YOGYAKARTA, POPULI.ID – Yogyakarta tidak pernah kehabisan pesona, mulai dari kuliner legendaris hingga wisata alamnya yang memukau. Namun, di balik keramaian Malioboro, kota ini menyimpan harta karun berupa museum-museum yang kini telah berbenah menjadi ruang publik yang interaktif, artistik, dan sangat estetik.
Buat kamu yang ingin menyelami sejarah sekaligus mempercantik linimasa media sosial, berikut adalah daftar museum yang wajib masuk dalam rencana perjalananmu:
1. Museum Sonobudoyo: Gudangnya Warisan Budaya Jawa
Terletak di jantung kota, Museum Sonobudoyo dinobatkan sebagai museum dengan koleksi budaya Jawa terlengkap setelah Museum Nasional di Jakarta. Di sini, kamu bisa menemukan ribuan artefak mulai dari keris, wayang kulit, batik klasik, hingga perhiasan tradisional. Memasuki tahun 2026, museum ini tampil lebih modern dengan fasilitas display digital yang canggih, menjadikannya destinasi yang jauh dari kesan membosankan.
Museum ini juga menyimpan koleksi naskah kuno, wayang, dan benda penting lainnya dengan penataan yang modern. Terdapat bangunan menyerupai pura di bagian belakang yang menjadi spot foto favorit pengunjung.
• Alamat: Jalan Pangurakan No. 6, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta.
• Jam Operasional: Selasa–Minggu, pukul 08.00–21.00 WIB (Senin tutup).
• Harga Tiket: Rp5.000 (Anak-anak), Rp10.000 (Dewasa), Rp20.000 (Wisatawan mancanegara).
2. Museum Benteng Vredeburg: Jejak Perjuangan di Titik Nol
Tepat di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta, sebuah benteng peninggalan Belanda berdiri kokoh sebagai saksi bisu perjuangan kemerdekaan Indonesia. Benteng Vredeburg kini telah menjelma menjadi ruang publik yang nyaman dengan kafe-kafe outdoor di dalamnya. Di dalamnya, pengunjung disuguhi diorama perjuangan bangsa yang dikemas dengan pencahayaan dramatis dan nuansa vintage yang sangat Instagramable.
Museum Benteng Vredeburg berisi diorama perjuangan rakyat Indonesia, foto bersejarah, dan peninggalan masa kolonial. Bangunannya bergaya kolonial dengan halaman luas yang klasik.
• Alamat: Jalan Margo Mulyo No. 6, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta.
• Jam Operasional: Senin–Kamis pukul 08.00–20.00 WIB, Jumat–Minggu pukul 08.00–21.00 WIB.
• Harga Tiket: Rp10.000–Rp100.000.
3. Museum Ullen Sentalu: Romantisme Budaya di Lereng Merapi
Kalau kamu mencari suasana yang sejuk dan tenang, Ullen Sentalu adalah jawabannya. Museum ini sering disebut sebagai museum terbaik di Indonesia yang menawarkan pengalaman tur budaya Jawa dengan sentuhan arsitektur gothic Eropa yang misterius namun elegan. Di sini, kamu akan diajak mengenal kisah para bangsawan Mataram melalui koleksi batik, alat musik, hingga surat-surat cinta yang romantis.
Museum ini menyimpan peninggalan Kerajaan Mataram dan dikenal sebagai museum paling romantis karena kisah sejarah yang disampaikan secara interaktif oleh pemandu.
• Alamat: Jalan Boyong Km 25, Hargobinangun, Pakem, Sleman.
• Jam Operasional: Selasa–Minggu pukul 08.30–16.00 WIB (Senin tutup).
• Harga Tiket: Tersedia tiga jenis tur, yakni Tur Adiluhung Mataram (Rp50.000), Tur Skriptorium (Rp60.000), dan Tur Vorstenlanden (Rp100.000).
4. Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala: Surga bagi Pecinta Aviasi
Bagi keluarga atau anak muda yang ingin melihat kegagahan burung besi secara langsung, museum ini adalah destinasi wajib. Terletak di kompleks Pangkalan Udara Adisutjipto, museum ini menyimpan koleksi pesawat tempur legendaris seperti P-51 Mustang dan B-25 Mitchell. Koleksinya merekam perjalanan panjang TNI Angkatan Udara sejak masa revolusi hingga era modern.
Museum ini menampilkan koleksi puluhan pesawat tempur asli, rudal, helikopter, hingga replika pesawat pertama produksi dalam negeri, WEL-I RI-X. Pengunjung bahkan bisa mencoba masuk ke kokpit pesawat tertentu untuk berfoto.
• Alamat: Kompleks Pangkalan Udara Adisutjipto, Maguwoharjo, Depok, Sleman.
• Jam Operasional: Setiap hari pukul 08.30–16.00 WIB.
• Harga Tiket: Rp6.000– Rp10.000.
5. Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman: Mengenal Sang Jenderal
Nama “Sasmitaloka” berasal dari bahasa Jawa yang berarti tempat untuk mengingat. Museum ini dulunya merupakan kediaman resmi Jenderal Sudirman antara tahun 1945 hingga 1948. Bangunan bersejarah ini menyimpan koleksi yang sangat personal milik Sang Panglima, termasuk replika tandu yang digunakan beliau saat memimpin perang gerilya dalam kondisi sakit.
Museum ini memiliki 14 ruang pameran yang menampilkan koleksi senjata, piagam, seragam, hingga diorama perjalanan gerilya Jenderal Sudirman. Gedung induk museum tetap dipertahankan sesuai penataan aslinya pada masa itu.
• Alamat: Jalan Bintaran Wetan No. 3, Pakualaman, Yogyakarta.
• Jam Operasional: Selasa–Minggu, pukul 08.00–15.00 WIB (Senin dan hari besar nasional tutup).
• Harga Tiket: Terbuka gratis untuk masyarakat umum.
6. Museum Affandi: Mengintip Dunia Sang Maestro Ekspresionis
Terletak di tepi Sungai Gajah Wong, museum ini adalah bekas rumah pribadi dan galeri dari pelukis legendaris Indonesia, Affandi. Yang unik, atap bangunan museum ini berbentuk menyerupai pelepah pisang dengan dinding berwarna-warni yang eksotis. Museum ini menawarkan suasana yang tenang dan asri, sangat jauh dari kebisingan kota.
Museum ini memamerkan sekitar 300 karya lukisan Affandi serta kendaraan tua kesayangannya, seperti mobil kuning ikonik dan sepeda sang maestro.
• Alamat: Jalan Laksda Adisucipto No. 167, Caturtunggal, Depok, Sleman.
• Jam Operasional: Senin–Sabtu, pukul 09.00–16.00 WIB.
• Harga Tiket: Rp50.000 (Domestik), Rp100.000 (Mancanegara).











