YOGYAKARTA, POPULI.ID – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum refleksi atas dasar negara yang menyatukan keberagaman suku dan budaya.
Bukan sekadar tanggal merah di kalender, tanggal tersebut menandai titik awal gagasan besar Presiden pertama Indonesia, Soekarno, dalam merumuskan fundamental bagi Indonesia merdeka.
Berawal dari Sidang BPUPKI
Sejarah mencatat bahwa rumusan awal Pancasila pertama kali dikemukakan oleh Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai pada 1 Juni 1945.
Sidang yang berlangsung di Gedung Chuo Sangi (kini Gedung Pancasila) tersebut memiliki agenda utama membahas dasar negara. Dalam pidatonya yang disampaikan secara berapi-api tanpa teks, Soekarno mengusulkan lima prinsip yang ia beri nama Pancasila.
Istilah Pancasila sendiri berasal dari bahasa Sanskerta, di mana “panca” berarti lima dan “sila” berarti sendi atau dasar. Menariknya, penamaan ini merupakan hasil diskusi Soekarno dengan seorang ahli bahasa.
Usulan awal Bung Karno meliputi Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan.
Inspirasi dari Pohon Sukun di Ende
Jauh sebelum sidang BPUPKI, benih-benih pemikiran Pancasila diyakini lahir dari masa pengasingan Soekarno di Ende, Flores, antara tahun 1934 hingga 1938. Di bawah sebuah pohon sukun bercabang lima yang menghadap ke laut, Bung Karno kerap duduk merenung memikirkan cara menyatukan bangsa yang majemuk. Lokasi tersebut kini dikenal sebagai Taman Renungan Bung Karno, dan pohon sukun tersebut dijuluki sebagai “Pohon Pancasila”.
Proses Pengesahan yang Alot
Meskipun lahir pada 1 Juni, Pancasila yang kita kenal saat ini melalui proses penyempurnaan yang panjang. BPUPKI kemudian membentuk Panitia Sembilan untuk merumuskan kembali gagasan Soekarno menjadi naskah yang lebih formal. Pancasila akhirnya resmi disahkan sebagai dasar negara oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan.
Perbedaan dengan Hari Kesaktian Pancasila
Seringkali masyarakat keliru membedakan antara Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila. Hari Lahir Pancasila (1 Juni) merujuk pada momen kelahiran ideologi tersebut, sedangkan Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober untuk mengenang perjuangan dalam mempertahankan ideologi Pancasila dari ancaman gerakan G30S pada tahun 1965. Pada era Orde Baru, perayaan 1 Juni sempat dilarang dan digantikan sepenuhnya oleh peringatan 1 Oktober.
Kembali Menjadi Hari Libur Nasional
Status 1 Juni sebagai hari besar nasional baru dipulihkan secara resmi di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus sebagai hari libur nasional yang mulai berlaku sejak tahun 2017.
Penetapan ini bertujuan agar masyarakat terus mengingat perjuangan para tokoh bangsa dalam merumuskan dasar negara dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Kini, setiap tahunnya pemerintah melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) merilis tema dan logo khusus untuk memperingati hari bersejarah ini agar tetap relevan bagi generasi muda.











![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)