• Tentang Kami
Friday, January 23, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Sidang Gugatan Ijazah Jokowi di PN Sleman Ditunda, Ini Alasannya

Hari ini merupakan sidang perdana perkara dugaan ijazah palsu mantan presiden Indonesia, Jokowi

byGalih Priatmojo
May 22, 2025
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sidang perdana perkara dugaan ijazah palsu Jokowi yang digelar di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (22/5/2025)

Sidang perdana perkara dugaan ijazah palsu Jokowi yang digelar di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (22/5/2025). [populi.id/Olyvia Cahaya Sari]

0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BERITA MENARIK LAINNYA

10 Fakta Persidangan Perkara Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Arahan Bupati hingga Chat Raudi Akmal

Soal Perbup Hibah Pariwisata, Saksi: Wewenang di Bupati Selaku Kepala Daerah

SLEMAN, POPULI.ID – Sidang perdana perkara dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Jokowi, di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang berlangsung Kamis (22/5/2025), harus ditunda.
Penundaan dilakukan karena kehadiran pihak ketiga yang ingin turut serta dalam perkara belum melengkapi dokumen administratif.
Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Cahyono tersebut dibuka dengan pemeriksaan identitas dan dokumen para pihak. Komardin, sebagai pihak penggugat, dinyatakan telah memenuhi persyaratan.
Sementara pihak tergugat yang terdiri dari Rektor dan jajaran pimpinan Universitas Gadjah Mada (UGM) serta mantan dosen pembimbing Jokowi, hadir melalui kuasa hukum masing-masing, yakni Ariyanto dan Zahru Arqom.
Perhatian hakim kemudian tertuju pada dua orang yang duduk di barisan penggugat, yakni Muhammad Taufiq—pengacara asal Solo yang juga menggugat keabsahan ijazah Jokowi di PN Solo—dan Andika Dian Prasetyo.
Taufiq menyampaikan bahwa dirinya hadir sebagai pihak ketiga yang mendukung Komardin, namun mengakui belum mengajukan surat permohonan resmi untuk intervensi (voeging).
Ketua Majelis Hakim menegaskan bahwa kehadiran pihak ketiga tanpa kelengkapan administrasi belum dapat diterima dalam persidangan. Taufiq pun diminta untuk melengkapi berkas permohonannya terlebih dahulu sebelum bisa mengikuti jalannya sidang.
“Persidangan hari ini kami nyatakan cukup dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu, 28 Mei, dengan agenda pengajuan permohonan dari pihak intervensi,” ujar Cahyono dalam sidang.
Zahru Arqom, kuasa hukum salah satu tergugat, menyampaikan keberatannya atas kehadiran Taufiq yang belum mengantongi status resmi di persidangan.
Ia menekankan pentingnya prosedur agar posisi hukum pihak ketiga—baik sebagai pendukung salah satu pihak (voeging) maupun netral (tussenkomst)—jelas sebelum terlibat dalam perkara.
“Beliau sudah duduk dalam ruang sidang tanpa permohonan resmi. Seharusnya berkas permohonan masuk terlebih dahulu, baru kemudian bisa dipanggil dan diperiksa,” ucap Arqom.
Menanggapi dinamika tersebut, Majelis Hakim menawarkan opsi mediasi kepada kedua pihak. Komardin menyatakan kesediaannya menjalani proses mediasi, sementara pihak tergugat memilih menunda dan menunggu kejelasan status pihak ketiga terlebih dahulu. Usulan tersebut kemudian disetujui hakim.
Selain itu, para pihak diingatkan untuk menandatangani pakta integritas, yang salah satu poinnya adalah larangan menghubungi hakim demi menjaga independensi dan objektivitas jalannya proses hukum.
“Waktu mediasi diberikan satu bulan, dengan kemungkinan perpanjangan hingga 15 hari. Persidangan akan dilanjutkan pada Rabu, 28 Mei, untuk agenda permohonan pihak intervensi,” tutur Hakim Cahyono.
Usai persidangan, Komardin menegaskan komitmennya mengikuti seluruh tahapan hukum hingga perkara selesai. Ia menilai penting untuk menuntaskan perkara ini sesuai prosedur.
“Apa pun hasil mediasi nanti, kami akan jalani. Bagi saya, perkara ini harus diselesaikan sampai tuntas,” ujarnya.
Tags: cahyonoijazah palsuJokowiPengadilan NegerisidangSlemanUGM

Related Posts

Sidang lanjutan perkara korupsi dana hibah pariwisata menghadirkan saksi Hendra Adi Riyanto yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bagian Hukum Setda Kabupaten Sleman.

10 Fakta Persidangan Perkara Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Arahan Bupati hingga Chat Raudi Akmal

January 23, 2026
Soal Perbup Hibah Pariwisata, Saksi: Wewenang di Bupati Selaku Kepala Daerah

Soal Perbup Hibah Pariwisata, Saksi: Wewenang di Bupati Selaku Kepala Daerah

January 21, 2026
Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman melakukan perawatan dan pengadaan Penerangan Jalan Umum (JPU) sesuai misi visi Bupati dan Wakil Bupati Sleman

Pemkab Sleman Percepat Penyediaan Penerangan Jalan Umum Lewat Skema KPBU, Apa Itu?

January 21, 2026
mantan Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Emi Retnosasi memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata tahun anggaran 2020 di PN Yogyakarta, Rabu (21/1/2026)

Emi Ungkap WA Raudi Akmal dan Arahan Sukseskan Pilkada di Sidang Hibah Pariwisata

January 21, 2026
Penasihat hukum terdakwa pembakar tenda polisi Mapolda DIY, Perdana Arie saat diwawancarai oleh wartawan, Selasa (20/1/2026).

Hadirkan 2 Saksi Fakta, Penasihat Hukum: Pembakaran Tenda Mapolda DIY Bukan Dilakukan Pelaku Tunggal

January 20, 2026
Anak eks Bupati Sleman Raudi Akmal menjadi saksi perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman dengan terdakwa Sri Purnomo di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Senin (19/1/2026)

Sidang Hibah Pariwisata, Hakim: Siapa Berani dengan Anak Bupati?

January 20, 2026
Next Post
Sidang perdana perkara dugaan ijazah palsu Jokowi yang digelar di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (22/5/2025)

6 Fakta Sidang Perdana Gugatan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.