• Tentang Kami
Thursday, May 21, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Hasil Skrining Korban Daycare Little Aresha, Dinkes: 18 Anak Alami Masalah Gizi, Perkembangan 12 Anak Menyimpang

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menemukan belasan anak korban dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha mengalami masalah gizi dan gangguan tumbuh kembang sehingga membutuhkan pendampingan serta penanganan medis lanjutan.

byredaksi
May 20, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Yogyakarta, Aan Iswanti.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Yogyakarta, Aan Iswanti. [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BERITA MENARIK LAINNYA

KPAID Yogyakarta Tegaskan Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Langgar Hak Anak

Update Kasus Daycare Little Aresha, Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) merilis hasil skrining pertumbuhan dan perkembangan medis terbaru terhadap ratusan anak yang diduga menjadi korban kekerasan Daycare Little Aresha. Berdasarkan hasil pemeriksaan komprehensif, ditemukan belasan anak yang membutuhkan penanganan khusus terkait tumbuh kembangnya. 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Yogyakarta, Aan Iswanti, mengatakan pihaknya telah melakukan skrining pertumbuhan melalui pengukuran antropometri oleh tenaga nutrisionis (ahli gizi) kepada 149 anak. 

“Dari hasil tersebut ditemukan 18 anak yang mengalami masalah gizi pada tahapan berat badan kurang dan gizi kurang,” ungkapnya pada Selasa (19/5/2026). 

Meski begitu, Aan menjelaskan kondisi 18 anak itu tidak bisa disebut sebagai gizi buruk. Sebab, kondisi mereka masih berada di fase tahap awal dari kekurangan gizi pada anak balita. 

“Kalau dilihat secara fisik bahkan ada yang tidak tampak kurang gizi. Tetapi karena kami melaksanakan pengukuran tumbuh kembang berdasarkan standar antropometri, sehingga bisa diketahui beberapa anak berat badan dan gizinya kurang,” jelasnya.

Lantas, 18 anak tersebut dirujuk ke Puskesmas untuk dilakukan validasi status gizi oleh Tim Asuhan Gizi Puskesmas. Tercatat hingga kini ada sembilan anak yang sudah datang ke Puskesmas, sedangkan sembilan anak lainnya diperkirakan masih menyelesaikan tahapan psikologis. 

Di sisi lain, pihaknya juga telah melakukan skrining perkembangan berbasis pedoman Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SD IDTK) oleh psikolog klinis terhadap 153 anak. 

“Hasilnya, tercatat 12 anak mengalami penyimpangan perkembangan, 19 anak berada dalam kategori meragukan, dan 122 anak kondisi perkembangannya normal,” beber dia.

Aan menjelaskan, bentuk penyimpangan perkembangan yanh ditemukan pada anak-anak yang dititipkan di Daycare Little Aresha itu antara lain speech delay atau kondisi keterlambatan bicara. Selain itu juga ada anak yang menunjukkan gejala spektrum autis atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). 

“Jadi anaknya lebih hiperaktif dibanding teman sebayanya. Sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan. Jadi kami rujuk untuk mendapatkan penanganan diagnosa yang lebih baik, terutama untuk yang kategori meragukan,” paparnya. 

Dinkes Kota Yogyakarta memastikan akan terus memberikan pendampingan kepada para para korban anak agar memperoleh penenanganan optimal sesuai hasil klinis di fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Pihaknya juga menyiapkan rujukan untuk akses ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi, semisal rumah sakit. 

“Jadi Insya Allah kalau membutuhkan rujukan lebih tinggi seperti ke RS Kota Jogja atau RSUP dr Sardjito, sudah siap dilayani,” ucapnya. 

Oleh karena itu, Aan mengimbau para orang tua korban untuk terus memantau pertumbuhan dan perkembangan anak-anak serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Apabila, ditemukan tanda-tanda gangguan pertumbuhan maupun perkembangan anak yang nampak di kemudian hari, maka diminta segera mendatangi faskes terdekat. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: Aan Iswantidaycare little AreshaDinkes Kota Yogyakartaskriningtumbuh kembang anak

Related Posts

Ketua KPAID Yogyakarta, Silvy Dewajani, sebut kasus Daycare Little Aresha sebagai pelanggaran berat terhadap hak anak, Selasa (19/5/2026).

KPAID Yogyakarta Tegaskan Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Langgar Hak Anak

May 20, 2026
Update Kasus Daycare Little Aresha, Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Update Kasus Daycare Little Aresha, Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

May 19, 2026
Ilustrasi daycare

Mencuat Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Psikolog UGM: Alarm Serius bagi Keluarga dan Pemerintah

May 11, 2026
Suasana gelaran Psikoedukasi yang digelar Pemkot Yogyakarta untuk para orang tua korban daycare Little Aresha di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Minggu (10/5/2026).

Kuatkan Mental Orang Tua Korban Daycare Little Aresha, Pemkot Yogyakarta Beri Psikoedukasi

May 10, 2026
Para orang tua anak korban dugaan kekerasan Daycare Little Aresha menandatangani surat kuasa khusus untuk pendampingan hukum di Balaikota Yogyakarta, Rabu (6/5/2026).

UPT PPA Kota Yogyakarta Terima 180 Pengaduan Soal Dugaan Kekerasan Anak Daycare Little Aresha

May 6, 2026
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menyampaikan berdasarkan keterangan dari pengasuh, tindakan mereka diperintahkan secara lisan oleh Ketua Yayasan.

Polisi Dalami Peran Eks Residivis Korupsi hingga Dosen UGM di Kasus Daycare Little Aresha

May 1, 2026
Next Post
Para pemain Arsenal berfoto bersama usai memastikan diri sebagai juara English Premier League musim 2025/2026.

Deretan Fakta Menarik Arsenal Juara Premier League 2025/2026: Dari Dahaga 22 Tahun hingga Tembok David Raya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Satu diantara SMA terbaik di Bantul yakni SMA N 1 Bantul

10 SMA Terbaik di Bantul, Rekomendasi bagi Pencari Sekolah

June 4, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.