SLEMAN, POPULI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman meningkatkan anggaran Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) secara signifikan pada tahun 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp108 miliar untuk mendukung pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan.
Kepala DPUPKP Sleman, Sukarmin mengatakan kenaikan anggaran tersebut jauh lebih besar dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2024, anggaran dinas berada di kisaran Rp58 miliar, sedangkan pada 2025 sekitar Rp57 miliar.
“Pada 2026 total anggaran mencapai sekitar Rp108 miliar. Sebagian anggaran juga digunakan untuk mendukung pekerjaan pemeliharaan jalan, termasuk pengadaan alat pengolah aspal,” ujarnya.
Menurut Sukarmin, peningkatan anggaran itu menjadi bentuk keseriusan Pemkab Sleman dalam menjalankan visi Bupati Sleman bersama Wakil Bupati melalui program “Sleman Dalane Alus”.
Ia menilai kualitas jalan yang baik akan berdampak langsung terhadap kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
Pada 2025, anggaran pembangunan jalan hanya mencapai Rp19 miliar dan digunakan untuk penanganan lima ruas jalan. Sementara pembangunan jembatan memperoleh alokasi Rp4 miliar untuk empat jembatan serta 11 titik gorong-gorong.
Selain itu, pemeliharaan jalan berkala pada tahun tersebut hanya mampu menjangkau sepanjang 14,65 kilometer. Pemkab juga mengalokasikan Rp1 miliar untuk perbaikan dan pemeliharaan ringan 50 gorong-gorong.
Memasuki 2026, anggaran pembangunan jalan meningkat menjadi Rp45,4 miliar untuk 11 ruas jalan dengan total panjang sekitar 11,8 kilometer. Sedangkan penggantian jembatan dianggarkan Rp4,2 miliar untuk tiga jembatan.
“Kemudian ada lebih dari 14 titik gorong-gorong yang masuk penanganan pemeliharaan berkala,” katanya.
Sukarmin menambahkan, alokasi pemeliharaan berkala pada 2026 mencapai Rp26 miliar dan menjadi anggaran terbesar kedua setelah pembangunan jalan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Suparman menjelaskan panjang total ruas jalan yang dikelola Pemkab Sleman kini mencapai 733,7 kilometer yang tersebar di lebih dari 371 ruas jalan.
Panjang tersebut bertambah sekitar 34 kilometer dibandingkan sebelumnya yang tercatat 699,5 kilometer.
Berdasarkan data 2025, kondisi jalan di Sleman terdiri dari 209,04 kilometer berkondisi baik atau 28,49 persen, 289,09 kilometer kondisi sedang atau 39,51 persen, 221,76 kilometer rusak ringan atau 30,23 persen, serta 12,97 kilometer rusak berat atau 1,77 persen.
Suparman menyebut kerusakan berat mayoritas ditemukan di kawasan jalan tanah bekas jalur tambang di wilayah Minggir dan Cangkringan.
“Dulu jalan tersebut sudah beraspal, tetapi kini lapisan aspalnya hilang sehingga masuk kategori rusak berat,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kualitas layanan jalan, Pemkab Sleman menargetkan program “Zero Lubang” melalui pemeliharaan rutin sepanjang 460 kilometer jalan pada tahun ini.
Menurut Suparman, pemeliharaan rutin dilakukan sebagai langkah pencegahan sebelum kerusakan jalan menjadi lebih parah.
Ia juga menjelaskan bahwa jalan yang telah melewati masa layanan aspal selama 10 tahun membutuhkan penanganan berbeda, seperti rehabilitasi melalui overlay atau penambahan lapisan aspal serta peningkatan struktur dan pelebaran jalan guna menyesuaikan volume kendaraan.
“Jika usia layanan jalan sudah lebih dari 10 tahun, penanganannya tidak cukup hanya pemeliharaan biasa, tetapi juga perlu penguatan struktur dan pelebaran jalan,” katanya. (populi.id/Hadid Pangestu)












