SLEMAN, POPULI.ID – Aparat Polsek Godean menangkap sejumlah anak berhadapan hukum (ABH) dalam kasus kekerasan jalanan dan penganiayaan yang terjadi di Jalan Godean, Padukuhan Senuko, Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Sleman.
Para remaja yang mayoritas berstatus pelajar itu melakukan aksinya dengan menggunakan empat sepeda motor serta satu mobil pikap.
Kapolsek Godean AKP Rusdiyanto menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Dari total pelaku yang terlibat, polisi telah mengamankan empat orang pengendara motor berinisial ABP, AR, RSH, dan FA. Korban dalam peristiwa itu adalah dua mahasiswa asal luar daerah berinisial MIAV dan DH.
Rusdiyanto menuturkan, insiden bermula ketika korban melintas di depan Rumah Makan Bale Roso dan berpapasan dengan rombongan pelaku. Setelah sempat terjadi saling pandang, kelompok pelaku berbalik arah dan mengejar korban.
“Saat berada di simpang tiga Kantor Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta, dua sepeda motor yang ditumpangi para pelaku memutar balik sambil menyeret senjata tajam jenis celurit ke aspal hingga memercikkan api,” katanya saat jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (6/5/2026).
Setelah mendekat ke korban, salah satu korban berhasil melarikan diri ke tempat pemotongan ayam di sekitar lokasi. Namun korban DH yang masih berada di atas sepeda motor menjadi sasaran pembacokan.
Pelaku ABP membacok korban tiga kali hingga mengenai pergelangan tangan dan bahu kiri. Sementara FA turut menyerang menggunakan sabit atau cobek yang mengenai punggung korban serta merusak bodi sepeda motor.
Usai melakukan penyerangan, para pelaku kabur meninggalkan lokasi. Korban kemudian dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapat perawatan medis sebelum melapor ke polisi.
Kasubnit I VI (Opsnal) Satreskrim Polresta Sleman Ipda Yohanes Eko Sariyono mengatakan, pengungkapan kasus ini dilakukan melalui penelusuran rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa pelaku juga menggunakan mobil pikap yang kemudian menjadi petunjuk untuk mengidentifikasi pelaku lainnya.
“Mobil tersebut milik orang tua salah satu remaja yang ikut dalam aksi tersebut,” katanya.
Menurut polisi, kendaraan pikap dipakai karena tidak semua pelaku membawa sepeda motor. Sebelum beraksi, mereka terlebih dahulu berkumpul dan berkeliling bersama.
Total terdapat sembilan orang dalam rombongan pickup saat kejadian, termasuk sopir dan kernet mobil pikap.
Polisi menyebut para pelaku memang telah berniat mencari korban sebelum melakukan aksi kekerasan.
Kanit Reskrim Polsek Godean Iptu Soemantri menambahkan, sebagian besar pelaku yang menggunakan motor dan mobil pikap sebelumnya tidak saling mengenal karena berasal dari dua kelompok berbeda yang kemudian bergabung.
“Yang pakai pickup dan motor itu kebanyakan tidak saling kenal. Ada dua kelompok, yang di pickup saling kenal, lalu yang naik motor baru bergabung diajak muter-muter,” jelasnya.
Saat ini, satu pelaku berinisial AR masih dalam pengejaran dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO). Yang bersangkutan diketahui sudah tidak bersekolah dan tidak berada di rumah saat didatangi petugas. (populi.id/Hadid Pangestu)












