YOGYAKARTA, POPULI.ID – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY siap menyambut kunjungan wisatawan menjelang libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada akhir pekan ini.
Meski tidak ada persiapan khusus, namun PHRI DIY memastikan bahwa standar pelayanan dan hospitality tetap jadi prioritas utama bagi para pelancong yang datang ke Yogyakarta.
“Kami dari PHRI DIY selalu siap menerima wisatawan, baik saat momen long weekend (libur panjang) atau hari biasa. Memang tidak ada persiapan khusus untuk melayani tamu, tapi kami betul-betul memperhatikan tentang hospitality-nya itu baik,” ucap Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo, saat dihubungi Rabu (13/5/2026).
Dia mengungkapkan bahwa saat ini tingkat keterisian hunian kamar hotel di wilayah DIY sudah mulai merangkak naik untuk periode 14-17 Mei 2026 mendatang. Oleh karena itu, Deddy mengingatkan kepada para wisatawan yang berencana menginap di wilayah DIY untuk melakukan reservasi dari jauh hari.
“Saat ini angka reservasi dilaporkan sudah mencapai kisaran 40-60 persen dan diprediksi akan terus bertambah,” katanya.
Terkait proyeksi kunjungan, PHRI menargetkan rata-rata okupansi hotel di seluruh wilayah DIY pada momen libur panjang kali ini bisa mencapai angka 85 persen. Target tersebut berkaca performa libur panjang pada April 2026 lalu yang angka okupansi bisa menembus 90 persen. Meskipun secara durasi libur panjang lebih singkat ketimbang saat Idul Fitri yang hanya mencapai 65 persen tingkat okupansi.
Walaupun tingkat keterisian kamar hotel menunjukkan tren positif, namun Deddy menyebut ketersediaan kamar masih sangat mencukupi hingga saat ini. Meski demikian, wisatawan tetap diimbau untuk segera merencanakan perjalanan dan mengamankan akomodasi melalui jalur yang aman guna memastikan kenyamanan berlibur.
“Kalau sekarang kan banyak wisatawan yang datang langsung ke hotel (walking guest). Tapi resikonya kalau hotel yang dituju penuh, wisatawan terpaksa harus berputar-putar di jalan mencari penginapan. Namun malah menambah kepadatan lalu lintas jalan, jadi kami imbau untuk reservasi dulu,” paparnya.
Adapun ketika memesan kamar, Deddy menyarankan para wisatawan mengakses saluran resmi atau mengecek daftar kontak hotel lewat website resmi PHRI DIY. Wisatawan juga diminta melakukan konfirmasi ulang ke nomor resmi hotel sebelum melakukan transaksi pembayaran atau deposit.
Hal itu perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi menjadi korban penipuan. Mengingat, beberapa waktu terakhir marak terjadi modus penipuan reservasi hotel melalui platform digital, khususnya dari kontak yang tercantum di Google Maps.
Deddy menuturkan berdasarkan pengalaman libur panjang sebelumnya, banyak wisatawan yang menjadi korban penipuan setelah menghubungi nomor telepon yang tercantum di Google Maps. Mirisnya, ternyata nomor di Google Maps itu telah diretas dan diganti oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Di Google Maps banyak teman-teman (hotel) yang nomor reservasinya di-hack. Pengalaman kemarin, ada tamu yang sudah bayar deposit, ternyata yang menerima bukan pihak hotel tapi penipu. Itu menjadi pembelajaran bagi semua supaya tidak tertipu,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












