• Tentang Kami
Friday, June 26, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Polisi Ungkap Bidan Penitip 11 Bayi di Pakem Sleman Tak Kantongi Izin Daycare

Polisi mengungkap bidan penitip 11 bayi di Pakem, Sleman memiliki izin praktik kebidanan tetapi tidak memiliki izin penitipan anak, sementara kasus tersebut menjadi evaluasi pengawasan daycare di Sleman.

byredaksi
May 11, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi penampungan bayi di kawasan Pakem

Ilustrasi penampungan bayi di kawasan Pakem, Sleman. [pexels/ Frans van Heerden ]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Polisi mengungkap bidan yang menerima penitipan 11 bayi di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman diketahui memiliki izin praktik kebidanan. Namun, yang bersangkutan belum memiliki izin resmi untuk membuka layanan penitipan anak.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kusdiyanto, mengatakan hal tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan rapat koordinasi bersama sejumlah stakeholder terkait, Senin (11/5/2026).

BERITA MENARIK LAINNYA

Kejari Sleman Resmi Laporkan Saksi Kasus Hibah Pariwisata 2020 soal Kesaksian Palsu, Polisi Lakukan Penyelidikan

Laka Beruntun di Jakal Sleman Libatkan Dua Motor dan Mobil, Satu Meninggal

“Hasil rapat koordinasi dengan stakeholder terkait kemarin, mengenai bidan itu memang memiliki izin praktik kebidanan. Tapi untuk penitipan anak belum ada izinnya,” katanya.

Menurut Wiwit, awalnya bidan tersebut hanya menerima satu bayi untuk dirawat sementara. Namun informasi itu kemudian menyebar dari mulut ke mulut hingga jumlah bayi yang dititipkan bertambah menjadi 11.

“Mungkin karena getok tular, yang lain jadi mengikuti sampai ada 11 bayi. Kami sudah melakukan upaya penyelamatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, praktik penitipan bayi tersebut telah berlangsung sekitar lima bulan. Sementara bidan yang bersangkutan baru tinggal sementara di wilayah Pakem selama kurang lebih satu bulan terakhir.

Wiwit menyebut sebagian orang tua bayi berasal dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta. Mayoritas bayi yang dititipkan diketahui lahir di luar pernikahan.

“Kalau warga dari orang tua itu ada yang dari Yogyakarta dan ada yang luar daerah. Sementara 11 anak ini kebanyakan lahir di luar nikah,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para orang tua mengaku berencana mengambil kembali anak-anak mereka di kemudian hari.

Polisi juga memastikan seluruh bayi dalam kondisi terbebas dari penyakit menular seperti HIV maupun hepatitis. Saat ini kepolisian telah mengantongi identitas seluruh orang tua dan bayi serta terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Kita akan coba perbaiki aturan dengan bekerja sama dengan pemerintah dan stakeholder lainnya,” ucap Wiwit.

Ia menegaskan keselamatan dan kesehatan bayi menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus tersebut.

“Kami mengedepankan keselamatan dan kesehatan bayi. Jangan sampai ada hal yang mengkhawatirkan dan mengganggu kesehatan serta pertumbuhannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut kasus penemuan 11 bayi di Pakem menjadi bahan evaluasi terhadap pengawasan layanan penitipan anak dan daycare di Sleman.

Menurutnya, tata kelola pengasuhan anak perlu diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga menyinggung kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik.

“Kami akan berupaya memperbaiki tata kelola pengasuhan. Daycare ini bukan dalam konteks pendidikan, sehingga pengawasannya memang harus diperhatikan,” kata Harda.

Pemkab Sleman juga memastikan perlindungan terhadap bayi-bayi tersebut. Harda menyebut sebagian orang tua bayi diketahui masih berstatus mahasiswa.

Selain itu, terdapat tiga bayi yang saat ini mengalami sakit dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sakit itu masih perlu dianalisis lebih lanjut, apakah memang ada bawaan sejak lahir atau faktor lainnya,” katanya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: bidanBupati Sleman Harda KiswayadaycareKasat Reskrim Polresta Slemanpakempenitipan anakPolresta Sleman

Related Posts

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro.

Kejari Sleman Resmi Laporkan Saksi Kasus Hibah Pariwisata 2020 soal Kesaksian Palsu, Polisi Lakukan Penyelidikan

June 25, 2026
Kecelakaan maut di Jalan Kaliurang Km 9, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman pada Rabu (24/6/2026) pagi.

Laka Beruntun di Jakal Sleman Libatkan Dua Motor dan Mobil, Satu Meninggal

June 25, 2026
Jumpa pers kasus pencurian ma el BTS di wilayah Berbah oleh Polresta Sleman, Kamis (11/6/2026)

Polresta Sleman Bekuk 2 Pencuri Spesialis Kabel BTS

June 11, 2026
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kecelakaan di Jalan Pakem-Kalasan, Padukuhan Tegalrejo, Umbulmartani, Kalasan, Sleman, Selasa (9/6/2026).

Dua Motor Bertabrakan di Kalasan Sleman, Satu Pengendara Tewas di Lokasi

June 9, 2026
Suasana rekontruksi kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta, Selasa (9/6/2026).

13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Jalani Rekonstruksi, Orang Tua Korban Tak Kuasa Menahan Emosi

June 9, 2026
Salah satu tersangka melakukan reka adegan dalam kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, Selasa (9/6/2026).

Polisi Reka Ulang 23 Adegan Kekerasan Daycare Little Aresha

June 9, 2026
Next Post
Pebalap Indonesia, Veda Ega Pratama, saat tampil di Moto3 Prancis.

5 Catatan Usai Veda Ega Pratama Finis Keempat di Moto3 Prancis 2026: Dapat Julukan Pesawat Boeing 954

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.