• Tentang Kami
Thursday, May 21, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Sleman

Polsek Godean Ringkus Sejumlah Remaja Pelaku Penganiayaan di Sidoagung

Rusdiyanto menuturkan, insiden bermula ketika korban melintas di depan Rumah Makan Bale Roso dan berpapasan dengan rombongan pelaku.

byredaksi
May 6, 2026
in Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
jumpa pers kasus pembacokan di Jalan Godean diselenggarakan di Mapolresta Sleman, Rabu (6/5/2026).

jumpa pers kasus pembacokan di Jalan Godean diselenggarakan di Mapolresta Sleman, Rabu (6/5/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
53
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Aparat Polsek Godean menangkap sejumlah anak berhadapan hukum (ABH) dalam kasus kekerasan jalanan dan penganiayaan yang terjadi di Jalan Godean, Padukuhan Senuko, Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Sleman.

Para remaja yang mayoritas berstatus pelajar itu melakukan aksinya dengan menggunakan empat sepeda motor serta satu mobil pikap.

BERITA MENARIK LAINNYA

Polisi Ringkus 3 Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Pelajar di Kotabaru, Tiga Lainnya Masih Buron

7 Fakta di Balik Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

Kapolsek Godean AKP Rusdiyanto menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Dari total pelaku yang terlibat, polisi telah mengamankan empat orang pengendara motor berinisial ABP, AR, RSH, dan FA. Korban dalam peristiwa itu adalah dua mahasiswa asal luar daerah berinisial MIAV dan DH.

Rusdiyanto menuturkan, insiden bermula ketika korban melintas di depan Rumah Makan Bale Roso dan berpapasan dengan rombongan pelaku. Setelah sempat terjadi saling pandang, kelompok pelaku berbalik arah dan mengejar korban.

“Saat berada di simpang tiga Kantor Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta, dua sepeda motor yang ditumpangi para pelaku memutar balik sambil menyeret senjata tajam jenis celurit ke aspal hingga memercikkan api,” katanya saat jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (6/5/2026).

Setelah mendekat ke korban, salah satu korban berhasil melarikan diri ke tempat pemotongan ayam di sekitar lokasi. Namun korban DH yang masih berada di atas sepeda motor menjadi sasaran pembacokan.

Pelaku ABP membacok korban tiga kali hingga mengenai pergelangan tangan dan bahu kiri. Sementara FA turut menyerang menggunakan sabit atau cobek yang mengenai punggung korban serta merusak bodi sepeda motor.

Usai melakukan penyerangan, para pelaku kabur meninggalkan lokasi. Korban kemudian dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapat perawatan medis sebelum melapor ke polisi.

Kasubnit I VI (Opsnal) Satreskrim Polresta Sleman Ipda Yohanes Eko Sariyono mengatakan, pengungkapan kasus ini dilakukan melalui penelusuran rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa pelaku juga menggunakan mobil pikap yang kemudian menjadi petunjuk untuk mengidentifikasi pelaku lainnya.

“Mobil tersebut milik orang tua salah satu remaja yang ikut dalam aksi tersebut,” katanya.

Menurut polisi, kendaraan pikap dipakai karena tidak semua pelaku membawa sepeda motor. Sebelum beraksi, mereka terlebih dahulu berkumpul dan berkeliling bersama.

Total terdapat sembilan orang dalam rombongan pickup saat kejadian, termasuk sopir dan kernet mobil pikap.

Polisi menyebut para pelaku memang telah berniat mencari korban sebelum melakukan aksi kekerasan.

Kanit Reskrim Polsek Godean Iptu Soemantri menambahkan, sebagian besar pelaku yang menggunakan motor dan mobil pikap sebelumnya tidak saling mengenal karena berasal dari dua kelompok berbeda yang kemudian bergabung.

“Yang pakai pickup dan motor itu kebanyakan tidak saling kenal. Ada dua kelompok, yang di pickup saling kenal, lalu yang naik motor baru bergabung diajak muter-muter,” jelasnya.

Saat ini, satu pelaku berinisial AR masih dalam pengejaran dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO). Yang bersangkutan diketahui sudah tidak bersekolah dan tidak berada di rumah saat didatangi petugas. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: Ipda Yohanes Eko Sariyonokekerasan jalananPenganiayaanPolsek GodeanSidoagungSleman

Related Posts

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, saat ditemui Rabu (20/5/2026).

Polisi Ringkus 3 Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Pelajar di Kotabaru, Tiga Lainnya Masih Buron

May 21, 2026
Ilustrasi kekerasan seksual atau pelecehan seksual

7 Fakta di Balik Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

May 20, 2026
Petugas TPR Lama Parangtritis Diserang Pria Bercelurit

Petugas TPR Lama Parangtritis Diserang Pria Bercelurit

May 18, 2026
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati. (Instagram/Dinkes Sleman)

Dinkes Sleman Perkuat Deteksi Dini Hantavirus, Puskesmas Jadi Garda Terdepan Penanganan

May 18, 2026
Viral Wanita Curhat Jadi Tersangka Usai Laporkan Oknum Polisi, Ini Kata Polresta Sleman

Viral Wanita Curhat Jadi Tersangka Usai Laporkan Oknum Polisi, Ini Kata Polresta Sleman

May 17, 2026
polisi mengamankan lokasi kejadian ditemukanya pria bunuh diri di sebuah rumah di Margoagung, Seyegan, Sleman, DIY, Jumat (15/5/2026). (Polresta Sleman)

Pria di Seyegan Tewas dengan Luka Sayat pada Leher, Sempat Pamit Tak Kuat

May 15, 2026
Next Post
Pemerintah Kota Yogyakarta mengumpulkan para orang tua anak korban kekerasan Daycare Little Aresha untuk diberikan pendampingan hukum, Rabu (6/5/2026).

Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Hukum Dampingi Keluarga Korban Daycare Little Aresha Secara Gratis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Satu diantara SMA terbaik di Bantul yakni SMA N 1 Bantul

10 SMA Terbaik di Bantul, Rekomendasi bagi Pencari Sekolah

June 4, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.