• Tentang Kami
Wednesday, May 27, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Masuki Era Disrupsi, Prof Zuly: IPK Tinggi Saja Tak Cukup

Di tengah kondisi tersebut, mahasiswa memiliki peran penting sebagai kelompok intelektual yang mampu menghadirkan gagasan dan karya nyata bagi masyarakat.

byredaksi
May 27, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi sarjana

Ilustrasi sarjana. [pixabay/McElspeth]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Perubahan sosial dan ekonomi di era disrupsi menuntut generasi muda untuk tidak hanya unggul secara akademik. Mahasiswa saat ini juga wajib memiliki kreativitas, daya juang, serta kepedulian sosial yang tinggi.

Tantangan Indonesia ke depan diprediksi semakin berat. Mulai dari persaingan individu yang ketat, menyusutnya kelas menengah, hingga rendahnya kompetensi tenaga kerja.

BERITA MENARIK LAINNYA

Judi Online Terus Tumbuh, Akademisi UMY Kritik Keseriusan Pemerintah

Pakar Komunikasi UMY Nilai Intimidasi Pemutaran Film Pesta Babi Gejala Kemunduran Demokrasi

Di tengah kondisi tersebut, mahasiswa memiliki peran penting sebagai kelompok intelektual yang mampu menghadirkan gagasan dan karya nyata bagi masyarakat.

Hal itu ditegaskan oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya beradaptasi dengan perubahan zaman. Mereka juga harus mampu membangun kapasitas diri untuk menciptakan perubahan di tengah masyarakat.

Pentingnya Membangun Lingkungan dan Pola Pikir Positif

Prof. Zuly menyampaikan gagasan tersebut dalam Talkshow Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia. Acara yang bertema “Menyongsong Peran dan Aksi Nyata Mahasiswa dalam Pemberdayaan Masyarakat” ini digelar pada Selasa (26/5/2026) di Gedung Djarnawi Hadikusuma UMY.

“Mahasiswa perlu membangun lingkungan yang mampu mendorong kemajuan diri. Kebiasaan membaca buku tokoh-tokoh besar dan bergaul dengan orang-orang inspiratif menjadi salah satu cara untuk membentuk pola pikir yang berkembang,” ungkap Prof. Zuly.

Ancaman Persaingan Kompetitif 2021–2030

Zuly juga menyoroti ancaman era disrupsi bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, periode 2021–2030 akan menghadirkan persaingan individu yang jauh lebih kompetitif. Kondisi ini harus menjadi peringatan serius bagi mahasiswa agar tidak terlena dengan nilai akademik semata.

IPK Tinggi Bukan Lagi Satu-satunya Jaminan

Dunia kerja saat ini membutuhkan individu yang menguasai kemampuan komunikasi, kreativitas, serta keberanian menciptakan solusi nyata. Kompetensi praktis inilah yang akan membedakan lulusan di pasar kerja.

“IPK itu penting, tetapi bukan satu-satunya hal yang bisa diandalkan. Sekarang banyak orang memiliki IPK tinggi. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan lain yang membuat dirinya berbeda. Public speaking, kemampuan meyakinkan orang, dan kemampuan menciptakan sesuatu, itulah yang akan dicari,” tegasnya.

Zuly juga mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan asal-usul mereka. Kesuksesan karier harus dibarengi dengan kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi kesulitan hidup.

“Anda tidak bisa memilih lahir dari keluarga siapa atau berasal dari daerah mana. Namun, ketika sudah berhasil, jangan lupa kembali kepada masyarakat. Sebagus apa pun pencapaian seseorang, pada akhirnya ia tetap berasal dari lingkungan tempat ia dibesarkan,” tutur Zuly.

Mendorong Lahirnya Creative Minority

Pada akhir pemaparannya, Prof. Zuly berharap generasi muda mampu menjadi creative minority. Istilah ini merujuk pada kelompok kecil yang berani berpikir kreatif, menghadirkan karya nyata, dan tetap berpihak kepada masyarakat luas di tengah tantangan disrupsi.

Melalui langkah ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi lulusan yang unggul di atas kertas. Mereka harus mampu bertransformasi menjadi penggerak perubahan sosial yang nyata di dunia kerja dan masyarakat.

Tags: disrupsiIPK Tinggikreativitasperubahan zamanUMYZuly Qodir

Related Posts

Ilustrasi judi online

Judi Online Terus Tumbuh, Akademisi UMY Kritik Keseriusan Pemerintah

May 23, 2026
poster film Pesta Babi: Kolonialisme di zaman kita yang belakangan menimbulkan polemik di tengah masyarakat

Pakar Komunikasi UMY Nilai Intimidasi Pemutaran Film Pesta Babi Gejala Kemunduran Demokrasi

May 21, 2026
Ilustrasi buruh atau pekerja proyek infrastruktur

Korupsi Material Penyebab Infrastruktur Indonesia Cepat Rusak

May 18, 2026
Ilustrasi pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Guru Besar UMY Soroti Wacana Dapur MBG di Kampus, Tekankan Perguruan Tinggi Fokus di Tri Dharma

May 16, 2026
Ilustrasi petani

Kesejahteraan Petani Masih Rendah, Guru Besar UMY Ungkap Tantangannya

May 11, 2026
Ilustrasi pemilu. [pexels]

Soroti Rencana Revisi UU Pemilu, Akademis UMY: Harus Komprehensif

May 8, 2026
Next Post
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyaksikkan penyembelihan sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk warga di kawasan Sungai Code, Rabu (27/5/2026)

Presiden Prabowo Bagikan Sapi Kurban ke Warga Bantaran Kali Sungai Code

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.