• Tentang Kami
Thursday, July 16, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Balas Sindiran Inflasi Pengamat Seskab Teddy, Mahfud MD: Ada Juga Inflasi Jabatan

Teddy menggunakan istilah "Inflasi Pengamat" untuk menggambarkan fenomena munculnya individu yang mendadak menjadi pengamat tanpa latar belakang keilmuan yang relevan.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
April 15, 2026
in headline, Politainment
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi sentilan Seskab Teddy soal istilah inflasi pengamat dalam channel YouTube-nya Terus Terang

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi sentilan Seskab Teddy soal istilah inflasi pengamat dalam channel YouTube-nya Terus Terang. [tangkapan layar channel YouTube Mahfud MD]

0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Pakar hukum dan mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, memberikan respons tajam terhadap istilah “Inflasi Pengamat” yang belakangan ini dilemparkan pihak Istana untuk menyentil para kritikus pemerintah.

Bukannya sepakat, Mahfud justru menilai fenomena “inflasi” atau kelebihan jumlah tersebut sebenarnya juga terjadi di dalam tubuh pemerintahan itu sendiri dalam bentuk “Inflasi Jabatan.”

BERITA MENARIK LAINNYA

Mahfud MD Nilai Kondisi Indonesia Sudah Penuhi Syarat Hukuman Mati bagi Koruptor

Perang Dingin Polri vs Kejaksaan, Mahfud MD: Fenomena Setan Ketemu Setan

Mahfud MD menilai bahwa bertambahnya jumlah pengamat adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun ia justru menyoroti adanya fenomena orang-orang yang menduduki jabatan tanpa kompetensi yang memadai.

“Sama juga kalau kita mengatakan sekarang nih inflasi pejabat, inflasi jabatan. Itu orang yang tidak menguasai jabatannya, kira-kira gitu ya,” ujar Mahfud dalam siniar di kanal YouTube Mahfud MD Official, dikutip Rabu (15/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa “inflasi” ini tidak hanya datang dari sisi pengamat yang kritis, tetapi juga dari pihak yang mendukung pemerintah secara membabi buta tanpa dasar data yang kuat.

Mahfud bahkan menyinggung keberadaan kelompok yang ia sebut sebagai “Intelektual Tukang”, yakni individu yang membuat hasil penelitian atau pengamatan karena pesanan politik atau bayaran tertentu.

“Pengamat-pengamat yang mendukung habis-habisan yang juga merupakan inflasi juga banyak, asal ngomong gitu,” katanya.

Alih-alih meributkan kuantitas atau jumlah pengamat yang muncul di ruang publik, Mahfud menyarankan pemerintah untuk lebih fokus pada kualitas dan substansi kritik yang disampaikan.

Menurutnya, pemerintah harus mampu memilah pengamat yang memiliki kredibilitas dan rekam jejak (track record) yang jelas di bidang penelitian maupun kerja sosial.

“Kalau memang pengamatnya banyak yang tidak punya data, cari yang punya data yang kredibel. Diambil saja pendapatnya seperti apa sih gitu, lalu itu dijadikan dasar kalau mau memperbaiki,” jelas Mahfud.

Mahfud juga membagikan pengalamannya saat masih menjabat di pemerintahan. Ia justru merasa terbantu dengan suara-suara keras dari masyarakat sipil karena hal tersebut menjadi alat kontrol agar pejabat tidak hanya sekadar menikmati fasilitas jabatan.

“Saya dulu kan rutin ngajak masyarakat sipil ke kantor saya, ngomong, kritik saya. Karena kalau Anda diam saja, saya tidak bisa kerja secara bagus, hanya menikmati saja jabatan,” tegasnya.

Polemik ini sendiri berawal dari pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang menyoroti derasnya opini publik yang dianggapnya tidak berbasis data akurat.

Teddy menggunakan istilah “Inflasi Pengamat” untuk menggambarkan fenomena munculnya individu yang mendadak menjadi pengamat tanpa latar belakang keilmuan yang relevan.

“Sekarang ini ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi banyak sekali pengamat,” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan.

Ia mencontohkan adanya pihak yang berkomentar soal beras atau militer, namun latar belakangnya tidak sesuai dengan bidang tersebut sehingga datanya sering kali keliru.

Teddy juga mengklaim bahwa upaya para pengamat ini untuk memengaruhi opini publik sebenarnya sudah terjadi sejak sebelum Presiden Prabowo Subianto menjabat. Namun, ia menegaskan bahwa masyarakat tetap memberikan kepercayaan penuh kepada pemerintah.

“Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik, bukan suatu asumsi ya,” ucap Teddy.

Meskipun melontarkan sindiran tersebut, Teddy menyatakan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik selama disampaikan secara konstruktif dan tidak menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.

Tags: inflasi pejabatinflasi pengamatMahfud MDpolitikSeskabTeddy Indra Wijaya

Related Posts

Pakar hukum tata negara sekaligus mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Mahfud MD Nilai Kondisi Indonesia Sudah Penuhi Syarat Hukuman Mati bagi Koruptor

July 15, 2026
Pakar hukum tata negara sekaligus mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Perang Dingin Polri vs Kejaksaan, Mahfud MD: Fenomena Setan Ketemu Setan

July 12, 2026
Ilustrasi pemilu. [pexels]

Bukan Deadlock, Pakar Sebut Ada Kompromi Politik di Balik Mandeknya Revisi UU Pemilu

July 9, 2026
Mahfud MD

Rupiah Melemah ke Rekor Terendah, Mahfud MD Minta Pemerintah Yakinkan Publik

June 8, 2026
Mantan Menko Polhukam RI, Mahfud MD, menilai penangkapan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, oleh Kejagung RI sebagai langkah tepat, di Kabupaten Bantul, Sabtu (6/6/2026).

Sebut Penangkapan Mantan Kepala BGN sebagai Langkah Tepat, Mahfud MD: Sejak Awal Sudah Ugal-Ugalan

June 8, 2026
Ilustrasi politik di balik wacana Pilkada melalui DPRD

Andi Widjajanto Sebut Masyarakat Sipil Gagal Cegah Regresi Demokrasi

May 31, 2026
Next Post
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman

Krisis Pemain Abroad Bayangi John Herdman, Piala AFF 2026 Jadi Panggung Local Pride

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.