YOGYAKARTA, POPULI.ID – Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, menggelar kegiatan Gebyar Peduli Disabilitas pada Kamis (9/4/2026). Acara yang digelar Forum Kemantren Inklusi (FKI) itu menjadi wadah bagi para penyandang disabilitas di Kemantren Jetis untuk unjuk bakat serta menjalin komunikasi.
Plh Mantri Pamong Praja Jetis, May Christianti, menjelaskan bahwa kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun itu lahir dari usulan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Lewat kegiatan itu pemerintah hadir memberikan ruang bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk mengekspresikan potensinya dan menghapus stigma dibedakan.
“Ini adalah bentuk negara hadir untuk saudara kita yang memang diberikan anugerah luar biasa. Sehingga kami patut mendampingi dan perhatikan agar menjadi komunitas yang tidak terpinggirkan serta tidak ada lagi stigma yang membedakan,” jelasnya.
Selain pentas bakat, gelaran tersebut juga dimeriahkan dengan pemberian bingkisan kepada 45 penyandang disabilitas, pemeriksaan kesehatan gratis, dan stand khusus UMKM dari penyandang disabilitas atau keluarga difabel.
Pihaknya juga menggandeng stakeholder lain semisal KPU Kota Yogyakarta untuk menyampaikan sosialisasi hak pilih kepada difabel, serta Disdukcapil Kota Yogyakarta untuk fasilitasi pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Dikatakan, ada sebanyak 60 penyandang disabilitas yang hadir dalam acara itu. Kendati demikian, secara total terdapat 330 orang difabel di Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta.
“Kami berharap saudara-saudara difabel bisa terus semangat dan tidak putus asa, karena kami ada mendukung mereka. Jadi tidak ada diskriminasi atau dibedakan, justru kami beri ruang untuk eksplor potensinya,” tutur May.
“Kami wajib memberikan ruang dengan mengusulkan di anggaran untuk memfasilitasi kegiatan bagi saudara difabel,” sambungnya.
Seorang warga Kemantren Jetis, Mulyanti (53), merasa senang hobi putranya yang mengalami disabilitas perkembangan bisa tersalurkan lewat gelaran itu. Dia juga mengapresiasi langkah Kemantren Jetis dalam memberi perhatian kepada para penyandang difabilitas di lingkungannya.
“Saya merasa senang hobi anak saya bisa tersalurka dan diperhatiakan. Biasanya, anak saya kalau di kalangan umum kan seperti tersisih, tapi di sini bisa tampil,” katanya.
Dia berharap gelaran serupa bisa terus diselenggarakan dan ditingkatkan lagi. Agar para penyandang disabilitas semakin merasa diperhatikan dan tidak ada lagi rasa tersisih. (populi.id/Dewi Rukmini)











