• Tentang Kami
Friday, January 23, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Empat Jenis Makanan PKL di Lapangan Pemkab Sleman Terkontaminasi Formalin dan Boraks

ustina Etik Handayani Pudjiastuti, mengatakan uji pangan di Lapangan Pemkab Sleman ini digelar usai permohonan Disperindag Sleman.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
October 4, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Petugas BPOM Yogyakarta menguji sampel makanan pedagang kaki lima di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (3/10/2025). (Dok. Diskominfo Sleman)

Petugas BPOM Yogyakarta menguji sampel makanan pedagang kaki lima di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (3/10/2025). (Dok. Diskominfo Sleman)

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Yogyakarta melakukan pengawasan bahan pangan berbahaya kepada para pedagang kaki lima (PKL) di Lapangan Pemkab Sleman, Jumat (3/10/2025). Hasil dari pengawasan ini menyatakan ada empat sampel makanan PKL yang mengandung formalin dan boraks.

Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Kurnia Astuti, mengatakan kegiatan pengawasan yang dilakukan bersama BPOM memang diawali permintaan Disperindag. Tujuannya adalah untuk mendeteksi barang yang dijual mengandung bahan berbahaya atau tidak.

BERITA MENARIK LAINNYA

10 Fakta Persidangan Perkara Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Arahan Bupati hingga Chat Raudi Akmal

Soal Perbup Hibah Pariwisata, Saksi: Wewenang di Bupati Selaku Kepala Daerah

Selain itu, pengawasan ini juga untuk membranding kuliner Lapangan Pemkab Sleman yang aman bagi masyarakat. Menurut Kurnia, perlu ada kepercayaan yang diberikan masyarakat.

“Kawasan Lapangan Pemkab Sleman merupakan salah satu ruang publik yang paling populer saat ini, selain menjadi tempat jogging yang paling ramai, di kawasan ini juga terdapat banyak jajanan dan kuliner,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).

Terkait tindak lanjut usai pengawasan, ia menyebut pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha yang dagangannya mengandung formalin dan boraks.

“Kami juga akan membina pedagang yang kedapatan dagangannya mengandung bahan berbahaya,” kata Kurnia.

Ketua Tim Kegiatan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas BPOM Yogyakarta, Yustina Etik Handayani Pudjiastuti, mengatakan uji pangan di Lapangan Pemkab Sleman ini digelar usai permohonan Disperindag Sleman. Pengujian dilakukan dengan mengambil sampling terhadap 40-50 sampel makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B dan methanil yellow.

Hasil pengujian dinyatakan positif mengandung boraks pada dua sampel kerupuk gendar. Sedangkan makanan berformalin ditemukan pada sampel ikan teri dan cumi asin. “Ada empat sampel yang positif,” ungkap Yustina.

Ia menerangkan formalin yang umum digunakan sebagai bahan pengawet jenazah berbahaya jika disalahgunakan untuk mengawetkan makanan. Begitu pula boraks yang dipakai untuk pengawet dan pengenyal.

Hal ini bisa menimbulkan beragam penyakit seperti gagal ginjal hingga kanker. Jika sudah parah, bahkan bisa menyebabkan kematian.

“Nanti bisa gagal ginjal atau kena organ dalam lain. Bisa kanker. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kematian kalau parah,” ucapnya.

Yustina mengatakan kegiatan ini sangat mendukung untuk bisa memastikan pangan yang dijual oleh pelaku usaha dinyatakan aman. Sehingga masyarakat bisa merasa tenang dan aman saat membelinya.

“Kami berharap dengan kegiatan (pengujian) ini, ke depan pangan yang dijual oleh para pelaku usaha aman, dari bahan berbahaya. Sehingga kepercayaan masyarakat bisa meningkat,” ucapnya.

Tags: BPOM YogyakartaDisperindagformalinKurnia AstutiPedagang Kaki LimaSlemanterkontaminasiYustina Etik handayani Pudjiastuti

Related Posts

Sidang lanjutan perkara korupsi dana hibah pariwisata menghadirkan saksi Hendra Adi Riyanto yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Subbagian Peraturan Perundang-undangan Bagian Hukum Setda Kabupaten Sleman.

10 Fakta Persidangan Perkara Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Arahan Bupati hingga Chat Raudi Akmal

January 23, 2026
Soal Perbup Hibah Pariwisata, Saksi: Wewenang di Bupati Selaku Kepala Daerah

Soal Perbup Hibah Pariwisata, Saksi: Wewenang di Bupati Selaku Kepala Daerah

January 21, 2026
Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman melakukan perawatan dan pengadaan Penerangan Jalan Umum (JPU) sesuai misi visi Bupati dan Wakil Bupati Sleman

Pemkab Sleman Percepat Penyediaan Penerangan Jalan Umum Lewat Skema KPBU, Apa Itu?

January 21, 2026
mantan Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Emi Retnosasi memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata tahun anggaran 2020 di PN Yogyakarta, Rabu (21/1/2026)

Emi Ungkap WA Raudi Akmal dan Arahan Sukseskan Pilkada di Sidang Hibah Pariwisata

January 21, 2026
Penasihat hukum terdakwa pembakar tenda polisi Mapolda DIY, Perdana Arie saat diwawancarai oleh wartawan, Selasa (20/1/2026).

Hadirkan 2 Saksi Fakta, Penasihat Hukum: Pembakaran Tenda Mapolda DIY Bukan Dilakukan Pelaku Tunggal

January 20, 2026
Anak eks Bupati Sleman Raudi Akmal menjadi saksi perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman dengan terdakwa Sri Purnomo di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Senin (19/1/2026)

Sidang Hibah Pariwisata, Hakim: Siapa Berani dengan Anak Bupati?

January 20, 2026
Next Post
Pegiat Suara Ibu Indonesia Yogyakarta, Kalis Mardiasih saat diwawancarai wartawan terkait Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (4/9/2025)

Ibu-Ibu Yogyakarta Kembali Kritik Program MBG di Bundaran UGM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.