YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berfokus melakukan pengembangan laboratorium pengolahan sampah integrated farming di Lokasi Persawahan Bener,Tegalrejo, Kota Yogyakarta.
Pada Kamis (9/10/2025) Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo nampak terlihat meninjau perkembangan laboratorium tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan menyampaikan lokasi tersebut paling lambat beroperasi pada akhir tahun darimana sumber anggaran pemerintah harus ditutup.
“Kalau kami berharap akhir tahun ini sudah mulai. Mungkin kendalanya saat ini waktunya itu sudah mepet dengan akhir tahun,” katanya, Kamis (9/10/2025).
“Waktunya mepet, sehingga sebenarnya bukan kendala, tapi harus kerja lebih ekstra keras lagi,” ujarnya.
Di lokasi tersebut akan dibuat sebanyak 50 titik biopori jumbo yang dibangun dari bis beton untuk pengolahan pupuk baik kering maupun cair. Ia menyebut masing-masing biopori berdiameter 80 cm.
“Dalamnya itu bisa memiliki kedalaman 3 sampai 4 buis (lubang beton). Per buisnya itu ada yang 40 hingga 60 cm,” katanya.
“Nanti dalam biopori akan diproses menjadi pupuk organik atau menjadi media tanam yang diperuntukkan di semua pupuk yang dibutuhkan oleh pemerintah atau masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut sampah yang diolah berasal dari sapuan jalan maupun makanan sisa dari rumah-rumah yang masih segar atau Olahan Sampah Dapur (OSD).
Keuntungan, sampah-sampah tersebut tidak memiliki bau sehingga tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
Sementara Pembina Petani Milenial Kota Yogyakarta Eka Yulianta menyampaikan dirinya bersyukur dengan adanya laboratorium pengolahan pupuk organik tersebut.
Dirinya yang dilibatkan dalam pengolahan pupuk organik tersebut, menjamin bahwa pupuk organik yang dihasilkan memiliki standarisasi dibandingkan dengan pupuk organik dan media jenis lainya,
Ia menyebut terdapat kandungan Nitrogen, Fosfor dan Kalium (NPK) yang cukup tinggi hingga 12 persen. “Karena untuk aktivatornya yang kita kan yang Dinas Pertanian yang membuat. Jadi tidak menggunakan NPK-4,” katanya.
“Jadi layak untuk menjadi media tanam, layak untuk menjadi pukul. Apalagi nanti ada budidaya cacing yang yang sangat dibutuhkan oleh tanah,” katanya.
Ia menyebut pupuk organik dan media tanam memiliki keunggulan untuk menciptakan kesuburan tanah melalui pupuk hayati berasal dari air lindi hasil pengolahan biopori jumbo.
(populi.id/Hadid Pangestu)












![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)