• Tentang Kami
Sunday, July 12, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kisah Sumilah, Pengurus Jenazah yang Menua di Rumah Nyaris Roboh Tapi Kini Menemukan Harapan

Sumilah menjadi salah satu penerima bantuan program bedah rumah yang diinisiasi Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Wali Kota Hasto Wardoyo.

byredaksi
July 12, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat melihat kondisi penerima bantuan bedah rumah di Kelurahan Panembahan, Keraton, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (12/7/2026).

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat melihat kondisi penerima bantuan bedah rumah di Kelurahan Panembahan, Keraton, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (12/7/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Di sebuah gang sempit di kawasan Panembahan, Kemantren Keraton, Kota Yogyakarta, berdiri sebuah rumah tua yang nyaris tak lagi layak disebut tempat tinggal.

Dindingnya kusam, barang-barang bekas menumpuk di setiap sudut, sementara aroma lembab bercampur bau tak sedap menjadi bagian dari keseharian penghuninya. Di rumah itulah Sumilah (82) menghabiskan masa senjanya.

BERITA MENARIK LAINNYA

Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori: Saya Nderek Pak Wali

Budi Santosa Asrori Resmi Dilantik sebagai Sekda Kota Yogyakarta

Perempuan lanjut usia itu menjalani hidup dengan kesederhanaan yang jauh dari kata nyaman. Rumah yang telah ia tempati sejak masih kecil kini menjadi saksi perjalanan hidup panjangnya, mulai dari membesarkan anak-anak hingga kehilangan pasangan hidup.

“Rumah ini dibangun waktu saya umur tujuh tahun. Sekarang saya sudah 82 tahun. Dulu daerah sini masih kebun dan tempat pembuangan sampah sebelum ramai seperti sekarang,” tuturnya saat diwawancarai dalam acara bedah rumah, Minggu (12/7/2026).

Lingkungan tempat tinggalnya telah berubah menjadi kawasan permukiman padat. Namun kondisi rumah Sumilah seolah tertinggal oleh waktu. Tumpukan pakaian bekas yang sudah tak terpakai memenuhi ruangan. Tak banyak barang berharga yang tersisa.

Bahkan, ia berseloroh, seandainya rumahnya dimasuki pencuri pun mereka mungkin akan kebingungan karena tidak ada harta benda yang layak dibawa.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Sumilah lebih banyak mengandalkan bantuan tetangga dan orang-orang yang masih peduli kepadanya. Sementara dari empat anak yang dimilikinya, hanya anak keduanya, Dwi, yang masih rutin mendampingi meski tinggal di kecamatan berbeda.

Meski ditawari tinggal bersama, Sumilah mengaku lebih memilih hidup sendiri dan tidak ingin merepotkan anaknya dengan keterbatasan.

“Harta terakhir saya cuma tabung gas LPG, itu pun sekarang entah dibawa cucu ke mana,” ucapnya sambil tersenyum tipis.

Meski hidup serba terbatas, listrik dan sambungan air bersih masih mengalir ke rumahnya. Baginya, itu sudah menjadi nikmat yang patut disyukuri.

Di balik kehidupannya yang sederhana, Sumilah menyimpan kisah pengabdian yang panjang bagi kampungnya. Selama bertahun-tahun ia dikenal sebagai sosok yang mengurus jenazah perempuan sesuai syariat Islam. Ketika ada warga meninggal, ia menjadi orang yang dipercaya memandikan jenazah sebelum dimakamkan.

“Dulu pekerjaan saya nyirami (memandikan) priyayi yang meninggal. Sekarang sudah beda, kebanyakan dibawa ke rumah sakit,” kenangnya.

Pengabdian itu tidak pernah ia lakukan demi imbalan. Baginya, membantu sesama merupakan bentuk ibadah yang tak harus dibalas dengan materi.

Namun pekerjaan mulia tersebut sempat membuat anak bungsunya merasa takut.

“Anak saya yang paling kecil dulu tidak mau duduk dekat saya setelah saya memandikan jenazah. Padahal saya sudah mandi dan keramas,” katanya sambil tertawa kecil.

Kini, di usia yang tak lagi muda, Sumilah lebih banyak menghabiskan waktunya mendekatkan diri kepada Tuhan. Hampir setiap pagi ia berjalan kaki bersama teman-teman seusianya berpindah dari satu masjid ke masjid lain untuk mengikuti pengajian dan membaca Al-Qur’an.

“Kalau ngaji hampir setiap pagi, pindah-pindah masjid bersama teman-teman, semuanya jalan kaki,” tuturnya.

Baginya, bekal terbaik di usia senja bukanlah harta, melainkan amal ibadah yang dapat dibawa hingga akhir hayat.

Harapan baru akhirnya datang pada Minggu (12/7/2026). Sumilah menjadi salah satu penerima bantuan program bedah rumah yang diinisiasi Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Wali Kota Hasto Wardoyo.

Bagi Dwi, bantuan tersebut menjadi jawaban atas kegelisahan yang selama ini ia rasakan melihat kondisi tempat tinggal ibunya.

“Alhamdulillah, semoga tempat tinggal ibu bisa menjadi lebih nyaman, bersih, dan terurus,” ujarnya.

Ia mengaku informasi mengenai program tersebut diperoleh melalui Jaga Warga. Setelah diusulkan oleh warga sekitar, rumah Sumilah dinilai memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan.

“Waktu saya masih SD, rumah ini sudah ditempati ibu. Alhamdulillah sekarang akhirnya ada bantuan,” katanya.

Di usia yang telah melewati delapan dekade, Sumilah mungkin tidak lagi berharap memiliki banyak harta. Namun rumah yang lebih layak menjadi harapan sederhana agar ia dapat menjalani sisa hidup dengan lebih tenang di tempat yang selama puluhan tahun menjadi saksi pengabdiannya kepada sesama.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan kondisi rumah Sumilah perlu mendapatkan perhatian. Ia juga mengaku heran wanita tua ini bisa tinggal di tempat yang kumuh dan tidak terawat dalam waktu yang lama.

Dalam momen yang penuh keceriaan itu, Hasto meminta sejumlah terutama dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta pihak untuk mencukupi kebutuhan dan memnagun kembali rumah Sumilah.

“Besok ketua Panitia, Pak Lurah, dan Baznas untuk gotong royong mencukupi kebutuhan Bu Sumilah,” kata mantan Bupati Kulon Progo tersebut. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: bedah rumahhasto wardoyoKemantren KeratonPanembahanPemkot YogyakartaSumilah

Related Posts

Budi Santosa Asrori resmi mengemban tugas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, pada Rabu (8/7/2026).

Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori: Saya Nderek Pak Wali

July 9, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dan jajarannya memberikan ucapan selamat kepada Budi Santosa Asrori yang dilantik menjadi Sekda Kota Yogyakarta, pada Rabu (8/7/2026).

Budi Santosa Asrori Resmi Dilantik sebagai Sekda Kota Yogyakarta

July 9, 2026
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta Joko Prayitno saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

Sensus Ekonomi Kota Yogyakarta Capai 20,15 Persen, Sultan hingga Wali Kota Sudah Didata

July 2, 2026
Bambang Hartono (67), warga Kampung Papringan, Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, menunjukkan kondisi atap rumahnya yang sudah lapuk, Minggu (28/6/2026).

2 Dekade Menahan Retak Jejak Gempa 2006, Rumah Lansia di Gondokusuman Akhirnya Diperbaiki

June 28, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, didampingi Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, saat didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026, belum lama ini.

Cerita Wali Kota Yogyakarta Ditanya Hal Tak Terduga Saat Ikuti Sensus Ekonomi 2026

June 26, 2026
Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori.

Pemkot Yogyakarta Tambah Daya Tampung SMP Negeri untuk SPMB 2026

June 19, 2026
Next Post
Ilustrasi kekerasan seksual atau pelecehan seksual

Dosen Farmasi UMY Dinonaktifkan Sementara Usai Tersangkut Dugaan Pelecehan Seksual

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.