• Tentang Kami
Wednesday, July 8, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Tren Pemain Diaspora Main di Super League, Indra Sjafri: Itu Pilihan Profesional

Terkait kebijakan naturalisasi, Indra Sjafri menilai langkah tersebut tidak perlu dipertentangkan selama dilakukan dalam koridor hukum yang berlaku.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
July 7, 2026
in headline, Liga, Sports
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mantan pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri

Mantan pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri. [Instagram/Indra Sjafri]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, menegaskan bahwa program naturalisasi pemain diaspora merupakan bentuk akselerasi prestasi yang sah bagi sepak bola Indonesia.

Di sisi lain, ia juga memberikan pandangan mengenai tren pemain diaspora yang kini banyak memilih berkarier di Liga Indonesia sebagai keputusan profesional demi kelangsungan karier dan menit bermain.

BERITA MENARIK LAINNYA

Mitchell Baker dan Luke Vickery Berpeluang Debut di Piala AFF 2026, Cuma Butuh Ini

Dua Penggawa Berpisah Jalan dengan PSS Sleman, Terima Kasih Irvan Mofu dan Iman

Terkait kebijakan naturalisasi, Indra Sjafri menilai langkah tersebut tidak perlu dipertentangkan selama dilakukan dalam koridor hukum yang berlaku. Ia memandangnya sebagai upaya mempercepat kualitas timnas agar bisa segera bersaing di level yang lebih tinggi.

“Bolehkah kita melakukan akselerasi? Boleh dong. Kalau secara hukum membolehkan, kenapa tidak?” ujar Indra dalam diskusi di kanal YouTube Bola Bung Binder, dikutip Selasa (7/7/2026).

Mengenai fenomena meningkatnya jumlah pemain diaspora yang memilih bermain di Liga Indonesia, Indra mengajak publik untuk melihatnya dari kacamata pemain sebagai profesional. Ia membantah narasi negatif yang menyebut kepulangan tersebut sebagai langkah yang menghancurkan karier. Menurutnya, pemain memiliki hak mutlak untuk menentukan masa depan yang terbaik bagi kehidupan mereka.

“Kalau saya pemain profesional, saya memilih mana yang terbaik untuk saya. Saya enggak memikirkan mana yang terbaik untuk federasi saya, karena itu yang paling pertama, saya yang akan hidup,” jelas pelatih asal Sumatra Barat tersebut.

Indra Sjafri juga menyinggung realitas persaingan di luar negeri. Ia menilai banyak pemain diaspora yang akhirnya memilih Indonesia karena kesulitan mendapatkan menit bermain di klub-klub Eropa. Baginya, kualitas adalah faktor penentu utama apakah seorang pemain bisa bertahan di kancah internasional atau tidak.

โ€œKita kan dulu berharap karena dia main dengan kualitas bagus dan dia berkompetisi di luar. Sekarang dia bermain di kompetisi kita yang notabenenya kata orang kompetisinya enggak bagus, mungkin itu yang menjadi polemik,โ€ tutur Indra.

Ia menjelaskan bahwa jika seorang pemain memiliki kualitas yang benar-benar menonjol, mereka pasti akan bertahan dan dicari di luar negeri, seperti yang terjadi pada pemain-pemain Maroko. Maka, kepulangan mereka ke Indonesia sering kali menjadi solusi logis ketika mereka tidak berhasil bersaing secara kualitas di level internasional.

“Kalau kualitas bagus pasti dicari orang dan pasti bertahan di sana,” tambahnya.

Meskipun demikian, Indra melihat sisi positif dari tren ini bagi kemajuan sepak bola tanah air. Kehadiran para pemain diaspora berkualitas diharapkan mampu mendongkrak level kompetisi Liga Indonesia agar setara dengan kualitas liga-liga di luar negeri.

Namun, ia memberikan catatan agar distribusi para pemain ini merata dan tidak menumpuk di klub-klub tertentu saja agar kualitas liga benar-benar terlihat.

โ€œMungkin intervensi dari federasi untuk bisa pemain-pemain ini jangan menumpuk (di satu klub) supaya kualitas juga kelihatan. Nah, ini apakah perlu ini dilakuin ya itu terserah nanti pemegang kebijakan,โ€ katanya.

Dari sudut pandang federasi dan sepak bola nasional, kehadiran pemain-pemain diaspora, termasuk pemain naturalisasi, diharapkan dapat mendongkrak kualitas kompetisi Liga Indonesia. Indra memberikan contoh bahwa pertandingan seperti Persib melawan Persija akan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan liga luar jika diperkuat oleh pemain-pemain berkualitas tersebut.

Tags: Indra SjafriLiga Indonesianaturalisasipemain diasporaSuper League

Related Posts

Luke Vickery saat masih membela Western United FC di A-League.

Mitchell Baker dan Luke Vickery Berpeluang Debut di Piala AFF 2026, Cuma Butuh Ini

July 3, 2026
Irvan Yunus Mofu berpisah jalan dengan PSS Sleman

Dua Penggawa Berpisah Jalan dengan PSS Sleman, Terima Kasih Irvan Mofu dan Iman

July 1, 2026
Pesepakbola Laurin Ulrich santer dikabarkan bakal masuk radar naturalisasi Timnas Indonesia

Siapa Laurin Ulrich? Talenta Muda Jerman Berdarah Surabaya yang Berpeluang Bela Timnas Indonesia

June 25, 2026
Kiper Persib Bandung Teja Paku Alam bukukan sejarah seusai Persib Bandung hattrick juara Super League

6 Fakta Menarik Persib Bandung Juara Super League: Rekor Bojan hingga Sejarah Unik I Made Wirawan

May 27, 2026
Bek Persib Bandung Federico Barba

Fokus Hadapi Persijap, Persib Bandung Tak Ingin Terlena Soal Juara Liga

May 22, 2026
Pelatih Persis Solo Milomir Seslija

Jelang Hadapi Laga Pamungkas Nan Krusial, Pelatih Persis Solo: Kami Tak Ingin Kalah

May 22, 2026
Next Post
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni

Eks Komisioner KPK Desak Menhut Raja Juli Antoni Diproses: Pengembalian Uang Tak Hapus Pidana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ยฉ2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ยฉ2025. populi.id - All Right Reserved.