YOGYAKARTA, POPULI.ID – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengingatkan masyarakat untuk tidak panic buying (berbelanja) dan berlomba-lomba memborong bahan pangan menjelang momen Hari Raya Idulfitri 2026.
Sebab, sampai saat ini stok bahan pangan di Kota Yogyakarta dipastikan masih tersedia dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat selama Lebaran.
“Jadi imbauan saya jangan borong terlalu banyak, hanya khawatir kalau nanti harganya naik. Tidak usah lomba-lomba borong karena bahan pangan tersedia, Anda semua tidak akan kehabisan stok,” kata Hasto, Selasa (17/3/2026).
Pihaknya memastikan masyarakat Kota Yogyakarta tidak akan kehabisan stok pangan. Sebab, pihaknya bakal membantu menjaga stok bahan pangan di pasar, agar masyarakat tidak merasakan ada kekurangan.
“Selain itu, saya imbau tidak usah boros-boroslah. Cintailah produk-produk nonimpor, kemudian melarisi (dagangan) tetangga sendiri, dan beli bahan-bahan yang produk dalam negeri,” lanjutnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta, Sukidi, mengatakan bahwa stok dan ketersediaan 12 jenis pangan di Kota Yogyakarta dalam kondisi aman. Ketersediaan stok pangan dipastikan bisa bertahan 1,4 bulan hingga 2 bulan mendatang.
“Neracanya aman dan ketahanan stok rata-rata 1,4 bulan, bahkan gula pasir bisa bertahan 2 bulan. Itu terhitung dari Minggu pertama terakhir Maret 2026. Sehingga masyarakat tidak perlu harus berduyung-duyung memborong bahan pangan, karena stoknya cukup,” jelasnya.
Berdasarkan data DPP Kota Yogyakarta pada Minggu ke-2 Maret 2026, ketersediaan komoditi beras mencapai 1.847 ton, jagung 9,34 ton, kedelai 186,59 ton, bawang merah 57,57 ton, bawang putih 65,21 ton, cabai besar 46,30 ton, cabai rawit 32 ton, daging sapi 67,35 ton, daging ayam ras 394,71 ton, telur ayam ras 719,34 ton, gula pasir 194,11 ton, dan minyak goreng 196,36 ton.
“Angka-angka yang kami peroleh itu bukan angka ekspetasi, tapi angka yang kami peroleh secara riil dari hasil pemantauan teman-teman di gudang beras milik swasta, pasar tradisional, dan retail modern,” papar dia.
Sukidi tak menampik ketika momen puasa Ramadan dan Lebaran terjadi lonjakan kebutuhan pokok. Semisal kebutuhan beras yang pada hari biasa sekitar 1.150 ton per minggu meningkat menjadi 1.500 ton saat bulan Ramadan dan Idul Fitri atau hari besar keagamaan nasional. Lonjakan itu dikatakan sebagai dampak meningkatnya aktivitas buka, sahur, dan makan bersama.
Kendati demikian, dia memastikan ketersediaan stok pangan sangat aman untuk 1,5 bulan ke depan atau hingga Mei 2026. Di sisi lain upaya menjaga ketahanan pangan keluarga juga sudah dilakukan Perum Bulog dengan menyalurkan bantuan pangan untuk Februari-Maret 2026.
“Per keluarga mendapatkan 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)











