SLEMAN, POPULI.ID – Ribuan warga memadati Lapangan Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Jumat (8/8), untuk menyaksikan kemeriahan Upacara Adat Saparan Bekakak.
Tradisi tahunan ini dihadiri langsung Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang mendorong pelestarian budaya sebagai identitas daerah.
Upacara dimulai dengan prosesi adat bersama seluruh bregodo, diiringi pecah kendi dan pelepasan burung sebagai simbol doa dan harapan.
Kirab bregodo kemudian membawa berbagai sesaji bekakak, disertai arak-arakan ogoh-ogoh, menuju Petilasan Gunung Gamping.
“Saparan Bekakak adalah simbol rasa syukur masyarakat Ambarketawang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini diharapkan membawa berkah, keselamatan, tanah subur, dan rezeki yang melimpah,” ujar Danang.
Ia menambahkan, antusiasme warga dalam mengikuti prosesi menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan.
“Ini bukti nyata semangat melestarikan adat dan budaya luhur Yogyakarta,” imbuhnya.
Puncak acara ditandai dengan penyembelihan sepasang bekakak, boneka sesaji berbahan tepung ketan dan gula merah—di Petilasan Gunung Gamping.
Ritual ini dipercaya sebagai ungkapan syukur sekaligus tolak bala bagi masyarakat sekitar.












