• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Sleman

Gegara Kebakaran Misterius, Pemilik Rumah di Seyegan Hanya Tidur Tiga Jam Sehari

Selain berdampak pada kesehatan, kebakaran yang diduga berkaitan dengan gas dari dalam tanah tersebut juga mengganggu usaha pemotongan ayam yang menjadi sumber penghasilan keluarga.

byredaksi
June 5, 2026
in Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mutfiana, pemilik rumah yang terbakar misterius di Padukuhan Kasuran, Margomukyo, Seyegan, Sleman, DIY saat diwawancarai, Kamis (4/6/2026).

Mutfiana, pemilik rumah yang terbakar misterius di Padukuhan Kasuran, Margomukyo, Seyegan, Sleman, DIY saat diwawancarai, Kamis (4/6/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Fenomena kebakaran misterius yang terus terjadi di rumah Muftiana di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, tidak hanya menimbulkan kerugian materi. Peristiwa yang telah terjadi sebanyak 97 kali itu juga berdampak pada kondisi kesehatan dan aktivitas ekonomi keluarga korban.

Muftiana mengaku dirinya bersama anggota keluarga harus berjaga hampir sepanjang hari untuk mengantisipasi munculnya api secara tiba-tiba. Akibatnya, waktu istirahat mereka menjadi sangat terbatas.

BERITA MENARIK LAINNYA

Sidang Perdana Praperadilan Raudi Akmal, Hakim Target Putusan Kelar 28 Juli 2026

Ahli Waris Komarudin Minta Salinan Warkah Tanah ke BPN Sleman, Siapkan Pemblokiran Sertifikat

“Kalau tidur paling sekitar tiga jam, lalu gantian dengan keluarga atau relawan yang membantu berjaga. Setiap hari seperti itu,” ujar Muftiana, Kamis (4/6/2026).

Kurangnya waktu istirahat membuat kondisi fisik dan psikologis keluarga mulai terganggu. Ia mengaku sering mengalami kelelahan akibat begadang, sementara pola makan sehari-hari juga menjadi tidak teratur.

“Secara psikologis jelas terganggu. Tensi naik karena sering begadang, kurang tidur, dan makan juga tidak teratur. Biasanya makan buah, sekarang sering tidak sempat,” katanya.

Selain berdampak pada kesehatan, kebakaran yang diduga berkaitan dengan gas dari dalam tanah tersebut juga mengganggu usaha pemotongan ayam yang menjadi sumber penghasilan keluarga. Menurut Muftiana, ketidakpastian kondisi di sekitar rumah membuat aktivitas usaha tidak bisa berjalan normal.

Karena itu, ia berharap apabila pemerintah mempertimbangkan relokasi sementara, lokasi yang dipilih tidak terlalu jauh dari tempat usaha saat ini.

“Kalau terlalu jauh, pelanggan bisa pergi. Kami berharap kalau ada relokasi sementara masih di sekitar sini supaya usaha tetap bisa berjalan,” ujarnya.

Muftiana mengatakan hingga saat ini kerugian yang dialami keluarganya terus bertambah. Jika sebelumnya ditaksir sekitar Rp40 juta, kini nilainya diperkirakan telah mencapai sekitar Rp70 juta.

Jumlah tersebut belum termasuk potensi kehilangan pendapatan usaha maupun biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung proses penelitian, seperti pembongkaran septic tank dan sejumlah bagian rumah.

“Kerugian itu belum termasuk omzet usaha yang turun. Kami juga mengeluarkan biaya sendiri untuk pembongkaran septic tank dan kebutuhan lainnya selama penelitian berlangsung,” ungkapnya.

Di tengah kondisi tersebut, Muftiana tetap mendukung proses penelitian yang dilakukan tim gabungan dari berbagai lembaga. Ia berharap penelitian dapat segera menemukan penyebab pasti kemunculan api sehingga warga sekitar tidak lagi diliputi kekhawatiran.

“Penelitian sangat membantu karena bisa menjawab pertanyaan masyarakat. Saya sendiri baru tahu ada kebakaran seperti ini yang asal-usulnya belum diketahui,” katanya.

Sembari menunggu hasil penelitian dari pihak terkait, keluarga korban berharap pemerintah dapat menyediakan hunian sementara yang lebih layak. Saat ini sebagian besar barang telah dipindahkan dari rumah, namun keterbatasan tempat membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara maksimal.

“Yang penting sekarang ada tempat tinggal sementara yang aman. Penelitian silakan terus berjalan, kami mendukung, tetapi kebutuhan keluarga juga perlu diperhatikan,” pungkasnya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: Kasurankebakaran misteriusMuftianaSeyeganSleman

Related Posts

Sidang Perdana Praperadilan Raudi Akmal, Hakim Target Putusan Kelar 28 Juli 2026

Sidang Perdana Praperadilan Raudi Akmal, Hakim Target Putusan Kelar 28 Juli 2026

July 21, 2026
Kuasa Hukum ahli waris almarhum Komaridin mendatangi Kantor Pertanahan ATR/BPN Sleman untuk meminta salinan warkah, Jumat (17/8/2026).

Ahli Waris Komarudin Minta Salinan Warkah Tanah ke BPN Sleman, Siapkan Pemblokiran Sertifikat

July 19, 2026
Pererat Sinergi dengan PDAM, Forpamnas Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum

Pererat Sinergi dengan PDAM, Forpamnas Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum

July 18, 2026
Jumpa pers kasus peredaran uang palsu di Mororejo, Tempel, Sleman, Rabu (15/7/2026).

Pria di Sleman Cetak 202 Lembar Uang Palsu Pakai Printer, Modusnya Belanja Rokok

July 16, 2026
PKBH UAJY memberikan pendampingan hukum kepada keluarga almarhum Komaridin yang diduga menjadi korban mafia tanah di Kabupaten Sleman, Senin (13/7/2026).

Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Ahli Waris di Sleman Kaget Sertifikat Rumah Beralih Nama dan Diagunkan ke Bank

July 14, 2026
Ilustrasi ibadah haji

Sebanyak 465 Calon Jemaah Haji Khusus 2027 Ikuti Manasik Lebih Awal

July 12, 2026
Next Post
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.