• Tentang Kami
Wednesday, June 17, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Tindaklanjuti Soal SE Pembatasan Kemasan Plastik, Disdag: Akan Dilakukan Bertahap Tak Mendadak

Pemkot Yogyakarta telah menerbitkan Surat Edaran terkait pembatasan penggunaan plastik sekali pakai sebagai implementasi Perwali Yogyakarta No. 40 tahun 2024

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
October 18, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meninjau depo sampah mengendarai motor

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meninjau depo sampah mengendarai motor. [instagram/hasto wardoyo]

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota Yogyakarta mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mengoptimalkan implementasi Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 40 Tahun 2024 tentang pengurangan sampah plastik sekali pakai. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah anorganik, khususnya plastik, yang banyak dihasilkan dari aktivitas di pasar tradisional.

Menindaklanjuti SE tersebut, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Yogyakarta mulai mempersiapkan langkah-langkah sosialisasi ke para pelaku pasar.

BERITA MENARIK LAINNYA

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

Kepala Bidang Pasar Rakyat Disdag Kota Yogyakarta, Gunawan Nugroho Utomo, mengatakan SE tersebut telah diterima dinasnya dan saat ini tengah dikoordinasikan secara internal.

“SE tersebut kemarin sudah disampaikan kepala dinas kepada kami. Saat ini kami mulai koordinasi dengan teman-teman koordinator pasar, minggu depan akan kami lanjutkan ke paguyuban pedagang di masing-masing pasar,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025).

Gunawan menegaskan implementasi kebijakan ini akan dilakukan secara bertahap, tidak mendadak, agar dapat diterima dengan baik oleh para pedagang.

“Semua kebijakan kalau diterapkan mendadak itu nggak bagus. Makanya kami tempuh secara bertahap, mulai dari paguyuban pedagang dulu, lalu ke masing-masing pedagang. Ini kan soal mengubah mindset, jadi butuh pendekatan dan edukasi yang tepat,” jelasnya.

Ia menyebut sosialisasi akan difokuskan melalui forum-forum diskusi dengan paguyuban, diikuti dengan evaluasi lapangan untuk melihat efektivitas penerapan SE tersebut. Edukasi juga akan diberikan oleh jajaran dinas perdagangan, termasuk unit pelaksana teknis (UPT) dan koordinator pasar.

Saat ini, Disdag Kota Yogyakarta mengelola 29 pasar rakyat. Gunawan mengungkapkan jenis aktivitas dan penggunaan plastik di setiap pasar berbeda-beda, sehingga pendekatan yang digunakan juga akan disesuaikan.

“Di Pasar Beringharjo Barat, misalnya, banyak pedagang sandang yang sudah pakai paper bag sebagai bentuk promosi produk mereka. Tapi di Beringharjo Tengah dan Timur yang lebih fokus ke pasar pagi dan makanan, masih banyak yang pakai plastik atau bungkus dari daun dan kertas bekas,” katanya.

Meskipun masih ada pedagang yang menggunakan bungkus ramah lingkungan seperti daun dan koran bekas, penggunaan kantong plastik sekali pakai tetap mendominasi, terutama pada produk makanan yang dibungkus untuk dibawa pulang.

Kebijakan pembatasan plastik ini tidak hanya menyasar para pedagang. Dinas perdagangan juga akan mendorong perubahan perilaku masyarakat sebagai konsumen.

“Harapannya, masyarakat juga diedukasi untuk membawa kantong belanja sendiri yang bisa digunakan berulang kali saat ke pasar,” terang Gunawan.

Pihaknya juga akan melibatkan bidang pengawasan dan pengendalian untuk mendampingi proses ini. Sekaligus mencarikan solusi alternatif pengganti kantong plastik serta bekerja sama dengan komunitas dan stakeholders lain di pasar rakyat.

“Karena dari diskusi inilah, selain edukasi, kami akan mencoba mencari solusi. Kami cari cara alternatif lainnya selain plastik. Edukasi tidak hanya kepada pedagang tapi kepada masyarakat terkait penggunaan kantong yang tidak sekali pakai. Nanti sasaran edukasinya pun tidak hanya kepada pedagang, tetapi juga kepada masyarakat,” tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengatakan SE Wali Kota tentang pembatasan plastik sekali pakai menegaskan Perwal Nomor 40 tahun 2024 dan sejalan dengan gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) yang digencarkan Pemkot.

Ia menyebut jumlah sampah plastik selama ini mencapai sekitar 20 persen dibandingkan sampah lainnya. Diharapkan pembatasan sampah plastik sekali pakai bisa mengurangi volume sampah sekitar 20 persen.

“Surat Edaran Wali Kota ini menguatkan dan memperjelas apa yang harus dilaksanakan, karena ini tidak hanya warga masyarakat, tapi juga seluruh pelaku usaha. Jadi ini merupakan salah satu upaya kami untuk mereduksi sampah yang ada di depo,” katanya.

Tags: Dinas PerdaganganGunawan Nugroho UtomopembatasanplastikRajwan TaufiqsosialisasiYogyakarta

Related Posts

Ilustrasi sekolah SD di Sleman

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

June 11, 2026
Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Sejumlah Menteri dan Gubernur saat berjalan menuju ruang pertemuan bersama Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/6/2026).

Menteri dan Kepala Daerah se-Jawa Bali Berkumpul di Kantor Gubernur DIY, Bahas Identifikasi Masalah Lokal

June 5, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan TNKTB kepada perwakilan komunitas bentor Kota Yogyakarta dalam kegiatan penyaluran 50 unit becak listrik dan pemusnahan 50 bentor di KUPT Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemkot Yogyakarta Salurkan 50 Unit Becak Listrik Bantuan CSR PT KAI kepada Pengayuh Bentor

June 3, 2026
Next Post
Tim mahasiswa UGM yang mengembangkan Inkupets guna menjaga kesehatan hewan peliharaan

Mahasiswa UGM Kembangkan Inkupets untuk Jaga Kesehatan Hewan Peliharaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.