• Tentang Kami
Senin, September 14, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Sleman Penyumbang Angka PHK Paling Banyak di DIY

Kepala Disnakertrans DIY Aria Nugrahadi menyatakan bahwa PHK merupakan langkah terakhir yang tidak diinginkan semua pihak, baik pekerja, perusahaan, maupun pemerintah.

byGalih Priatmojo
Juli 15, 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi pekerja. [pexels]

Ilustrasi pekerja. [pexels]

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

DIY, POPULI.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) di provinsi ini mencapai 2.495 kasus selama semester pertama 2025, dengan Sleman menjadi wilayah penyumbang terbanyak.

“Laporan dari kabupaten/kota jumlahnya mencapai 2.495. Yang paling banyak itu Sleman,” ujar Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnakertrans DIY R. Darmawan, Selasa (15/7/2025).

BERITA MENARIK LAINNYA

Sleman Siapkan Generasi Baru Dalang Lewat SEPADAN

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Dari 2.495 kasus PHK, dia mencatat sebanyak 1.940 terjadi di Sleman, disusul Bantul dengan 360 kasus, dan Kota Yogyakarta 123 kasus. Sementara itu, di Kulon Progo tercatat 32 kasus, Gunungkidul 29 kasus, dan sisanya 11 kasus ditangani langsung oleh Disnakertrans DIY.

“Yang paling terdampak itu sektor garmen. Karena ada kebakaran, juga karena ekspornya turun tajam, akhirnya perusahaan tidak mampu membayar dan melakukan PHK,” ujarnya.

Ia menjelaskan data tersebut merupakan hasil kompilasi dari para mediator ketenagakerjaan di kabupaten/kota yang dibahas dalam rapat koordinasi terakhir pada awal Juli 2025.

Darmawan menyebut angka itu belum termasuk pembaruan data resmi yang masih dalam proses rekap dari masing-masing daerah.

Dia menuturkan Disnakertrans DIY menangani kasus lintas perusahaan atau lintas kabupaten/kota, sementara PHK di satu wilayah ditangani langsung oleh mediator kabupaten/kota.

“Data yang kami kumpulkan berasal dari mediator-mediator itu. Tapi, kami juga tetap hati-hati menyampaikan detail perusahaan yang terdampak, karena kami menjaga nama baik dan ada proses yang masih berjalan,” ucap Darmawan.

Kepala Disnakertrans DIY Aria Nugrahadi menyatakan bahwa PHK merupakan langkah terakhir yang tidak diinginkan semua pihak, baik pekerja, perusahaan, maupun pemerintah.

Jika PHK harus dilakukan, perusahaan wajib mematuhi seluruh aturan ketenagakerjaan.

“Terjadinya PHK itu tidak diinginkan oleh perusahaan, tenaga kerja, maupun pemerintah. Maka, PHK itu harus menjadi opsi terakhir. Kalau itu terpaksa dilakukan, harus sesuai norma, termasuk hak-haknya, seperti pesangon, jaminan kehilangan pekerjaan (JKP), jaminan hari tua (JHT), dan lainnya,” ujar Aria.

Aria menambahkan korban PHK dapat memanfaatkan program JKP dari pemerintah pusat, termasuk fasilitas pelatihan peningkatan kapasitas yang bisa diakses melalui balai latihan kerja (BLK).

“Program ini membantu agar korban PHK bisa meningkatkan keterampilannya dan kembali masuk pasar kerja. Kami mendukung pelaksanaannya melalui kerja sama dengan BLK,” kata dia.

Untuk menjaga akurasi data, menurut Aria, Disnakertrans DIY menggelar rapat koordinasi dengan kabupaten/kota setiap bulan. Pelaporan PHK berada di tangan pemerintah daerah, sedangkan Disnakertrans berfungsi sebagai koordinator.

“Setiap bulan kami lakukan pertemuan dengan kabupaten/kota. Tapi, pelaporan awal tetap dari mereka, karena mereka yang menangani langsung proses mediasi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Aria menilai perlunya pembenahan dalam penyelenggaraan job fair oleh kabupaten/kota.

Menurut dia, job fair tidak cukup hanya bersifat seremonial, tapi harus dirancang berdasarkan pemetaan kebutuhan sektor kerja.

“Pra-job fair itu penting. Harus ada sinkronisasi antara kebutuhan dunia usaha dan kompetensi pencari kerja. Setiap pelaksanaan job fair  juga harus dievaluasi agar hasilnya terukur, bukan sekadar terlaksana,” ujar Aria.

Tags: Aria NugrahadidisnakertransDIYPHKSlemanYogyakarta

Related Posts

Sleman Siapkan Generasi Baru Dalang Lewat SEPADAN

Sleman Siapkan Generasi Baru Dalang Lewat SEPADAN

September 10, 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan, kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Rabu (5/8/2026).

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Agustus 5, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

Agustus 5, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

Agustus 5, 2026
Sejumlah titik sekitar Pakuwon Mall dilakukan pemasangan pagar, Senin (3/7/2026).

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Agustus 5, 2026
Anggota medis melakukan evakuasi jenazah pria lanjit usia yang tertemper di Timur Fly Over Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Minggu (3/8/2026). (Polresta Sleman)

Lansia Pencari Rongsok Tewas Tertemper Kereta Api di Janti, KAI Ingatkan Hal Ini

Agustus 3, 2026
Next Post
ilustrasi gedung roboh akibat gempa

Mitigasi Gempa, Peneliti UMY Ciptakan Detektor Berbasis Arduino

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.