SLEMAN, POPULI.ID – Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri mengaku tersentuh ketika menonton film Pesta Babi yang belakangan ramai dibicarakan.
Putri dari Presiden Soekarno tersebut mengungkapkan hal tersebut ketika membahas mengenai konteks pembangunan nasional di dalam forum National Policy Dialogue bertajuk Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi, dan Geopolitik dalam Ekonomi Biru Indonesia di Balai Senat UGM, Jumat lalu.
“Saya kemarin menangis ketika melihat film Pesta Babi. Itu benar adanya. Sudah seberapa banyak hutan hanya dijadikan tanaman sawit, untuk apa? Di sana ada tradisi adat, ada hukum adat, ada hukum wilayah. Mereka minta dihargai, apakah salah?,” tegasnya sebagaimana dikutip dari laman UGM, Minggu (24/5/2026).
Dalam forum tersebut, Megawati mengkritik pendekatan ekstraktif dalam pengelolaan sumber daya alam yang dinilai telah mendorong kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan pertanian, hingga mengabaikan hak masyarakat adat.
Menurutnya, penting untuk memberikan penghormatan terhadap hukum adat dan hak masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya alam.
Lebih jauh, ia menilai, Indonesia sepatutnya membutuhkan haluan negara yang jelas agar pembangunan tidak berubah-ubah setiap pergantian kepemimpinan nasional.
Menurutnya konsep pembangunan semesta berencana perlu kembali dihidupkan untuk menjaga kesinambungan visi pembangunan bangsa.
“Kalau presidennya berganti, jangan sampai arah pembangunannya ikut berubah semua. Kita harus punya pola pembangunan jangka panjang untuk masa depan bangsa,” ujarnya.
Megawati mengingatkan bahwa konsep “Tanah Air” seharusnya menjadi dasar cara pandang bangsa Indonesia dalam melihat laut sebagai pemersatu wilayah dan sumber peradaban.
Ia juga menyinggung kembali gagasan geopolitik Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang menempatkan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia.
Megawati turut menekankan pentingnya Pancasila sebagai landasan pembangunan nasional.
Menurutnya, penguatan riset, inovasi, dan kedaulatan maritim harus tetap berpijak pada identitas bangsa serta semangat berdikari yang diwariskan para pendiri bangsa.
“Jangan lupakan sejarah bangsa sendiri. Pancasila itu nilai universal yang dihormati dunia internasional,” ujarnya.
Megawati menutup arahannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kepercayaan pada kekuatan sendiri dan mampu berdiri mandiri dalam mengelola sumber daya alam nasional.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain dalam mengelola kekayaan alam maupun menentukan arah pembangunan bangsa.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya kepada kekuatan bangsanya sendiri, laut harus kembali menjadi jalan kemajuan peradaban Indonesia,” tutup Megawati.












![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)