• Tentang Kami
Sunday, June 28, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Skor Integritas DIY Baik, Peneliti PUKAT UGM Ingatkan Risiko Korupsi Masih Tinggi

Peneliti PUKAT UGM Zaenur Rohman menilai berbagai kasus korupsi di DIY membuktikan daerah dengan tata kelola dan skor integritas yang baik tetap berisiko korupsi sehingga pengawasan dan partisipasi publik perlu terus diperkuat.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
June 27, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi korupsi

Ilustrasi korupsi. [Unsplash/Mufid Majnun]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sejumlah kasus dugaan korupsi yang mencuat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan bahwa daerah dengan tata kelola pemerintahan yang dinilai baik sekalipun tetap memiliki risiko terjadinya praktik korupsi.

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman, mengatakan DIY memang memiliki sejumlah indikator tata kelola yang relatif lebih baik dibanding banyak daerah lain. Hal itu tercermin dari capaian Survei Penilaian Integritas (SPI), Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK), maupun indikator lainnya.

BERITA MENARIK LAINNYA

6 Fakta Factory Sharing Susu di Sleman yang Diusut Kejati DIY atas Dugaan Korupsi

Polres Bantul Tetapkan Eks Mantri Tersangka Dugaan Korupsi Penyaluran KUR di BRI Unit Sanden

“Beberapa kasus yang ditangani di Jogja menunjukkan bahwa korupsi juga terjadi di DIY. Padahal DIY merupakan salah satu daerah dengan skor Survei Penilaian Integritas (SPI) yang baik. Indeks perilaku antikorupsinya juga relatif baik, baik di masyarakat maupun di pemerintahan dibandingkan daerah-daerah lain,” ujar Zaenur saat dihubungi, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemda DIY maupun pemerintah kabupaten/kota relatif lebih baik dibandingkan daerah lain. Namun, kondisi itu tidak dapat dimaknai bahwa DIY telah terbebas dari praktik korupsi.

“Berbagai indikator tata kelola pemerintahan di DIY dan kabupaten/kota menunjukkan tata kelola yang relatif baik dibandingkan daerah lain. Bukan berarti sudah baik, tetapi dibandingkan daerah-daerah lain. Namun demikian bukan berarti tidak ada korupsi di situ. Korupsi selalu berisiko, termasuk di DIY,” katanya.

Zaenur menilai, kasus-kasus yang terungkap justru menjadi konfirmasi bahwa potensi korupsi masih tetap ada dan perlu terus diantisipasi.

Ia menjelaskan, secara umum praktik korupsi kerap muncul pada sektor yang memiliki kewenangan dan pengelolaan anggaran besar. Beberapa di antaranya adalah pengadaan barang dan jasa, proses perizinan, pengelolaan anggaran, hingga bidang kepegawaian. Khusus di DIY, persoalan pertanahan juga dinilai menjadi sektor yang memiliki kerawanan tersendiri.

“Korupsi itu biasanya terjadi ketika ada kewenangan yang besar dan anggaran yang besar. Biasanya dalam proses pengadaan barang dan jasa, perizinan, pengelolaan anggaran, bidang kepegawaian, atau kalau di Jogja ditambah dengan konteks pertanahan,” jelasnya.

Karena itu, Zaenur mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terlena dengan capaian indikator tata kelola yang baik. Menurutnya, pengawasan tetap harus diperkuat agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.

Ia menilai pengawasan internal pemerintah perlu berjalan efektif dan diimbangi dengan fungsi kontrol DPRD. Selain itu, pemerintah juga harus membuka ruang partisipasi masyarakat melalui transparansi penyelenggaraan pemerintahan.

“Oleh karena itu perlu kesadaran betul dari pemerintah bahwa berbagai indikator secara kuantitatif tentang tata kelola pemerintahan di DIY dan kabupaten/kota bukan berarti tidak rawan korupsi. Pengawasan internal, pengawasan oleh DPRD juga perlu. Yang kedua juga membuka ruang partisipasi publik,” ujarnya.

Zaenur menambahkan, masyarakat yang menemukan dugaan penyimpangan maupun tindak pidana korupsi sebaiknya segera melaporkannya kepada aparat pengawas internal pemerintah atau aparat penegak hukum agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kalau publik mengetahui adanya bentuk-bentuk potensi pelanggaran pidana, apalagi sudah nyata-nyata sebagai kejahatan, bisa segera melaporkannya. Melapor ke pengawas internal atau ke aparat penegak hukum sebagai pengawas eksternal,” pungkasnya.

Zaenur juga menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak memiliki hubungan langsung dengan potensi korupsi. Menurutnya, risiko korupsi tetap ada terlepas dari ada atau tidaknya kebijakan efisiensi.

“Kalau soal efisiensi, efisiensi enggak ada kaitannya dengan korupsi. Ada atau enggak ada efisiensi, korupsinya tetap berisiko,” katanya.

Tags: Korupsipemberantasan korupsiPukat UGMZaenur Rohman

Related Posts

Tim dari Kejati DIY melakukan penyegelan terhadap alat produksi susu pada factory sharing yang terletak di Pakem, Sleman, Kamis (25/6/2026)

6 Fakta Factory Sharing Susu di Sleman yang Diusut Kejati DIY atas Dugaan Korupsi

June 26, 2026
Jumpa pers kasus korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Sanden, Kamis (25/6/2026). (POLRES Bantul)

Polres Bantul Tetapkan Eks Mantri Tersangka Dugaan Korupsi Penyaluran KUR di BRI Unit Sanden

June 25, 2026
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro.

Kejari Sleman Resmi Laporkan Saksi Kasus Hibah Pariwisata 2020 soal Kesaksian Palsu, Polisi Lakukan Penyelidikan

June 25, 2026
Massa aksi yang diinisiasi oleh Suara Ibu Indonesia menggelar aksi menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bundaran UGM Yogyakarta, Jumat (17/10/2025) sore.

MBG Jadi Ladang Korupsi, Guru Besar UGM Desak Perbaikan Tata Kelola BGN

June 10, 2026
Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).

ICW Sebut Korupsi Program MBG Sistemik: Dari Konflik Kepentingan hingga Bagi-Bagi Proyek Politik

June 6, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.