• Tentang Kami
Tuesday, May 12, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kasus Penemuan 11 Bayi di Pakem, Pemilik Kontrakan di Gamping Ungkap Aktivitas Bidan ORP: Sering Jumat Berkah

Pemilik rumah kontrakan di Gamping mengaku mengenal bidan ORP sebagai sosok baik dan aktif menggelar kegiatan Jumat Berkah sebelum kasus penitipan 11 bayi terungkap.

byredaksi
May 12, 2026
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Suasana tempat persalinan anak di sebuah kontrakan di Gamping, Sleman yang dikelola oleh bidan ORP, Selasa (12/5/2026).

Suasana tempat persalinan anak di sebuah kontrakan di Gamping, Sleman yang dikelola oleh bidan ORP, Selasa (12/5/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Tempat praktik persalinan sekaligus penitipan bayi di wilayah Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, yang belakangan menjadi perhatian publik, disebut memiliki aktivitas sosial yang cukup aktif di lingkungan sekitar.

Sebelumnya, aparat kepolisian mengamankan 11 bayi yang dititipkan kepada bidan berinisial ORP. Bayi-bayi tersebut diketahui dipindahkan secara diam-diam ke sebuah rumah di Dusun Wonokerso, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem.

BERITA MENARIK LAINNYA

Polisi Ungkap Bidan Penitip 11 Bayi di Pakem Sleman Tak Kantongi Izin Daycare

Kasus Penemuan 11 Bayi di Pakem Sleman, Bupati Harda Kiswaya Minta Tata Kelola Daycare Diperbaiki

Pemilik rumah kontrakan di Gamping, Marwoto, mengaku mengenal ORP sebagai pribadi yang baik dan kerap terlibat dalam kegiatan sosial.

“Kalau keseharian bidan itu ya orangnya baik, secara pribadi juga bagus. Sering mengadakan Jumat berkah juga,” ujar Marwoto saat ditemui wartawan, Selasa (12/5/2026).

Ia mengaku terkejut setelah mengetahui rumah kontrakannya diduga digunakan untuk aktivitas penitipan bayi di Pakem.

Menurut dia, praktik persalinan yang dijalankan ORP cukup ramai pasien. Namun, dirinya tidak mengetahui jika tempat tersebut juga menerima penitipan bayi, termasuk untuk ibu yang hamil di luar nikah.

“Kalau melayani pasien di luar nikah saya tidak tahu. Yang saya tahu hanya praktik persalinan saja, lainnya saya juga tidak paham,” katanya.

Marwoto menjelaskan rumah kontrakan itu disewa ORP untuk praktik persalinan dan pembayaran dilakukan setiap bulan. Aktivitas tersebut disebut telah berjalan sekitar satu tahun.

Ia juga menyebut operasional praktik berlangsung hingga malam hari. ORP disebut biasanya pulang paling akhir setelah seluruh pegawai meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Polresta Sleman masih mendalami kasus penemuan 11 bayi di sebuah rumah di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem. Sejumlah pihak mulai dari bidan, pengasuh, hingga orang tua bayi telah dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi mengatakan pihaknya telah meminta klarifikasi kepada bidan ORP terkait praktik penitipan bayi tersebut.

“Kami sudah meminta klarifikasi kepada bidan yang membantu proses persalinan hingga penempatan bayi di lokasi itu. Pengasuh yang menjaga rumah tersebut juga sudah dimintai keterangan,” ujarnya.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah ibu yang menitipkan anak mereka di tempat tersebut. Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum.

“Beberapa ibu juga sudah kami mintai penjelasan mengenai alasan menitipkan anak di sana. Saat ini penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum,” kata Wiwit.

Menurutnya, sejauh ini belum ditemukan indikasi tindak pidana. Ia menjelaskan lokasi penitipan bayi sebelumnya berada di wilayah Gamping sebelum sementara dipindahkan ke Pakem karena tempat awal digunakan untuk kegiatan lain.

Wiwit menyebut seluruh bayi tersebut lahir di sebuah praktik bidan di Banyuraden, Gamping. Awalnya hanya ada satu bayi yang dititipkan karena alasan kemanusiaan dan kondisi tertentu.

“Dari satu bayi kemudian berkembang hingga ada 10 bayi lainnya yang dititipkan,” ungkapnya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, sebagian besar orang tua menitipkan bayi karena kesibukan, termasuk masih berstatus mahasiswa. Polisi juga menemukan mayoritas bayi lahir di luar pernikahan.

“Mayoritas bayi lahir di luar nikah. Namun terkait status hukumnya masih kami dalami. Orang tua juga membayar biaya penitipan sekitar Rp50 ribu per hari untuk setiap anak,” jelasnya.

Di sisi lain, tiga bayi diketahui mengalami gangguan kesehatan seperti hernia, penyakit kuning, dan kelainan jantung. Ketiganya kini menjalani perawatan di RSUD Sleman. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: bidandaycareGampingpenitipan anak

Related Posts

Ilustrasi penampungan bayi di kawasan Pakem

Polisi Ungkap Bidan Penitip 11 Bayi di Pakem Sleman Tak Kantongi Izin Daycare

May 11, 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Kasus Penemuan 11 Bayi di Pakem Sleman, Bupati Harda Kiswaya Minta Tata Kelola Daycare Diperbaiki

May 11, 2026
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi.

Polresta Sleman Dalami Kasus Penitipan 11 Bayi di Pakem, Mayoritas Lahir di Luar Nikah

May 11, 2026
Ilustrasi penampungan bayi di kawasan Pakem

7 Fakta Penemuan Belasan Bayi di Pakem Sleman: Bermula dari Slametan hingga Titipan Mahasiswi

May 11, 2026
Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 88 Anak Korban Little Aresha Pindah ke Daycare Terverifikasi

Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 88 Anak Korban Little Aresha Pindah ke Daycare Terverifikasi

May 10, 2026
Resmikan Balai RW 46 di Perum Baleasri, Hasto Karyantoro Berharap Kegiatan Warga Lebih Terpusat

Resmikan Balai RW 46 di Perum Baleasri, Hasto Karyantoro Berharap Kegiatan Warga Lebih Terpusat

May 4, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.