SLEMAN, POPULI.ID – Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Sleman saat ini berada di angka 4,07%. Artinya ada sebanyak 28.117 orang dari total 690.157 angkatan kerja yang menganggur. Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mencapai 72,95% dan tingkat kesempatan kerja (TKK) berada di angka 95,88%.
“Sebagian besar pengangguran saat ini masih didominasi oleh generasi muda, terutama lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, Kamis (24/9/2026).
Menurut dia, persoalan utama banyaknya jumlah pengangguran di Kabupaten Sleman bukan sekadar minimnya lowongan kerja. Melainkan ada ketidaksesuaian atau mismatched antara keterampilan yang dimiliki pencari kerja dengan standar industri.
“Kondisi itu bukan semata-mata karena tidak adanya lowongan pekerjaan, tetapi terjadi mismatched antara keterampilan dan kompetensi yang dimiliki angkatan kerja dengan kebutuhan industri,” jelas Epiphana.
Guna menjembatani jurang ketidaksesuaian skill tersebut, Disnaker Sleman menyediakan berbagai paket pelatihan teknis di Balai Latihan Kerja (BLK) maupun Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Total ada sebanyak 11 kejuruan atau bidang pelatihan, mulai dari tata busana, tata rias, teknik elektronika, bisnis pemasaran, garment apparel, pengolahan hasil pertanian, otomotif, teknologi mekanik, teknik bangunan, hingga pelatihan di bidang digital.
Dari belasan kejuruan yang dibuka, kelas content creator dan digital marketing menjadi program yang paling banyak diserbu pendaftar. “Dari sekian banyak kejuruan, yang sangat tinggi peminatnya saat ini adalah content creator dan digital marketing. Banyak anak-anak muda yang mendaftar. Sebagai gambaran, pada pelatihan digital marketing sebelumnya, pendaftar mencapai 400 orang, sementara kuota yang tersedia melalui pendanaan APBN hanya untuk 72 peserta,” ungkapnya.
Melihat tingginya kebutuhan dan antusiasme masyarakat, Disnaker Sleman pun menyesuaikan porsi kelas untuk bidang digital tersebut agar dapat menampung lebih banyak peserta muda. “Satu kuota kelas atau paket pelatihan rata-rata diisi 12 hingga 16 orang. Karena kebutuhan yang sangat tinggi, untuk content creator dan digital marketing porsinya kami perbanyak, misalnya dibuka hingga dua angkatan, sementara kejuruan lain satu angkatan,” paparnya.
Epiphana menjelaskan bahwa durasi masing-masing pelatihan bervariasi. Untuk program pelatihan di LPK dikatakan berlangsung selama 12 hari atau 100 jam pelajaran. Sedangkan, program pelatihan di BLK berlangsung hingga 21 hari sampai satu bulan. (Dewi Rukmini)








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



