• Tentang Kami
Thursday, April 30, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Orang Tua Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Temui LPSK, Minta Pendampingan dan Hak Restitusi

Mereka datang mengadu ke LPSK untuk meminta pendampingan psikologi hingga mengajukan permohonan restitusi atau ganti rugi kepada pihak pengelola daycare tersebut.

byredaksi
April 30, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sejumlah orang tua korban dugaan kekerasan anak Daycare Little Aresha Yogyakarta menemui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Perwakilan DIY untuk minta perlindungan hukum dan psikologis, pada Rabu (29/4/2026).

Sejumlah orang tua korban dugaan kekerasan anak Daycare Little Aresha Yogyakarta menemui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Perwakilan DIY untuk minta perlindungan hukum dan psikologis, pada Rabu (29/4/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sejumlah orang tua korban dugaan kekerasan anak Daycare Little Aresha Yogyakarta menemui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Perwakilan DIY pada Rabu (29/4/2026).

Mereka datang mengadu ke LPSK untuk meminta pendampingan psikologi hingga mengajukan permohonan restitusi atau ganti rugi kepada pihak pengelola daycare tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Sebut Ada Dugaan Malapraktik, LPSK DIY Dorong Keluarga Korban Daycare Little Aresha Lapor Polisi

Pemkot Yogyakarta Kawal Pendampingan Psikologis dan Tumbuh Kembang Korban Daycare Little Aresha

“Tujuan kami datang ke LPSK DIY untuk minta pendampingan psikologis dan permohonan hak restitusi,” ucap salah satu orang tua korban, Huri (32).

Dia memaparkan, restitusi diajukan bukan semata untuk memulihkan hak para korban anak. Namun, memiliki agenda besar untuk memberikan efek jera dengan memiskinkan pelaku lewat proses restitusi.

“Ya kalaupun nanti restitusi tidak dikabulkan atau setidaknya mereka tidak mampu membayar, maka bisa memperberat hukuman si pelaku. Jadi kami akan kejar sebisa mungkin proses hukum berjalan seadil-adilnya, semaksimal mungkin dengan potensi konsekuensi hukum yang bisa kami dorong untuk para tersangka,” tegasnya.

Huri menambahkan untuk sementara ada lima orang tua yang mengawali permohonan restitusi ke LPSK DIY. Kendati demikian, ia akan menyuarakan hal itu kepada orang tua korban lainnya melalui grup WA.

“Kami coba upayakan restitusi supaya tetap berjalan. Harapan kami, restitusi bisa dikabulkan di persidangan nanti,” ujar dia.

Lebih lanjut, Huri menyebut sampai saat ini ada sekitar 103 korban terdampak yang dititipkan di daycare tersebut. Walaupun begitu, ia berharap orang tua yang pernah menitipkan anak di Daycare Little Aresha bisa mengadu ke kepolisian atau melapor ke LPSK apabila menemukan kaitan dengan resiko kasus yang sedang berjalan.

“Kalau pendampingan psikologis tentu tidak terbatas, sampai benar-benar sembuh. Kami selaku orang tua juga butuh pendampingan psikologis. Jadi yang diajukan bukan hanya anak, tetapi orang tua juga dapat pendampingan psikologis,” imbuhnya.

Wakil Ketua LPSK Perwakilan DIY, Sri Suparyati, menjelaskan bahwa restitusi adalah ganti kerugian yang dibayarkan oleh si pelaku. Dikatakan, restitusi melekat di dalam hak korban yang diwakili oleh keluarganya.

“Tadi kami juga mengedukasi dan mensosialisasikan berkaitan restitusi itu kepada keluarga korban. Sehingga ke depan harus dikomunikasikan kepada pihak aparat penegak hukum berkaitan hak restitusi yang menjadi haknya keluarga korban,” jelasnya.

Sri menyampaikan bahwa beberapa keluarga korban menganggapi positif hal tersebut. Mereka juga berkeinginan supaya kasus yang mencuat di Daycare Little Aresha tidak terjadi lagi di masa depan.

“Karena yang mereka ketahui adalah tempat itu baik dan punya status kelembagaan yayasan yang menjanjikan, jadi keyakinan itu ada di keluarga. Tapi mereka tidak tahu ternyata ada hal-hal yang menyebabkan perubahan perilaku anak-anak. Ternyata itu adalah bagian dari perilaku atau treatment yang anak-anak dapatkan selama di daycare,” terangnya.

Selain restitusi, Sri menyampaikan bahwa orang tua dan korban anak juga harus mendapatkan pendampingan psikologis. Sebab, setelah kasus dugaan kekerasan itu mencuat, para orang tua mulai menggali dan mendengarkan cerita terkait tindakan kekerasan yang dialami anaknya selama berada di daycare tersebut. Hal itulah yang membuat orang tua mengalami kesulitan secara emosional.

“Sebenarnya psikolog perlu intervensi kepada Si anak dan orang tua. Maka kami sampaikan perlu ada konseling keluarga yang hadir untuk mengintervensi situasi tersebut,” tutur dia.

Menurutnya, intervensi konseling harus dilakukan secara intens. Sebab, ditemukan indikasi penurunan, perubahan perilaku anak, dan kemunduran pertumbuhan psikologis anak. Sri menyebut juga perlu intervensi kebutuhan gizi, mengingat ditemukan anak yang diduga mengalami stunting.

“Supaya perilaku yang mereka (anak-anak) peroleh hari ini, bisa berubah di kemudian hari. Termasuk harus ada intervensi gizi untuk pertumbuhan, karena beberapa korban diduga stunting. Proyeksi ahli gizi harus mendeteksi pemulihan, setidaknya pertumbuhan gizi bisa dikejar,” pungkas dia. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: daycare little AreshakekerasanLPSKRestitusiSri SuparyatiYogyakarta

Related Posts

Wakil Ketua LPSK Perwakilan DIY, Sri Suparyati, mengatakan bahwa kasus dugaan kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta bukan sekadar pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak, pada Rabu (29/4/2026).

Sebut Ada Dugaan Malapraktik, LPSK DIY Dorong Keluarga Korban Daycare Little Aresha Lapor Polisi

April 30, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Selasa (29/4/2026).

Pemkot Yogyakarta Kawal Pendampingan Psikologis dan Tumbuh Kembang Korban Daycare Little Aresha

April 29, 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Intruksikan Daycare Tidak Berizin Langsung Ditutup

April 29, 2026
Tembok bangunan Daycare Little Aresha yang digerebek polisi penuh coretan kata makian dari orang tak dikenal, pada Selasa (28/4/2026).

Imbas Tindak Kekerasan Anak Terungkap, Bangunan Daycare Little Aresha Penuh Coretan Makian

April 28, 2026
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan.

Kekerasan di Daycare Little Aresha Sudah Dilakukan Turun-Temurun

April 28, 2026
Kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek yang menghantam KRL di Stasiun Bekasi berdampak pada sejumlah perjalanan kereta api termasuk dari wilayah Daop 6 Yogyakarta, Selasa (28/4/2026)

Sejumlah Perjalanan KA Dibatalkan Imbas Laka Argo Bromo, Daop 6 Yogyakarta Minta Maaf

April 28, 2026
Next Post
Wakil Ketua LPSK Perwakilan DIY, Sri Suparyati, mengatakan bahwa kasus dugaan kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta bukan sekadar pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak, pada Rabu (29/4/2026).

Sebut Ada Dugaan Malapraktik, LPSK DIY Dorong Keluarga Korban Daycare Little Aresha Lapor Polisi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.