• Tentang Kami
Wednesday, June 24, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

BGN Berhenti Operasional Saat Libur Sekolah, Dosen UMY: Saatnya Evaluasi

Eko menjelaskan bahwa problematika program MBG sebenarnya sudah terlihat sejak awal diluncurkan.

byredaksi
June 22, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi pengelolaan Makan Bergizi Gratis atau MBG

Ilustrasi pengelolaan Makan Bergizi Gratis atau MBG. [Dok Biro Hukum dan Humas BGN]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Badan Gizi Nasional atau BGN memutuskan untuk menghentikan sementara operasional seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini berlaku selama masa libur sekolah, mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, beberapa waktu lalu menuturkan bahwa langkah ini diambil untuk menata kembali tata kelola operasional sekaligus meningkatkan efisiensi. Kebijakan ini diproyeksikan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp3 triliun.

BERITA MENARIK LAINNYA

Anggota Intel Polda DIY Diamankan Mahasiswa UMY, Begini Penjelasan Kampus dan Polisi

Merahkan Titik Nol Kilometer, Mahasiswa UMY Suarakan Delapan Tuntutan ke Pemerintah

Menanggapi hal tersebut, Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Muhammad Eko Atmojo, S.IP., M.IP., menilai jeda ini sebagai langkah yang sangat strategis. Menurutnya, ini adalah momentum tepat bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi total sekaligus memulihkan kepercayaan publik.

Evaluasi di Tengah Jalan: Hal yang Lazim

Eko menjelaskan bahwa problematika program MBG sebenarnya sudah terlihat sejak awal diluncurkan. Dengan adanya pergantian kepemimpinan di tubuh BGN, kebijakan jeda ini menunjukkan adanya iktikad baik untuk menjawab kekhawatiran masyarakat.

“Dalam konsep kebijakan publik, evaluasi bisa dilakukan di awal, tengah, maupun akhir program. Jadi, tidak ada masalah jika pemerintah melakukan evaluasi total saat ini. Justru momentumnya pas bersamaan dengan libur sekolah,” ujar Eko dilansir dari laman UMY, Senin (22/6/2026).

Ia juga menambahkan, jika dalam proses audit ditemukan SPPG yang tidak memenuhi standar, pemerintah tidak perlu ragu untuk mengambil tindakan tegas. “Sebaiknya disuspensi atau dihentikan operasionalnya agar kesalahan yang sama tidak terulang,” tegasnya.

4 Aspek Utama yang Harus Diaudit BGN

Menurut Eko, masa hiatus selama kurang lebih tiga minggu ini harus dimanfaatkan BGN untuk merombak formula tata kelola secara komprehensif. Ada beberapa aspek krusial yang wajib diaudit:

Tata Kelola Kelembagaan & SOP: Memperbaiki standar operasional prosedur di lapangan.

Efektivitas & Kinerja: Mengukur performa para pelaksana di setiap SPPG.

Mekanisme Pengawasan: Memperketat kontrol agar kualitas layanan terjaga.

Transparansi Anggaran: Memastikan akuntabilitas penggunaan dana publik.

Soroti Validitas Data: Prioritaskan Wilayah 3T

Selain manajemen internal, Eko menggarisbawahi masalah krusial lainnya, yaitu validitas data penerima manfaat. Ia menyarankan agar intervensi gizi dari pemerintah diprioritaskan untuk kelompok yang paling rentan dan membutuhkan.

Peserta didik di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga prasejahtera (kurang mampu).

“Data adalah fondasi utama. Jika basis datanya kuat sejak awal, kebijakan yang dihasilkan pasti lebih tepat sasaran dan memiliki dasar argumentasi yang jelas,” pungkas Eko.

Pada akhirnya, keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari seberapa besar anggaran yang digelontorkan, melainkan dari kualitas tata kelola, ketepatan sasaran, serta keberanian pemerintah untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan.

Tags: Badan Gizi NasionalBGNevaluasilibur sekolahMuhammad Eko Atmojooperasional SPPGUMY

Related Posts

Anggota Intel Polda DIY Diamankan Mahasiswa UMY, Begini Penjelasan Kampus dan Polisi

Anggota Intel Polda DIY Diamankan Mahasiswa UMY, Begini Penjelasan Kampus dan Polisi

June 22, 2026
Ratusan mahasiswa UMY menggelar aksi demonstrasi di Titik Nol Kilometer Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026).

Merahkan Titik Nol Kilometer, Mahasiswa UMY Suarakan Delapan Tuntutan ke Pemerintah

June 19, 2026
Massa aksi yang diinisiasi oleh Suara Ibu Indonesia menggelar aksi menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bundaran UGM Yogyakarta, Jumat (17/10/2025) sore.

MBG Jadi Ladang Korupsi, Guru Besar UGM Desak Perbaikan Tata Kelola BGN

June 10, 2026
Mantan Menko Polhukam RI, Mahfud MD, menilai penangkapan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, oleh Kejagung RI sebagai langkah tepat, di Kabupaten Bantul, Sabtu (6/6/2026).

Sebut Penangkapan Mantan Kepala BGN sebagai Langkah Tepat, Mahfud MD: Sejak Awal Sudah Ugal-Ugalan

June 8, 2026
Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).

ICW Sebut Korupsi Program MBG Sistemik: Dari Konflik Kepentingan hingga Bagi-Bagi Proyek Politik

June 6, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Next Post
Massa aksi IMM DIY melakukan tabur bunga sebagai simbol duka terhadap situasi negara saat ini dalam gelaran aksi demonstrasi di DPRD DIY, Senin (22/6/2026).

Massa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Geruduk DPRD DIY, Diwarnai Aksi Tapa Bisu dan Tabur Bunga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.