• Tentang Kami
Wednesday, August 5, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Orang Tua Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Temui LPSK, Minta Pendampingan dan Hak Restitusi

Mereka datang mengadu ke LPSK untuk meminta pendampingan psikologi hingga mengajukan permohonan restitusi atau ganti rugi kepada pihak pengelola daycare tersebut.

byredaksi
April 30, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sejumlah orang tua korban dugaan kekerasan anak Daycare Little Aresha Yogyakarta menemui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Perwakilan DIY untuk minta perlindungan hukum dan psikologis, pada Rabu (29/4/2026).

Sejumlah orang tua korban dugaan kekerasan anak Daycare Little Aresha Yogyakarta menemui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Perwakilan DIY untuk minta perlindungan hukum dan psikologis, pada Rabu (29/4/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sejumlah orang tua korban dugaan kekerasan anak Daycare Little Aresha Yogyakarta menemui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Perwakilan DIY pada Rabu (29/4/2026).

Mereka datang mengadu ke LPSK untuk meminta pendampingan psikologi hingga mengajukan permohonan restitusi atau ganti rugi kepada pihak pengelola daycare tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Update Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha: Dua Anak Ketua Yayasan Ikut Diperiksa

Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha, Dua Tak Ditahan

“Tujuan kami datang ke LPSK DIY untuk minta pendampingan psikologis dan permohonan hak restitusi,” ucap salah satu orang tua korban, Huri (32).

Dia memaparkan, restitusi diajukan bukan semata untuk memulihkan hak para korban anak. Namun, memiliki agenda besar untuk memberikan efek jera dengan memiskinkan pelaku lewat proses restitusi.

“Ya kalaupun nanti restitusi tidak dikabulkan atau setidaknya mereka tidak mampu membayar, maka bisa memperberat hukuman si pelaku. Jadi kami akan kejar sebisa mungkin proses hukum berjalan seadil-adilnya, semaksimal mungkin dengan potensi konsekuensi hukum yang bisa kami dorong untuk para tersangka,” tegasnya.

Huri menambahkan untuk sementara ada lima orang tua yang mengawali permohonan restitusi ke LPSK DIY. Kendati demikian, ia akan menyuarakan hal itu kepada orang tua korban lainnya melalui grup WA.

“Kami coba upayakan restitusi supaya tetap berjalan. Harapan kami, restitusi bisa dikabulkan di persidangan nanti,” ujar dia.

Lebih lanjut, Huri menyebut sampai saat ini ada sekitar 103 korban terdampak yang dititipkan di daycare tersebut. Walaupun begitu, ia berharap orang tua yang pernah menitipkan anak di Daycare Little Aresha bisa mengadu ke kepolisian atau melapor ke LPSK apabila menemukan kaitan dengan resiko kasus yang sedang berjalan.

“Kalau pendampingan psikologis tentu tidak terbatas, sampai benar-benar sembuh. Kami selaku orang tua juga butuh pendampingan psikologis. Jadi yang diajukan bukan hanya anak, tetapi orang tua juga dapat pendampingan psikologis,” imbuhnya.

Wakil Ketua LPSK Perwakilan DIY, Sri Suparyati, menjelaskan bahwa restitusi adalah ganti kerugian yang dibayarkan oleh si pelaku. Dikatakan, restitusi melekat di dalam hak korban yang diwakili oleh keluarganya.

“Tadi kami juga mengedukasi dan mensosialisasikan berkaitan restitusi itu kepada keluarga korban. Sehingga ke depan harus dikomunikasikan kepada pihak aparat penegak hukum berkaitan hak restitusi yang menjadi haknya keluarga korban,” jelasnya.

Sri menyampaikan bahwa beberapa keluarga korban menganggapi positif hal tersebut. Mereka juga berkeinginan supaya kasus yang mencuat di Daycare Little Aresha tidak terjadi lagi di masa depan.

“Karena yang mereka ketahui adalah tempat itu baik dan punya status kelembagaan yayasan yang menjanjikan, jadi keyakinan itu ada di keluarga. Tapi mereka tidak tahu ternyata ada hal-hal yang menyebabkan perubahan perilaku anak-anak. Ternyata itu adalah bagian dari perilaku atau treatment yang anak-anak dapatkan selama di daycare,” terangnya.

Selain restitusi, Sri menyampaikan bahwa orang tua dan korban anak juga harus mendapatkan pendampingan psikologis. Sebab, setelah kasus dugaan kekerasan itu mencuat, para orang tua mulai menggali dan mendengarkan cerita terkait tindakan kekerasan yang dialami anaknya selama berada di daycare tersebut. Hal itulah yang membuat orang tua mengalami kesulitan secara emosional.

“Sebenarnya psikolog perlu intervensi kepada Si anak dan orang tua. Maka kami sampaikan perlu ada konseling keluarga yang hadir untuk mengintervensi situasi tersebut,” tutur dia.

Menurutnya, intervensi konseling harus dilakukan secara intens. Sebab, ditemukan indikasi penurunan, perubahan perilaku anak, dan kemunduran pertumbuhan psikologis anak. Sri menyebut juga perlu intervensi kebutuhan gizi, mengingat ditemukan anak yang diduga mengalami stunting.

“Supaya perilaku yang mereka (anak-anak) peroleh hari ini, bisa berubah di kemudian hari. Termasuk harus ada intervensi gizi untuk pertumbuhan, karena beberapa korban diduga stunting. Proyeksi ahli gizi harus mendeteksi pemulihan, setidaknya pertumbuhan gizi bisa dikejar,” pungkas dia. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: daycare little AreshakekerasanLPSKRestitusiSri SuparyatiYogyakarta

Related Posts

Penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta sedang mengecek berkas perkara kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha, di ruangannya pada Selasa (28/7/2026).

Update Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha: Dua Anak Ketua Yayasan Ikut Diperiksa

July 31, 2026
Kanit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta, Iptu Apri Sawitri, saat ditemui pada Kamis (30/7/2026).

Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha, Dua Tak Ditahan

July 30, 2026
Penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta sedang mengecek berkas perkara kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha, di ruangannya pada Selasa (28/7/2026).

Polisi Tetapkan Lima Tersangka Baru Kasus Penganiayaan Anak Daycare Little Aresha

July 29, 2026
Pengolahan sampah perolisis memanfaatkan minyak jelantah di Bank Sampah Berlian, Tompeyan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).

Bank Sampah Berlian Kembangkan Inovasi Ubah Sampah Residu dan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar

July 27, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo.

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

July 27, 2026
Wamen UMKM, Helvi Moraza, saat menghadiri perjanjian kerja sama Kementerian UMKM dan Aprindo untuk menghapus biaya listing fee produk usaha mikro masuk ke ritel modern, di Teras Malioboro 1 Kota Yogyakarta, Jumat (17/7/2026) malam.

Dobrak Akses Pasar, Kementerian UMKM Bebaskan Listing Fee Ritel Modern untuk Usaha Mikro

July 19, 2026
Next Post
Wakil Ketua LPSK Perwakilan DIY, Sri Suparyati, mengatakan bahwa kasus dugaan kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta bukan sekadar pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak, pada Rabu (29/4/2026).

Sebut Ada Dugaan Malapraktik, LPSK DIY Dorong Keluarga Korban Daycare Little Aresha Lapor Polisi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.