• Tentang Kami
Friday, July 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Terbatas SDM, Separuh Kampung Wisata di Kota Yogyakarta Tak Lagi Aktif

sebagian kampung wisata belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia dan manajemen pengelolaan. Karena itu, Pemkot akan memperkuat kolaborasi dengan kalangan akademisi

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
October 30, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pengendara melintas di kawasan Kampung Wisata Basen, Kotagede, Yogyakarta.

Pengendara melintas di kawasan Kampung Wisata Basen, Kotagede, Yogyakarta. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
39
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tengah berupaya menghidupkan kembali aktivitas di 27 kampung wisata yang tersebar di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sekitar separuh di antaranya dinilai tidak aktif dan hanya berfungsi sebatas papan nama.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari, mengatakan pihaknya telah menggandeng akademisi serta pelaku industri pariwisata untuk membantu mengembangkan potensi kampung wisata. Langkah ini berawal dari kegiatan workshop resiliensi industri pariwisata belum lama ini digelar.

BERITA MENARIK LAINNYA

Banyak UMKM di Kota Yogyakarta Tumbang, Kini Tinggal 7 Ribu yang Bertahan

Cerita Petugas Damkarmat Yogyakarta Evakuasi Kuda Tercebur Selokan di Umbulharjo

“Kami ingin agar seluruh kampung wisata benar-benar aktif. Seperti di Bali, ketika wisatawan datang sudah tahu akan melihat tari kecak, nah di Jogja nanti kami ingin ada hal serupa,” ujar Heny, Kamis (30/10/2025).

Ia mencontohkan, setiap kampung wisata idealnya memiliki daya tarik khas dan kegiatan rutin yang bisa disaksikan pengunjung. Misalnya, pelatihan tari tradisional yang terbuka untuk umum atau pertunjukan budaya yang digelar secara berkala.

Menurut Heny, sebagian kampung wisata belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia dan manajemen pengelolaan. Karena itu, Pemkot akan memperkuat kolaborasi dengan kalangan akademisi, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta asosiasi pemandu wisata agar kampung-kampung tersebut bisa kembali aktif dan mandiri.

“Kampung Notoprajan salah satu contoh yang sudah berjalan dengan baik. Harapannya semua kampung bisa seperti itu,” katanya.

Heny menambahkan, penguatan kampung wisata menjadi bagian dari upaya memperpanjang lama tinggal atau length of stay wisatawan di Kota Yogyakarta. Selama ini, kemudahan akses transportasi membuat banyak wisatawan hanya singgah sebentar.

“Sekarang banyak yang ke Jogja datang pagi, malam sudah pulang lagi. Kami ingin mereka betah, tinggal lebih lama, dan membelanjakan uangnya di Jogja,” ucapnya.

Untuk itu, Pemkot berupaya mengangkat kembali potensi lokal di tiap kampung wisata. Heny mencontohkan kawasan Kotagede yang tidak hanya dikenal lewat kerajinan peraknya, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan kuliner khas seperti roti Kembang Waru.

“Nilai-nilai kebudayaan lokal ini yang perlu diangkat lagi agar wisata di Jogja tidak hanya berpusat di Malioboro,” tutur Heny.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Cesaria Eka Yulianti, mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap kampung wisata. Pendampingan ini meliputi pemetaan potensi, pengembangan produk unggulan, hingga pelatihan digital marketing.

“Kami mendampingi kampung wisata untuk menggali potensi dan memperkuat promosi mereka. Ke depan, kami juga akan mengadakan test tour bersama pelaku industri pariwisata untuk menggeliatkan aktivitas kampung wisata,” jelas Cesaria.

 

Tags: Cesaria Eka Yuliantidinas pariwisatakampung wisataKota YogyakartaPatricia Heny Dian Anitasari

Related Posts

Ilustrasi kegiatan UMKM di Kota Yogyakarta

Banyak UMKM di Kota Yogyakarta Tumbang, Kini Tinggal 7 Ribu yang Bertahan

July 8, 2026
Petugas Damkarmat Kota Yogyakarta mengevakuasi seekor kuda penarik andong yang tercebur ke dalam selokan di Jalan Pramuka, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Minggu (28/6/2026) tengah malam.

Cerita Petugas Damkarmat Yogyakarta Evakuasi Kuda Tercebur Selokan di Umbulharjo

June 30, 2026
Sejumlah wisatawan mancanegara sedang melintas di Gang Hansip Karno Waluyo yang dijuluki Gang Internasional di Kelurahan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Minggu (28/6/2026).

Menjelajahi Gang Internasional di Tegalpanggung Yogyakarta, Jalur Pintas Favorit Turis Backpacker

June 29, 2026
Bambang Hartono (67), warga Kampung Papringan, Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, menunjukkan kondisi atap rumahnya yang sudah lapuk, Minggu (28/6/2026).

2 Dekade Menahan Retak Jejak Gempa 2006, Rumah Lansia di Gondokusuman Akhirnya Diperbaiki

June 28, 2026
Benny Budyo Winahyu, ketua RT 53 Balirejo, Muja-Muju

Jalan Panjang Menata Kehidupan Kawasan Kumuh Bantaran Gajah Wong

June 22, 2026
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Kepala Diskominfo Kota Yogyakarta, Ignatius Trihastono memberi keterangan terkait program ducting kabel fiber optik, Senin (15/6/2026).

Relokasi Kabel Fiber Optik Udara Sasar Lima Titik Jalan di Batas Kota Yogyakarta pada 2026

June 16, 2026
Next Post
Massa buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY menggelar aksi di kawasan Tugu Yogyakarta, Kamis (30/10/ 2025).

Buruh DIY Desak Kenaikan UMP hingga Rp 4 Juta dan Tuntut Revisi UU Ketenagakerjaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.