• Tentang Kami
Sunday, June 7, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

5 Fakta Oknum Pegawai BUMDes Kulon Progo Korupsi Rp1 Miliar

Wanita pegawai Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes di Kulon Progo tengah jadi sorotan lantaran diduga terjerat dugaan korupsi hingga Rp1 Miliar

byGalih Priatmojo
April 25, 2025
in headline, Kulonprogo
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ilustrasi korupsi

Ilustrasi korupsi. [pixabay/sajinka2]

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

KULON PROGO, POPULI.ID – Kasus dugaan korupsi yang menyeret oknum pegawai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kulon Progo berinisial ET alias Wati sedang menjadi sorotan.

Wanita berusia 44 tahun itu diketahui melancarkan aksinya dengan modus membuat kredit fiktif hingga melakukan markup nominal pinjaman.

BERITA MENARIK LAINNYA

ICW Sebut Korupsi Program MBG Sistemik: Dari Konflik Kepentingan hingga Bagi-Bagi Proyek Politik

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

Lantas, fakta-fakta apa saja yang terungkap terkait dugaan kasus korupsi yang dilakukan oknum pegawai BUMDes Binangun Cipta Makmur, Kalurahan Sidomulyo tersebut?

1. Korupsi Sejak 2015-2021

Menurut keterangan pihak kepolisian, tindakan korupsi yang melibatkan oknum pegawai BUMDes Binangun Cipta Makmur terjadi dalam rentang waktu antara tahun 2015 hingga 2021.

Namun, proses investigasi oleh tim penyidik dari kepolisian baru digulirkan pada tahun 2023 setelah adanya keluhan dari masyarakat yang kesulitan mencairkan dana.

2. Modus Kredit Fiktif dan Markup

Pihak kepolisian Kulon Progo mengungkapkan bahwa modus operandi yang diterapkan oleh ET bermacam-macam, mulai dari pembuatan kredit bodong hingga markup nominal pinjaman.

ET juga tidak menyetorkan pinjaman nasabah ke kas BUMDes Binangun Cipta Makmur sehingga menyebabkan kerugian kurang lebih senilai Rp1 miliar selama periode 2015 hingga 2021.

3. Bermula dari Kucuran Dana APBD dan Dana Desa

Pihak kepolisian Kulon Progo membeberkan bahwa kasus ini bermula ketika BUMDes Binangun Cipta Makmur menerima kucuran dana secara bertahap dari APBD Kulon Progo dan Dana Desa dengan total Rp1,2 miliar dalam rentang waktu 2009 hingga 2021.

Dana tersebut diperuntukkan bagi kegiatan operasional dan penyaluran pinjaman kepada setidaknya 500 nasabah BUMDes Binangun Cipta Makmur.

Kasus ini terungkap setelah sejumlah besar nasabah menyampaikan keluhan terkait kendala dalam proses pencairan dana dari BUMDes Binangun Cipta Makmur. Laporan mengenai permasalahan ini kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.

4. Foya-foya Beli Rumah dan Mobil

Uang senilai Rp1 miliar yang berhasil diselewengkan diketahui digunakan ET untuk berfoya-foya membeli mobil hingga rumah. Informasi ini diungkap oleh pihak kepolisian Kulon Progo.

5. Ancaman Hukuman 20 Tahun Penjara

Atas tindakan yang telah diperbuat, ET akan dikenai sanksi pidana berdasarkan pasal 2, 3, dan 8 yang terkait dengan Pasal 18 dari UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang kemudian diamandemen oleh UU RI No. 20 Tahun 2001. Hukuman maksimal yang dapat dijatuhkan adalah pidana penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar.

 

Penulis: Rahmadita Widyasari

Tags: Binangun Cipta MakmurBUMDesfaktaKorupsiKulon Progo

Related Posts

Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).

ICW Sebut Korupsi Program MBG Sistemik: Dari Konflik Kepentingan hingga Bagi-Bagi Proyek Politik

June 6, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Ilustrasi Pancasila

Sejarah dan Fakta Penting di Balik Hari Lahir Pancasila 1 Juni

May 28, 2026
Kredit Fiktif di BUKP Tempel Rugikan Negara Rp2,1 M, Tiga Eks Pengurus Tersangka

Kredit Fiktif di BUKP Tempel Rugikan Negara Rp2,1 M, Tiga Eks Pengurus Tersangka

May 26, 2026
Ilustrasi kekerasan seksual atau pelecehan seksual

7 Fakta di Balik Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

May 20, 2026
Ilustrasi buruh atau pekerja proyek infrastruktur

Korupsi Material Penyebab Infrastruktur Indonesia Cepat Rusak

May 18, 2026
Next Post
Aurely Putri Anjani, anggota DPRD Bantul dari Fraksi Gerindra

Aurely Putri Anjani, Kader Muda Gerindra yang Membawa Semangat Baru untuk Bantul

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.