• Tentang Kami
Sunday, August 23, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Pakar Komunikasi UMY Nilai Intimidasi Pemutaran Film Pesta Babi Gejala Kemunduran Demokrasi

Fajar menilai film dokumenter menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan fakta sosial dan lingkungan yang sulit disensor sepenuhnya

byredaksi
May 21, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
poster film Pesta Babi: Kolonialisme di zaman kita yang belakangan menimbulkan polemik di tengah masyarakat

poster film Pesta Babi: Kolonialisme di zaman kita yang belakangan menimbulkan polemik di tengah masyarakat. [Dok Dandhy Laksono/Instagram]

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Polemik yang muncul setelah film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita ramai diperbincangkan publik dinilai menjadi refleksi kondisi demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia saat ini.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Fajar Junaedi, menilai polemik tersebut menunjukkan adanya penyempitan ruang kritik di ruang publik.

BERITA MENARIK LAINNYA

Fenomena Sekolah Minim Siswa, Pengamat UMY Soroti Perubahan Demografi

Akademisi UMY Ungkap Mengapa AI Bakal Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

Menurut Fajar, pembubaran sejumlah pemutaran film di berbagai daerah menjadi gejala kemunduran demokrasi (democratic backsliding). Ia menilai tindakan tersebut tidak dilakukan melalui pelarangan resmi secara terbuka, melainkan lewat intimidasi dan pembubaran paksa.

“Alih-alih membuka ruang diskusi, justru muncul upaya membungkam suara yang mengangkat persoalan eksploitasi tanah adat di Papua,” ujarnya.

Film Dokumenter Masih Miliki Kekuatan

Ia menjelaskan bahwa semakin besar upaya pembatasan terhadap film tersebut, semakin tinggi pula rasa ingin tahu publik. Fenomena ini, menurutnya, menunjukkan bahwa film dokumenter masih memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu sosial dan politik.

Fajar menilai film dokumenter memiliki posisi penting sebagai medium kritik terhadap kekuasaan. Menurutnya, karya audiovisual mampu menghadirkan perspektif alternatif di tengah dominasi narasi pembangunan yang dibangun negara maupun kelompok elite.

“Film dokumenter menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan fakta sosial dan lingkungan yang sulit disensor sepenuhnya,” katanya.

Kebebasan Berekspresi adalah Hak Warga Negara

Dalam konteks demokrasi, ia menegaskan bahwa karya seni dan film seharusnya memiliki ruang luas untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Kebebasan berekspresi, lanjutnya, merupakan bagian dari hak warga negara yang dijamin konstitusi.

Namun demikian, Fajar melihat kritik sosial maupun politik masih sering dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas. Akibatnya, karya yang mengangkat isu masyarakat adat, lingkungan, maupun kebijakan negara kerap memunculkan polemik sensitif di tengah masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya membedakan antara kebebasan berekspresi dan tindakan yang mengandung ancaman kekerasan langsung. Menurutnya, pembatasan terhadap karya seni semestinya dilakukan melalui proses hukum yang transparan, bukan tindakan sepihak.

Pentingnya Literasi Media

Selain itu, Fajar menyebut media sosial kini memiliki peran besar dalam membentuk opini publik terhadap karya kritik sosial-politik. Di satu sisi, media sosial membuka ruang diskusi yang lebih luas, tetapi di sisi lain juga menjadi arena pertarungan narasi dan propaganda.

Lebih lanjut, ia menekankan perlunya pendidikan literasi media, penguatan institusi demokrasi, budaya debat yang sehat, serta ruang sipil yang terbuka agar masyarakat dapat menyikapi kritik sosial secara lebih dewasa dan konstruktif.

“Demokrasi membutuhkan ruang kritik yang sehat. Film dan karya seni semestinya dipandang sebagai bagian dari diskursus publik, bukan ancaman,” tutupnya.

Tags: Fajar Junaedifilm dokumenterintimidasiliterasi mediapesta babiUMY

Related Posts

Ilustrasi kelas kosong.

Fenomena Sekolah Minim Siswa, Pengamat UMY Soroti Perubahan Demografi

July 23, 2026
Ilustrasi AI memengaruhi geopolitik dunia

Akademisi UMY Ungkap Mengapa AI Bakal Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

July 21, 2026
Ilistrasi hukum yang berkeadilan

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

July 16, 2026
Ilustrasi korupsi

Korupsi Kepala Daerah Masih Marak, Pakar UMY: Ongkos Pilkada Jadi Penyebab

July 14, 2026
Ilustrasi pelecehan seksual

Rentetan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus Yogyakarta pada 2026, Ini Daftar Perkaranya

July 13, 2026
Ilustrasi kekerasan seksual atau pelecehan seksual

Dosen Farmasi UMY Dinonaktifkan Sementara Usai Tersangkut Dugaan Pelecehan Seksual

July 12, 2026
Next Post
Kantor PDAM Tirta Sembada Sleman

Masuki Musim Kemarau, PDAM Sleman Upayakan Kecukupan Air Bersih

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.