SLEMAN, POPULI.ID – Penemuan 11 bayi di sebuah rumah di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman menjadi perhatian publik dan memunculkan sorotan terhadap sistem pengasuhan anak, khususnya layanan penitipan bayi dan daycare.
Bayi-bayi tersebut diketahui dititipkan oleh sejumlah orang tua kepada seorang bidan untuk dirawat sementara. Bidan itu sebelumnya diketahui praktik di wilayah Kapanewon Gamping.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama terkait tata kelola pengasuhan anak di Sleman.
Menurutnya, layanan daycare perlu memiliki sistem pengawasan yang jelas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia juga menyinggung kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, yang sebelumnya sempat mencuat.
“Kami akan berupaya memperbaiki tata kelola pengasuhan. Daycare ini bukan dalam konteks pendidikan, sehingga pengawasannya memang harus diperhatikan,” ujar Harda, Senin (11/5/2026).
Ia berharap kasus di Pakem dapat menyadarkan seluruh pihak mengenai pentingnya pengawasan terhadap tempat penitipan anak.
Selain itu, Pemkab Sleman juga memastikan perlindungan terhadap bayi-bayi tersebut, terlebih sebagian orang tua mereka diketahui masih berstatus mahasiswa.
Harda menyebut sebanyak tiga dari 11 bayi yang ditemukan saat ini mengalami sakit dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
“Sakit itu masih perlu dianalisis lebih lanjut, apakah memang ada bawaan sejak lahir atau faktor lainnya,” katanya.
Ia juga meminta media menyampaikan informasi secara utuh agar tidak memunculkan kesalahpahaman di masyarakat.
Sementara itu, Direktur RSUD Sleman, Wisnu Murti Yani, mengatakan pihaknya saat ini menangani tiga bayi sakit yang ditemukan di Pakem.
Menurutnya, ketiga bayi tersebut memang telah memiliki riwayat penyakit sejak lahir. Namun, kondisi pengasuhan yang kurang baik diduga memperburuk keadaan mereka.
“Ada penyakit bawaan yang memang sudah dimiliki bayi tersebut, tetapi kondisi pengasuhan kemungkinan memperparah sakitnya,” ujarnya. (populi.id/Hadid Pangestu)











