YOGYAKARTA, POPULI.ID – Hujan deras disertai angin kencang menguyur wilayah Kota Yogyakarta pada Minggu (5/4/2026). Cuaca ekstrem itu mengakibatkan atap dua rumah warga di Kampung Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis rusak.
Seorang warga terdampak, Muyamyanah (52), mengatakan atap genteng rumahnya rusak berjatuhan setelah diterjang angin kencang saat hujan deras sekitar pukul 14.30 WIB. Bagian atap yang rusak pun cukup luas sepanjang 6 meter tepat di tengah-tengah rumah.
“Saya baru nyapu di depan terus dengar suara krompyang-krompyang gentengnya berjatuhan. Saya lihat di ruang tengah banyak kaca pecah, lalu saya nengok ke atas atap ternyata gentengnya sudah tidak ada,” ceritanya kepada Populi.id, Minggu (5/4/2026).
Yanah mengaku bingung dan gemetar saat kejadian. Apalagi, kebetulan dia hanya sendirian di rumah. Beruntung ada tetangga yang membantunya melaporkan kejadian itu kepada relawan tanggap bencana BPBD Kota Yogyakarta.
“Saya takut kalau rumahnya ambrol (runtuh). Karena inikan rumah tua. Sementara saya tidak mengungsi, paling nanti menyiapkan ember kalau hujan. Semoga tidak hujan sampai diperbaiki,” katanya.
Peristiwa serupa juga dialami Rika (49), warga RT 29 RW 07 Kampung Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta. Atap rumahnya yang terbuat dari galvalum tersinkap terbang, sehingga menimbulkan lubang mengangga. Kondisi itu sempat membuat rumah Rika kemasukan air hujan.
“Saat itu saya sedang melipat baju, tiba-tiba angin kencang datang sekitar 5 menitan. Lalu gentengnya mlorot (jatuh) dan seng tersingkap atau geser empat meteran. Untung saya langsung sigap mengamankan baju-baju dan menutup lemari menggunakan banner bekas,” jelasnya.
Dia mengaku dibantu tetangganya untuk mengamankan barang-barang di rumah agar tidak basah kehujanan. Pihaknya pun menutup bagian atap yang rusak menggunakan spanduk bekas.
“Alhamdulillah tadi petugas BPBD sudah datang melakukan assessment,” paparnya.
Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, mencatat sejumlah titik tempat di wilayah Kota Yogyakarta terdampak bencana akibat hujan deras dan angin kencang pada Minggu (5/4/2026). Selain di Kampung Jogoyudan, atap rumah warga di Kelurahan Sudagaran, Kemantren Tegalrejo juga rusak akibat cuaca ekstrem.
“Hujan deras dan angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang di Kemantren Wirobrajan, Gondokusuman depan SMA Bopkri 2 Yogyakarta, dan Jalan Sarbini Kotabaru. Upaya penanganan dan assessment dilakukan oleh TRC dan pihak terkait. Saat ini masih berlangsung proses penanganan dan pendataan. Sehingga data bersifat sementara dan dapat berubah sesuai update terbaru,” terangnya.
Lebih lanjut, Nur Hidayat menyampaikan berdasarkan informasi dari BMKG, saat ini cuaca Kota Yogyakarta sedang transisi memasuki musim kemarau panjang mulai April 2026. Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk waspada apabila terjadi hujan deras disertai angin kencang. (populi.id/Dewi Rukmini)












