• Tentang Kami
Sunday, July 12, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Lestarikan Budaya, Pemkot Yogyakarta Gelar Jamasan Tombak Kyai Wijaya Mukti

Tombak Kyai Wijaya Mukti dibuat tahun 1921 pada era Sri Sultan HB VIII dan diserahkan oleh Sri Sultan HB X kepada Pemerintah Kota Yogyakarta pada 7 Juni 2000

byGalih Priatmojo
July 24, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menggelar tradisi jamasan membasuh pusaka tombak Kyai Wijaya Mukti

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menggelar tradisi jamasan membasuh pusaka tombak Kyai Wijaya Mukti, Kamis (24/7/2025).

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Jamasan atau prosesi pembersihan pusaka Tombak Kyai Wijaya Mukti telah menjadi tradisi Pemerintah Kota Yogyakarta sejak 25 tahun silam, sebagai simbol dalam merawat budaya yang mengisyaratkan Manunggaling Kawula-Gusti.

Di mana nilai budaya Jawa tersebut mengajarkan tentang kesatuan antara manusia (kawula) dan Tuhan (Gusti). Sehingga dimaknai Pemkot Yogyakarta dalam menjalankan pemerintahan, dengan melibatkan pemahaman dan praktik spiritual yang menekankan bahwa Tuhan hadir dalam diri setiap manusia dan alam semesta.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kisah Sumilah, Pengurus Jenazah yang Menua di Rumah Nyaris Roboh Tapi Kini Menemukan Harapan

Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori: Saya Nderek Pak Wali

Tombak Kyai Wijaya Mukti dibuat tahun 1921 pada era Sri Sultan HB VIII dan diserahkan oleh Sri Sultan HB X kepada Pemerintah Kota Yogyakarta pada 7 Juni 2000 bersamaan dengan HUT ke-53 Pemkot. Sejak penyerahan itu, sehari-harinya Tombak Kyai Wijaya Mukti yang memiliki panjang keseluruhan 3 meter tersebut diletakkan di ruang kerja Wali Kota Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan, Jamasan Pusaka Tombak Kyai Wijaya Mukti menjadi bagian dari nguri-uri kabudayan, melestarikan budaya dan tradisi yang marwahnya harus dipelihara.

“Sebagai Kota budaya, tentu dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa lepas dari budaya dan tradisi, sehingga kita bisa memaknai satu hal lebih dalam khususnya pada peristiwa penting. Seperti hari ini bahwa pusaka ini menjadi suatu simbol atas kekuatan serta ketangguhan pemerintah dalam mengabdi dan melayani masyarakat,” ujarnya usai Jamasan Pusaka di Plaza Balai Kota sebagaimana dikutip dari laman Pemkot Yogyakarta, Kamis (24/7/2025).

Pihaknya menyampaikan, sebagai pemimpin dan penyelenggara pemerintahan harus punya sifat “kandhel” yaitu memiliki keteguhan hati, kepercayaan diri dan keuletan dalam melayani masyarakat.

“Harus kuat dan tangguh, tidak mingkuh, tidak pantang menyerah untuk bekerja melayani masyarakat. Termasuk kaitannya dengan upaya pemerintah memenuhi ekspektasi publik dalam memberi kemudahan dan kemurahan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti menjelaskan, Jamasan Pusaka menjadi tradisi Pemkot sebagai refleksi bagaimana pemerintah harus terus berupaya memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat.

“Ini tradisi yang dilakukan satu tahun sekali pada saat bulan Suro, untuk merawat Pusaka yang merupakan pemberian dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, juga punya makna mendalam bagi penyelenggara pemerintah untuk memahami apakah selama ini sudah memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu perwakilan Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Victor Mukhammadenis Hidayatullah mengatakan, Wijaya bermakna kemakmuran atau kejayaan dan Mukti artinya nyata.

“Sehingga harapannya Kota Yogyakarta mendapat kemakmuran yang nyata, sekaligus sebagai pengingat Wali Kota dan pemerintah untuk menjalankan amanah dari masyarakat dengan niat dan perilaku yang baik,” katanya.

Tags: budayahasto wardoyojamasanPemkot Yogyakartatombak Kyai Wijaya Muktiwali kota yogyakarta

Related Posts

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat melihat kondisi penerima bantuan bedah rumah di Kelurahan Panembahan, Keraton, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (12/7/2026).

Kisah Sumilah, Pengurus Jenazah yang Menua di Rumah Nyaris Roboh Tapi Kini Menemukan Harapan

July 12, 2026
Budi Santosa Asrori resmi mengemban tugas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, pada Rabu (8/7/2026).

Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori: Saya Nderek Pak Wali

July 9, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dan jajarannya memberikan ucapan selamat kepada Budi Santosa Asrori yang dilantik menjadi Sekda Kota Yogyakarta, pada Rabu (8/7/2026).

Budi Santosa Asrori Resmi Dilantik sebagai Sekda Kota Yogyakarta

July 9, 2026
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta Joko Prayitno saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

Sensus Ekonomi Kota Yogyakarta Capai 20,15 Persen, Sultan hingga Wali Kota Sudah Didata

July 2, 2026
Bambang Hartono (67), warga Kampung Papringan, Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, menunjukkan kondisi atap rumahnya yang sudah lapuk, Minggu (28/6/2026).

2 Dekade Menahan Retak Jejak Gempa 2006, Rumah Lansia di Gondokusuman Akhirnya Diperbaiki

June 28, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, didampingi Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, saat didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026, belum lama ini.

Cerita Wali Kota Yogyakarta Ditanya Hal Tak Terduga Saat Ikuti Sensus Ekonomi 2026

June 26, 2026
Next Post
Wamen ATR/BPN Bantah Penertiban Tanah Telantar karena Ada 60 Keluarga Kuasai 48 Persen Lahan di Indonesia

Wamen ATR/BPN Bantah Penertiban Tanah Telantar karena Ada 60 Keluarga Kuasai 48 Persen Lahan di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.