• Tentang Kami
Friday, July 24, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Fenomena Sekolah Minim Siswa, Pengamat UMY Soroti Perubahan Demografi

Fenomena SD negeri sepi peminat dalam SPMB 2026/2027 dipengaruhi perubahan demografi, persebaran penduduk, dan pergeseran pilihan orang tua, sehingga pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan pendidikan berbasis data.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
July 23, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi kelas kosong.

Ilustrasi kelas kosong. [Unsplash]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Fenomena sekolah yang sepi peminat kembali terjadi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di berbagai daerah hanya menerima satu hingga tiga murid baru, bahkan ada yang tidak memperoleh siswa sama sekali.

Sebaliknya, sejumlah sekolah swasta berbasis diferensiasi, seperti Sekolah Islam Terpadu, sekolah alam, dan sekolah nasional plus, justru mengalami kelebihan pendaftar.

BERITA MENARIK LAINNYA

Akademisi UMY Ungkap Mengapa AI Bakal Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

Pengamat pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Endro Dwi Hatmanto, menilai fenomena tersebut tidak semata-mata disebabkan kualitas sekolah atau strategi promosi.

“Bangku kosong itu sebenarnya merupakan data kebijakan. Kondisi tersebut menunjukkan perubahan struktur penduduk, ketidaktepatan lokasi sekolah, ketimpangan mutu, perubahan harapan masyarakat, atau kurang baiknya perencanaan pendidikan,” ujar Endro, dilansir dari laman UMY, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah perubahan demografi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka kelahiran Indonesia terus menurun sehingga populasi anak usia sekolah ikut berkurang. Selain itu, perpindahan penduduk ke kawasan permukiman baru membuat banyak sekolah lama kehilangan calon peserta didik.

“Kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa sekolah-sekolah tersebut gagal atau kualitasnya buruk. Persoalan ini jauh lebih kompleks. Ada perubahan demografi, perpindahan penduduk, munculnya kawasan permukiman baru, hingga persebaran sekolah yang mungkin tidak lagi sesuai dengan keberadaan anak usia sekolah,” jelasnya.

Endro juga menilai pola pikir orang tua dalam memilih sekolah telah berubah. Selain mempertimbangkan jarak, mereka kini lebih memperhatikan mutu guru, keamanan, program pendidikan, hingga komunikasi sekolah dengan orang tua.

Ia menilai pelaksanaan SPMB perlu dievaluasi agar pemerataan tidak hanya berfokus pada zonasi atau domisili, tetapi juga memperhitungkan kapasitas sekolah, jumlah anak usia sekolah, serta keberadaan sekolah swasta sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.

Saat ini Kemendikdasmen tengah memetakan sekolah yang memiliki jumlah murid di bawah 100 orang melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Menurut Endro, data tersebut harus menjadi dasar penyusunan kebijakan daerah dengan mempertimbangkan angka kelahiran, persebaran penduduk, pembangunan permukiman baru, daya tampung sekolah, dan ketersediaan guru.

Menanggapi wacana penggabungan atau penutupan sekolah, Endro mengingatkan agar langkah tersebut menjadi pilihan terakhir.

“Sekolah bukan toko yang sekadar ramai atau sepi pembeli. Sekolah adalah layanan publik. Keputusan mempertahankan, menggabungkan, atau menata ulang sekolah harus mempertimbangkan mutu pendidikan, kondisi geografis, dan hak setiap anak,” tegasnya.

Ia menambahkan, kelas dengan jumlah siswa sedikit justru dapat meningkatkan kualitas pendampingan guru. Namun jika penurunan murid berlangsung terus-menerus, sekolah akan menghadapi persoalan pembiayaan dan operasional.

Menurutnya, sebelum melakukan regrouping, pemerintah sebaiknya lebih dulu memperbaiki mutu sekolah, pemerataan guru, sarana prasarana, serta akses pendidikan.

“Yang paling penting adalah bagaimana sekolah mampu menunjukkan kualitas pembelajaran, keamanan lingkungan, komunikasi yang baik dengan orang tua, serta perkembangan nyata peserta didiknya. Kepercayaan masyarakat dibangun dari pengalaman sehari-hari, bukan hanya dari citra,” pungkas Endro.

Tags: Dosen UMYsepiSistem Penerimaan Murid Barusiswa baruSPMBUMY

Related Posts

Ilustrasi AI memengaruhi geopolitik dunia

Akademisi UMY Ungkap Mengapa AI Bakal Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

July 21, 2026
Ilistrasi hukum yang berkeadilan

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

July 16, 2026
Kondisi bangunan SMP Gotong Royong, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta, pada Selasa (14/7/2026).

Ironi di Jantung Kota Pendidikan: SMP Gotong Royong Terima 3 Siswa Baru, Jadi Oase Anak Prasejahtera

July 16, 2026
Ilustrasi korupsi

Korupsi Kepala Daerah Masih Marak, Pakar UMY: Ongkos Pilkada Jadi Penyebab

July 14, 2026
Ilustrasi pelecehan seksual

Rentetan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus Yogyakarta pada 2026, Ini Daftar Perkaranya

July 13, 2026
Ilustrasi kekerasan seksual atau pelecehan seksual

Dosen Farmasi UMY Dinonaktifkan Sementara Usai Tersangkut Dugaan Pelecehan Seksual

July 12, 2026
Next Post
Mantan DIrut Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS) Choirul Anwar (CA) tersangka korupsi pakan satwa Rp10,2 miliar.

7 Fakta Skandal Korupsi Kebun Binatang Surabaya: Dugaan Foya-foya hingga Anggaran Satwa Disunat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.