• Tentang Kami
Saturday, August 22, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Waspadai Dampak Cuaca Panas Ekstrem, Bayi hingga Penyandang Sakit Kronis Berisiko Tinggi

dr. Merita Arini, MMR, menjelaskan bahwa kemampuan tubuh untuk beradaptasi terhadap suhu panas berbeda pada setiap individu.

byredaksi
July 7, 2026
in headline, Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi cuaca panas ekstrem

Ilustrasi cuaca panas ekstrem. [pixabay]

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Meningkatnya suhu udara di berbagai belahan dunia menjadi pengingat bahwa cuaca panas ekstrem tidak memberikan dampak yang sama pada setiap orang.

Bayi, lansia, hingga penyandang penyakit kronis merupakan kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi dalam waktu lama.

BERITA MENARIK LAINNYA

Manfaat Kencur Hitam dan Daun Pegagan, Kurangi Radang Saraf Mata

Fenomena Sekolah Minim Siswa, Pengamat UMY Soroti Perubahan Demografi

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. dr. Merita Arini, MMR, menjelaskan bahwa kemampuan tubuh untuk beradaptasi terhadap suhu panas berbeda pada setiap individu.

Kelompok rentan umumnya memiliki kemampuan yang lebih terbatas dalam mempertahankan keseimbangan suhu tubuh dibandingkan orang dewasa yang sehat.

“Kelompok yang paling rentan antara lain bayi karena sistem pengaturan suhu tubuhnya belum matang, kemudian lansia karena kemampuan adaptasi tubuhnya mulai menurun. Selain itu, orang dengan penyakit kronis juga memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan kesehatan ketika terpapar suhu panas ekstrem,” ujarnya dilansir dari laman UMY, Selasa (7/7/2026).

Perlu Diwaspadai Penderita Diabetes

Menurut dr. Merita, penyandang penyakit kronis sebagaimana diabetes, hipertensi, maupun penyakit jantung perlu meningkatkan kewaspadaan saat cuaca panas. Pasalnya, paparan suhu tinggi dapat memperberat kerja organ tubuh yang sebelumnya telah mengalami gangguan sehingga meningkatkan risiko munculnya komplikasi.

Pada penyandang diabetes, misalnya, kehilangan cairan akibat suhu tinggi dapat memperburuk proses metabolisme tubuh. Sementara itu, pada penderita hipertensi dan penyakit jantung, suhu panas menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh sebagai bagian dari mekanisme pelepasan panas.

Lebih lanjut, dr. Merita menjelaskan bahwa penanganan awal harus disesuaikan dengan kondisi yang dialami. Jika gejala yang muncul masih ringan, seperti merasa haus atau kelelahan setelah beraktivitas di lingkungan yang panas, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghentikan aktivitas dan segera memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

“Segera pindahkan ke tempat yang lebih sejuk, longgarkan pakaian, lalu berikan air putih. Untuk aktivitas di luar ruangan yang berlangsung kurang dari satu jam, air putih umumnya sudah cukup.

Namun, jika paparan panas berlangsung lebih lama atau mulai muncul keluhan seperti mual dan sakit kepala, tubuh juga memerlukan penggantian elektrolit, misalnya melalui oralit, minuman isotonik, atau makanan berkuah,” paparnya.

Apabila seseorang mulai mengalami penurunan kesadaran, penanganan tidak lagi cukup hanya dengan pemberian cairan. Kondisi tersebut menandakan perlunya penanganan medis sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Bukan Hanya Suhu Udara

Selain itu, dr. Merita mengimbau masyarakat agar tidak hanya memperhatikan angka suhu udara, tetapi juga memahami heat index atau indeks panas, yakni suhu yang benar-benar dirasakan tubuh setelah memperhitungkan tingkat kelembapan udara.

“Di ponsel atau smartwatch biasanya terdapat informasi feels like atau real feel. Angka tersebut lebih menggambarkan kondisi yang benar-benar dirasakan tubuh dibandingkan suhu udara saja. Bisa saja suhu udara tercatat 37 derajat Celsius, tetapi karena kelembapannya tinggi, tubuh merasakan panas hingga lebih dari 40 derajat Celsius. Informasi seperti ini penting dijadikan acuan sebelum beraktivitas di luar ruangan,” tuturnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas ketika suhu udara mulai meningkat, antara lain dengan membatasi aktivitas luar ruangan pada siang hari, mencukupi kebutuhan cairan, mengenakan pakaian yang ringan dan mudah menyerap keringat, serta memberikan perhatian lebih kepada anggota keluarga yang termasuk kelompok rentan. Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu menurunkan risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas ekstrem.

Tags: Bayicuaca panas ekstremkesehatanMerita Arinipenyandang penyakit kronisUMY

Related Posts

Ilustrasi kencur

Manfaat Kencur Hitam dan Daun Pegagan, Kurangi Radang Saraf Mata

July 28, 2026
Ilustrasi kelas kosong.

Fenomena Sekolah Minim Siswa, Pengamat UMY Soroti Perubahan Demografi

July 23, 2026
Ilustrasi AI memengaruhi geopolitik dunia

Akademisi UMY Ungkap Mengapa AI Bakal Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

July 21, 2026
Ilistrasi hukum yang berkeadilan

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

July 16, 2026
Ilustrasi korupsi

Korupsi Kepala Daerah Masih Marak, Pakar UMY: Ongkos Pilkada Jadi Penyebab

July 14, 2026
Ilustrasi pelecehan seksual

Rentetan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus Yogyakarta pada 2026, Ini Daftar Perkaranya

July 13, 2026
Next Post
penemuan granat nanas di kawasan wisata Kasturbing, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Senin (7/6/2026). (Polres Bantul)

Warga Temukan Granat Aktif Saat Gali Pondasi Toilet Wisata Karstubing Bantul

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.