• Tentang Kami
Thursday, June 18, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Intruksikan Daycare Tidak Berizin Langsung Ditutup

Sri Sultan HB X meminta jajaran Bupati dan Walikota di DIY segera mendata daycare atau TPA yang sudah berizin. Supaya bisa segera dilakukan pengawasan dan penelitian

byredaksi
April 29, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 1 min read
A A
0
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. [Dok Pemda DIY]

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengintruksikan kepala daerah di wilayah DIY untuk melakukan penyisiran dan penutupan tempat penitipan anak (TPA) atau daycare yang tidak berizin.

Intruksi itu disampaikan Ngarsa Dalem kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi, dalam rapat tertutup di Kantor Gubernur DIY pada Selasa (28/4/2026).

BERITA MENARIK LAINNYA

Bersih-bersih Sampah Visual Dimulai, Wali Kota Yogyakarta Potong Kabel Fiber Optik di Jalan Kenari

Polisi Temukan Pencatutan Tanpa Izin Nama Dosen UGM dalam Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha

Erlina menyampaikan bahwa Sri Sultan HB X memberikan perhatian serius terhadap kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha Yogyakarta yang terungkap setelah digerebek polisi. Dikatakan, Sri Sultan HB X memberikan penegasan agar kasus tersebut menjadi yang pertama dan terakhir kali.

“Beliau memberikan arahan tidak boleh ada lagi kekerasan yang menimpa anak-anak, terutama di daycare maupun lembaga pendidikan lainnya atau bukan,” ungkapnya di Kepatihan, Selasa (28/4/2026).

Selain itu, lanjutnya, Ngarsa Dalem juga meminta penajaman terkait pencegahan kekerasan terhadap anak. Satu upaya yang menjadi fokus utama adalah segera melakukan pendataan daycare yang belum mengantongi izin.

Artinya, Sri Sultan HB X meminta jajaran Bupati dan Walikota di DIY segera mendata daycare atau TPA yang sudah berizin. Supaya bisa segera dilakukan pengawasan dan penelitian mendetail terkait pemenuhan hak serta perlindungan anak.

“Bapak Gubernur tadi mengarahkan, daycare yang sudah beroperasional tapi belum berizin untuk segera ditutup. Kemudian segera dilakukan pemanggilan untuk memproses perizinannya,” papar dia.

Erlina menuturkan, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan kabupaten dan kota se-DIY tercatat ada sebanyak 217 TPA yang sudah berizin. Meski begitu, Gubernur DIY mengintruksikan masing-masing kepala daerah tetap melakukan penyisiran di lapangan untuk mengetahui jumlah total daycare di wilayahnya.

“Kalau intruksi beliau tadi yang beroperasi tapi belum ada izinnya langsung ditutup. Untuk target penyisiran, tadi Pak Wali Kota Yogyakarta (Hasto Wardoyo) memberikan target 3 hari. Nah untuk kabupaten lain, kami segera mengadakan rapat koordinasi dengan DP3AP2KB kabupaten dan mengintruksikan pendataan yang sama,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: daycare tidak berizinErlina Hidayati Sumardihasto wardoyokekerasanrapat tertutupYogyakarta

Related Posts

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memotong kabel fiber optik yang semrawut di Jalan Kenari, Kota Yogyakarta, Senin (15/6/2026).

Bersih-bersih Sampah Visual Dimulai, Wali Kota Yogyakarta Potong Kabel Fiber Optik di Jalan Kenari

June 16, 2026
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian.

Polisi Temukan Pencatutan Tanpa Izin Nama Dosen UGM dalam Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha

June 11, 2026
Ilustrasi sekolah SD di Sleman

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

June 11, 2026
satu di antara sejumlah tersangka sedang memperagakan aksi mengikat anak yang dititipkan di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta, saat rekontruksi pada Selasa (10/6/2026).

Rekonstruksi Kekerasan Daycare Little Aresha: Terungkap Arahan Ikat Anak hingga 8 Jam

June 10, 2026
Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Next Post
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih

Imbas Laka KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, 1.246 Tiket Direfund di Stasiun Daop 6 Yogyakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.