• Tentang Kami
Friday, February 13, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Peci: Identitas Bangsa atau Sekadar Keren?

Penutup kepala peci, atau disebut juga songkok atau kopiah belakangan ini makna sakralnya kian terkikis. Bahkan ada yang menganggapnya hanya sekadar keren

byGalih Priatmojo
September 11, 2025
in headline, Sikap
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi peci

Ilustrasi peci. [vecteezy/nurlaely rohmah]

0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Dua pekan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penampilan mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer mencuri perhatian. Ia kini mengenakan peci.

Gaya anyar pria yang dikenal dengan sapaan Noel itu tampak seusai menjalani pemeriksaan di KPK, Kamis (11/9/2025).

BERITA MENARIK LAINNYA

6 Fakta Terkini Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Fee 10 Persen hingga Wisata Mati Suri

Terungkap, Dana Hibah Pariwisata untuk Pokdarwis Disunat Rp2,5 Juta

Sembari melempar senyum, eks Ketua Kelompok Jokowi Mania (JoMan) tersebut menanggapi santai ketika ditanya awak media terkait penampilan barunya. Biar kelihatan keren katanya.

Noel tentu bukanlah satu-satunya yang mendadak macak begitu.

Contoh lainnya masih banyak. Di antaranya yakni Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang juga pernah diciduk lembaga anti-rasuah terkait kasus pemerasan terhadap pegawai di lingkungan Pemprov Bengkulu.

Politis Partai Golkar tersebut diketahui terjaring Operasi Tangkap Tangan atau OTT pada 23 November 2024 di Bengkulu ketika menerima sejumlah uang yang diduga merupakan hasil pemerasan.

Ketika digiring ke KPK, Rohidin tampak mengenakan masker serta topi berwarna putih.

Tak berapa lama, ia terlihat berjalan di lobi KPK mengenakan rompi oranye dengan tangan diborgol serta menutup kepalanya dengan peci hitam.

Peci yang sejatinya merupakan simbol sakral, belakangan justru bergeser menjadi pernak-pernik wajib para koruptor. Bahkan ironisnya, pemakaian peci hanya sekadar agar terlihat keren.

Padahal bila menengok sejarah, peci tak hanya dipakai asal keren saja tetapi simbol religius hingga identitas bangsa loh.

Merujuk pada publikasi Sejarah Penutup Kepala di Indonesia: Studi Kasus Pergeseran Makna Tanda Peci Hitam (1908-1949) karya Najiyah Siti Firqo dari UIN Sunan Ampel Surabaya, songkok atau peci mula-mula diperkenalkan oleh pedagang Arab pada abad ke-8 ketika menyebarkan ajaran Islam di nusantara.

Menurut Rozan Yunos dalam karyanya The Origin of the Songkok or Kopiah telah jamak dipakai oleh masyarakat muslim di kawasan Melayu sejak abad ke-13.

Memasuki abad ke-20, ketika Indonesia tengah memasuki periode kebangkitan nasional, peci dipakai sebagai simbol identitas bangsa.

Tjokroaminoto misalnya. Di awal kepemimpinannya di Sarikat Islam tahun 1912, ia yang berlatar Jawa kerap mengenakan blangkon sebagai identitasnya.

Tapi ketika Sarikat Islam di kemudian tak hanya dipimpin dari suku Jawa, ia menanggalkan blangkon yang selama ini dipakai sebagai penutup kepala.

Ia mengubah penampilannya dengan mengenakan kopiah atau peci hitam polos.

Hal serupa juga dilakukan Soekarno ketika mengikuti rapat Jong Java.

Pada akhir Juni 1921, Soekarno bahkan mengusulkan agar peci dipakai sebagai lambang perjuangan menuju Indonesia merdeka.

Dengan tujuan menunjukkan kesetaraan bangsa Indonesia, peci yang mulanya hanya dikenakan oleh sejumlah tokoh muslim sebagaimana Hamka, Natsir hingga Agus Salim, kemudian mulai jamak dipakai oleh khalayak tak terbatas oleh umat muslim, sebagai simbol perlawanan.

Soekarno bahkan mengenakan peci ketika membacakan pledoi Indonesia Menggugat di pengadilan Landraad, Bandung, 18 Agustus 1930.

Di kemudian hari, pemakaian peci sebagai identitas bangsa mengalami pasang surut hingga pergeseran.

Di masa pendudukan Jepang, melalui propagandanya penggunaan peci dicirikan sebagai gaya tradisional.

Propaganda tersebut sedikit banyak memberikan pengaruh, di mana kemudian sejumlah tokoh bangsa mulai terbiasa menanggalkan peci dalam momen-momen penting.

Di antaranya pernah dilakukan oleh Mohammad Hatta ketika mengikuti Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda. Penampilannya yang tanpa mengenakan peci tersebut pun sempat menuai gunjingan.

Di masa Orde Baru, penggunaan peci berupaya dipertahankan sebagai identitas bangsa. Presiden Soeharto ketika itu nyaris senantiasa mengenakan penutup kepala memakai peci termasuk ketika kunjungan kenegaraan.

Belakangan, meski peci masih dipakai oleh sejumlah pejabat negara termasuk Presiden Prabowo sebagai identitas bangsa, nyatanya secara makna tak lagi sakral.

Bagaimana tidak, peci juga dipakai sebagai pelengkap bagi mereka yang telah mengenakan rompi oranye ketika dipajang di depan tembok KPK.

Apakah kini peci memang hanya sekadar pelengkap agar tampak keren? Apakah para perampok uang rakyat itu pantas mengenakan peci sebagai simbol yang dirancang oleh para pendahulu sebagai identitas bangsa?

Tags: identitas bangsaImmanuel EbenezerKorupsipecisejarahSoekarno

Related Posts

6 Fakta Terkini Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Fee 10 Persen hingga Wisata Mati Suri

6 Fakta Terkini Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Fee 10 Persen hingga Wisata Mati Suri

February 12, 2026
Terungkap, Dana Hibah Pariwisata untuk Pokdarwis Disunat Rp2,5 Juta

Terungkap, Dana Hibah Pariwisata untuk Pokdarwis Disunat Rp2,5 Juta

February 12, 2026
Mahfud MD menyoroti soal anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia.

Soroti Indeks Korupsi Indonesia Anjlok, Mahfud MD: Kalau Hukum Dimain-mainkan Negara Terancam

February 11, 2026
Sejumlah saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman tahun anggaran 2020 dengan terdakwa Sri Purnomo yang digelar Jumat (6/2/2026). Saksi yang dihadirkan JPU mulai dari ketua Pokdarwis hingga PAC PDIP Sleman

5 Fakta Terbaru Sidang Hibah Pariwisata Sleman, Diwarnai Ketegangan hingga Peran Keluarga Terdakwa

February 9, 2026
Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana hibah dengan terdakwa Sri Purnomo di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Rabu (4/2/2026)

7 Fakta Terbaru Sidang Hibah Pariwisata Sleman: Dari Peran Rumah Dinas Bupati hingga Nego Harga di Hotel

February 5, 2026
Penggawa Timnas Futsal Indonesia

Sejarah Panjang dan Catatan Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia di Asia

February 4, 2026
Next Post
Jumpa pers kasus pelemparan bom molotov dan batu di sejumlah titik pos polisi di Kota Yogyakarta dan Sleman di Mapolresta Yogyakarta, Kamis (11/9/2025). (populi.id/ Hadid Pangestu)

JPW Dorong Polresta Dalami Motif Pelaku Perusakan dan Pelemparan Molotov Pos Polisi di Jogja dan Sleman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.