BANTUL, POPULI.ID – Meningkatnya suhu udara di berbagai belahan dunia menjadi pengingat bahwa cuaca panas ekstrem tidak memberikan dampak yang sama pada setiap orang.
Bayi, lansia, hingga penyandang penyakit kronis merupakan kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi dalam waktu lama.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. dr. Merita Arini, MMR, menjelaskan bahwa kemampuan tubuh untuk beradaptasi terhadap suhu panas berbeda pada setiap individu.
Kelompok rentan umumnya memiliki kemampuan yang lebih terbatas dalam mempertahankan keseimbangan suhu tubuh dibandingkan orang dewasa yang sehat.
“Kelompok yang paling rentan antara lain bayi karena sistem pengaturan suhu tubuhnya belum matang, kemudian lansia karena kemampuan adaptasi tubuhnya mulai menurun. Selain itu, orang dengan penyakit kronis juga memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan kesehatan ketika terpapar suhu panas ekstrem,” ujarnya dilansir dari laman UMY, Selasa (7/7/2026).
Perlu Diwaspadai Penderita Diabetes
Menurut dr. Merita, penyandang penyakit kronis sebagaimana diabetes, hipertensi, maupun penyakit jantung perlu meningkatkan kewaspadaan saat cuaca panas. Pasalnya, paparan suhu tinggi dapat memperberat kerja organ tubuh yang sebelumnya telah mengalami gangguan sehingga meningkatkan risiko munculnya komplikasi.
Pada penyandang diabetes, misalnya, kehilangan cairan akibat suhu tinggi dapat memperburuk proses metabolisme tubuh. Sementara itu, pada penderita hipertensi dan penyakit jantung, suhu panas menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh sebagai bagian dari mekanisme pelepasan panas.
Lebih lanjut, dr. Merita menjelaskan bahwa penanganan awal harus disesuaikan dengan kondisi yang dialami. Jika gejala yang muncul masih ringan, seperti merasa haus atau kelelahan setelah beraktivitas di lingkungan yang panas, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghentikan aktivitas dan segera memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
“Segera pindahkan ke tempat yang lebih sejuk, longgarkan pakaian, lalu berikan air putih. Untuk aktivitas di luar ruangan yang berlangsung kurang dari satu jam, air putih umumnya sudah cukup.
Namun, jika paparan panas berlangsung lebih lama atau mulai muncul keluhan seperti mual dan sakit kepala, tubuh juga memerlukan penggantian elektrolit, misalnya melalui oralit, minuman isotonik, atau makanan berkuah,” paparnya.
Apabila seseorang mulai mengalami penurunan kesadaran, penanganan tidak lagi cukup hanya dengan pemberian cairan. Kondisi tersebut menandakan perlunya penanganan medis sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Bukan Hanya Suhu Udara
Selain itu, dr. Merita mengimbau masyarakat agar tidak hanya memperhatikan angka suhu udara, tetapi juga memahami heat index atau indeks panas, yakni suhu yang benar-benar dirasakan tubuh setelah memperhitungkan tingkat kelembapan udara.
“Di ponsel atau smartwatch biasanya terdapat informasi feels like atau real feel. Angka tersebut lebih menggambarkan kondisi yang benar-benar dirasakan tubuh dibandingkan suhu udara saja. Bisa saja suhu udara tercatat 37 derajat Celsius, tetapi karena kelembapannya tinggi, tubuh merasakan panas hingga lebih dari 40 derajat Celsius. Informasi seperti ini penting dijadikan acuan sebelum beraktivitas di luar ruangan,” tuturnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas ketika suhu udara mulai meningkat, antara lain dengan membatasi aktivitas luar ruangan pada siang hari, mencukupi kebutuhan cairan, mengenakan pakaian yang ringan dan mudah menyerap keringat, serta memberikan perhatian lebih kepada anggota keluarga yang termasuk kelompok rentan. Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu menurunkan risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas ekstrem.








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



