YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sebanyak 494 calon jemaah haji asal Kota Yogyakarta akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 2026. Ratusan calon jemaah haji itu akan diberangkatkan bertahap dalam empat kelompok terbang (kloter).
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta pun menggelar kegiatan pamitan calon jemaah haji di Ruang Pandhawa Balai Kota Yogyakarta pada Rabu (15/4/2026). Dalam kegiatan itu terungkap bahwa calon jemaah haji tertua berusia 85 tahun dan yang termuda berusia 16 tahun.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Yogyakarta, Irfan Zaenudin, mengatakan total calon jemaah haji asal Kota Yogyakarta pada musim Haji 1447 Hijriyah atau 2026 Masehi mencapai 494 orang. Mereka akan diberangkatkan dalam empat kloter mulai 21 April 2026, yakni Kloter 1, Kloter 6, Kloter 7, dan Kloter 26 (sapu jagat).
Irfan menjelaskan, kloter pertama akan berisi dua jemaah calon haji (calhaj) asal Kota Yogyakarta yang bakal berangkat bersama rombongan dari Kabupaten Kulon Progo pada 21 April 2026. Kloter 6 akan berisi 353 jemaah calhaj asal Kota Yogyakarta yang diberangkatkan pada 28 April 2026.
Kemudian Kloter 7 berisi tiga jemaah calhaj asal Kota Yogyakarta yang akan berangkat bersama rombongan dari Kabupaten Bantul. Sedangkan Kloter 26 atau kloter sapu jagad berisi 136 jemaah calhaj yang bakal diberangkatkan pada 20 Mei 2026.
“Total jemaah laki-laki ada sebanyak 215 orang dan perempuan 179 orang. Untuk jemaah berusia 20-40 tahun sebanyak 41 orang, umur 41-60 tahun sejumlah 264 jemaah, serta umur di atas 60 tahun ada 189 jamaah,” papar Irfan, Rabu (15/4/2026).
Dia menyebut, calon jemaah haji tertua asal Kota Yogyakarta tahun ini berusia 85 tahun yaitu Sarminiah, waega Kemantren Pakualaman, Kota Yogyakarta. Sedangkan, jemaah termuda berusia 16 tahun bernama Ardika Muhammad Zulfakar, warga Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
Irfan menyampaikan, Kloter 6 akan diberangkatkan dari Balai Kota Yogyakarta menuju Embarkasi Haji Yogyakarta sekitar pukul 02.30 WIB.
Sementara Kloter 1 dan 7 akan berangkat dari Kantor Kementerian Haji Kota Yogyakarta menuju titik kumpul di Masjid Agung Wates dan Gedung Parasamya Kabupaten Bantul.
Kasubag TU Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Mustafid, menuturkan bahwa untuk pertama kalinya calhaj asal DIY dan sebagian eks-Karesidenan Kedu berangkat dari Embarkasi Yogyakarta di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kabupaten Kulonprogo, DIY.
Para jamaah calhaj nantinya akan beristirahat di Hotel Ibis dan Novotel sebelum diberangkatkan ke Mekah, Arab Saudi.
“Jadi tahun ini karena baru pertama kali penggunaan Embarkasi YIA itu hanya untuk 26 kloter. Setiap hari hanya ada satu kloter yang berangkat. Karena ini pertama kali, mudah-mudahan semua lancar dan di perjalanan semua calon jamaah haji dalam keadaan senang, ceria, bahagia, dan mabrur,” ucapnya.
Ahmad mengungkapkan, untuk kloter terakhir yang berangkat dari Embarkasi Haji YIA akan sampai di Tanah Suci empat hari sebelum persiapan puncak haji atau Wukuf di Arafah. Diperkirakan pada musim haji tahun ini, cuaca di Tanah Suci panas dengan suhu sekitar 30-35 derajat celcius.
Meski begitu, aktivitas jemaah tidak selamanya di luar ruangan. Sebab, mereka lebih banyak beraktivitas di hotel, masjid, dan kembali lagi di hotel selama masa stay.
“Nanti hanya agak hangat saat di Arafah dan Mina. Kalau di Muzdalifah hanya malam hari, sedangkan di Arafah sehari semalam. Tapi di Arafah sekarang nyaman karena ada tenda sangat besar dan AC, sehingga jemaah terpapar sengatan matahari langsung itu relatif sedikit kesempatannya. Paling hanya saat perpindahan,” jelas dia.
Kendati demikian, petugas pendamping haji dan koordinator tiap rombongan juga disiagakan untuk mendampingi calhaj lansia dan disabilitas selama mengikuti rangkaian ibadah haji. (populi.id/Dewi Rukmini)












