YOGYAKARTA, POPULI.ID – Belum lama ini sempat viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan kondisi aliran Sungai Winongo meluap dan dipenuhi tumpukan sampah.
Kutipan dalam video tersebut mengungkapkan bahwa hal itu terjadi setelah wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya diguyur hujan deras pada Kamis (26/3/2026) sore.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menanggapi adanya video aliran Sungai Winongo dipenuhi tumpukan sampah tersebut.
Dikatakan, lokasi yang terekam dalam video tersebut bukan berada di wilayah Kota Yogyalarta.
Pihaknya juga mendapatkan laporan bahwa tim kebersihan sungai wilayah Kota Yogyakarta sudah mengecek lokasi dari Dam Patangpuluhan sampai barat Pasty.
Hasilnya diketahui tidak ada lokasi yang sama dengan video viral tersebut.
“Warga sekitar lokasi Pasry juga sudah ditanya. Warga menyebut pas habis hujan deras kemarin tidak ada hanyutan sampah seperti dalam video,” ujar Rajwan saat dihubungi Populi.id, Sabtu (28/3/2026).
Dia menuturkan bahwa selama ini Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.
Cara yang dilakukan yakni melalui rekonstruksi sosial, dengan membiasakan agar masyarakat tidak buang sampah di sungai.
“Tapi sampahnya bisa dibawa ke depo terdekat melalui transporter,” katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga telah memasang 14 trash barrier atau jaring penghalang sampah di sungai-sungai yang berbatasaan langsung dengan wilayah Kabupaten Sleman dan Bantul. Di antaranya di Sungai Wimongo, Code, Gajah Wong, dan Manunggal.
“Kami menugaskan petugas kebersihan sungai atau Ulu-ulu untuk memantau kebersihan empat sungai tersebut. Termasuk membentuk komunitas peduli sungai untuk bersama-sama menciptakan wilayah sungai di Kota Yogyakarta lebih bersih,” paparnya.
Seorang warga pinggir Sungai Winong di Kampung Jlagran, Risma (28), membenarkan bahwa aliran Sungai Winong akan meluap ketika hujan deras mengguyur setelah beberapa hari tidak hujan.
Dia tak menampik terkadang ada sampah yang ikut hanyut tersapu luapan Sungai Winong.
“Tapi sampahnya itu kiriman dari atas, di sini cuma untuk lewat saja. Nanti kalau luapan air sudah surut biasanya sampah tersangkut di pinggir sungai,” ujarnya.
Warga Kampung Jlagran lainnya, Kutin (39), menyampaikan selama ini warga pinggir Sungai Winong di Kampung Jlagran sudah tidak pernah membuang sampah di sungai.
Sebab, sudah ada petugas yang akan mengangkut sampah dari rumah-rumah warga dan mengirim ke depo sampah terdekat.
“Warga sini sudah tidak pernah buang sampah di sungai. Karena sudah dibangun bersih jadi kesadaran kami untuk menjaga,” katanya.
Kendati demikian, ia mengaku sering memergoki ada orang tak dikenal yang buang sampah sembarangan dari atas jembatan Jlagran.
Meski saat ini semakin jarang, namun dia berharap semua warga Kota Yogyakarta bisa berhenti buang sampah di sungai.
“Kalau kami sudah sadar tapi yang atas belum sadar ya bagaimana. Semoga sungainya tambah bersihlah,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












