukan luka lebam di lutut kanan putrinya. Namun, dia mengira luka itu muncul akibat anaknya terjatuh.
“Seminggu yang lalu ada lebam, saya pikir karena jatuh. Bayangan saya mungkin didorong temennya terus jatuh. Lebamnya di lutut kanan tapi sudah hilang. Ya mungkin karena anak saya masih 3 tahun, jadi belum bisa cerita,” katanya.
“Kadang kalau diberi bekal makan, terus ditanya ibunya bekalnya enak atau tidak. Jawabannya ‘Dimakan Miss’. Saya pikir mungkin anak kecil sedang bercanda. Kalau ditanya Miss-nya baik atau tidak, jawabannya sering molah-malih (ganti-ganti). Saya bingung mau gimana, mau lapor juga kurang bukti,” jelasnya.
Selain itu, Aldewo tak menampik anaknya sering menunjukkan tanda trauma. Terlebih saat pagi hari hendak diantar ke daycare, anaknya pasti selalu menangis.
“Saya perhatikan setiap berangkat sekolah selalu nangis. Tapi begitu sampai dan turun, karena biasanya disambut Miss-nya, anak saya langsung diam,” katanya.
Sementara itu, F (40), warga setempat, mengaku tidak ada hal mencurigakan dalam keseharian tempat penitipan anak tersebut. Dikatakan, setiap hari dia hanya melihat aktivitas penjemputan dan pengantaran anak saja.
“Sebenarnya normal-normal saja, tidak ada yang mencurigakan kalau dilihat dari luar. Ya saya kaget setelah tahu ada kejadian itu (dugaan penganiayaan anak),” ucapnya.
Bahkan, lanjutnya, terkadang anak-anak diajak berjemur secara bergiliran di halaman rumah F karena bersebelahan dengan lokasi daycare. Dia pun juga tak melihat ada hal mencurigakan, karena anak-anak main bersama pengasuhnya seperti biasa.
Walaupun begitu, F menyebut, setiap hari memang selalu terdengar suara anak-anak atau bayi menangis. Namun, dia menilai itu normal karena berpikir anak-anak tersebut sedang rewel.
“Tapi memang tertutup tempatnya,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












