• Tentang Kami
Wednesday, July 22, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kisah Azizah, Bocah 6 Tahun Rawat Ayah yang Sakit dan Bantu Cari Rongsok

Azizah juga sering ikut ayahnya mencari rongsok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

byredaksi
April 20, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kisah Azizah, Bocah 6 Tahun Rawat Ayah yang Sakit dan Bantu Cari Rongsok
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Azizah Chandrasari tampak aktif bermain bersama anak-anak sebayanya di Rumah Singgah Bumi Damai, Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta pada Minggu (19/4/2026).

Di balik tawa ceria bocah berusia 6 tahun itu ternyata menyimpan cerita pilu yang menyayat hati.

BERITA MENARIK LAINNYA

Lima Pelaku Pengeroyokan di Jalan Ireda Yogyakarta Dibekuk, Korban Ternyata Salah Sasaran

Kualitas Air di Kota Yogyakarta Berstatus Waspada, DLH Dorong Warga Kelola Limbah Secara Tepat

Bagaimana tidak? Di usianya yang masih sangat belia, seharusnya diisi dengan aktivitas bermain dan belajar.

Namun tidak dengan Azizah. Di atas pundak kecilnya, Azizah sudah memikul beban untuk mengurus pekerjaan rumah dan merawat ayahnya yang sedang sakit.

Azizah juga sering ikut ayahnya mencari rongsok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebelum pindah ke Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai, Azizah bersama adik dan ayahnya tinggal di rumah indekos di Kampung Mrican, Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Rumah berukuran 3×3 meter tepat di pinggir Sungai Gajah Wong itu menjadi saksi bisu perjuangan Azizah mengurus ayahnya yang sakit.

Hermanto (51), ayah Azizah, memiliki sakit berupa benjolan di kepala bagian depan. Benjolan yang semakin membesar beberapa tahun terakhir itu mulai terasa sakit sejak satu tahun lalu.

Namun, rasa sakit semakin parah dan tak bisa ditahan sejak tiga bulan terakhir. Akibatnya, Hermanto tidak bisa beraktivitas seperti biasa ketika rasa sakit kambuh.

Dia pun tak bisa mengantarkan Azizah berangkat sekolah ke TK di daerah Tegalsari, Jomblangan, Bantul.

“Kalau sakitnya kambuh, saya tidak bisa apa-apa. Harus tidur sejam sampai dua jam supaya tidak terasa sakit. Kadang anak saya Azizah mijitin kepala agar tidak sakit. Dia juga bantuin mencuci pakaian, harusnya kan tidak karena masih kecil. Tapi bagaimana lagi, kalau sakitnya kambuh saya tidak bisa apa-apa,” ungkap Hermanto kepada Populi.id, Minggu (19/4/2026).

Dia membenarkan, hampir setiap hari Azizah dan adiknya, Agip Pranata (5), membantu mencari rongsok dengan bersepeda.

Biasanya pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, Hermanto mengantar Azizah ke sekolah dan menjemput pada pukul 11.00 WIB.

Lalu pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB sampai 17.00 WIB, Azizah dan adiknya mencari rongsok bersama ayahnya.

Setiap tiga hari sekali, hasil rongsok tersebut dijual ke pengepul. Kadang Hermanto mendapatkan Rp120-150 ribu dari hasil menjual rongsokan.

Hasil tersebut akan disisihkan Rp40 ribu dan dikumpulkan untuk membayar biaya kos Rp400 ribu per bulan. Sisanya digunakan untuk keperluan sehari-hari.

“Kadang saya juga mikir, kalau anak  ditinggal di rumah bagaimana. Karena rumah kosnya pinggir sungai yang tiba-tiba bisa banjir. Kalau banjir kan bisa sampai depan tangga pintu, jadi tidak tenang juga kalau mau ditinggal. Kadang dia yang mau ikut sendiri,” katanya.

Warga asal Sumatera itu mengaku sudah lama berpisah dengan istrinya. Mantan istri Hermanto dikatakan telah pergi meninggalkan anak-anaknya saat Azizah berusia 2 tahun 3 bulan dan Agip 5 bulanan. Sejak itu, Hermanto menjadi ayah tunggal bagi kedua buah hatinya.

Sementara itu, Azizah mengaku sangat senang kini tinggal di Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai. Bocah TK itu merasa semangat sebentar lagi bisa duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan memiliki banyak teman.

“Mau (tinggal di sini). Mau (masuk SD). Senang sekolah di sini karena banyak temannya,” ucap Azizah penuh semangat. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: AzizahKota YogyakartaKotagederongsokRumah Singgah Bumi Damai

Related Posts

Kapolsek Mergangsan, AKP Anar Faudi, dan jajarannya menunjukkan barang bukti sebilah bambu dan gesper yang digunakan pelaku pengeroyokan di Jalan Ireda, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, Senin (20/7/2026).

Lima Pelaku Pengeroyokan di Jalan Ireda Yogyakarta Dibekuk, Korban Ternyata Salah Sasaran

July 21, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq.

Kualitas Air di Kota Yogyakarta Berstatus Waspada, DLH Dorong Warga Kelola Limbah Secara Tepat

July 19, 2026
Ilustrasi kegiatan UMKM di Kota Yogyakarta

Banyak UMKM di Kota Yogyakarta Tumbang, Kini Tinggal 7 Ribu yang Bertahan

July 8, 2026
Petugas Damkarmat Kota Yogyakarta mengevakuasi seekor kuda penarik andong yang tercebur ke dalam selokan di Jalan Pramuka, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Minggu (28/6/2026) tengah malam.

Cerita Petugas Damkarmat Yogyakarta Evakuasi Kuda Tercebur Selokan di Umbulharjo

June 30, 2026
Sejumlah wisatawan mancanegara sedang melintas di Gang Hansip Karno Waluyo yang dijuluki Gang Internasional di Kelurahan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Minggu (28/6/2026).

Menjelajahi Gang Internasional di Tegalpanggung Yogyakarta, Jalur Pintas Favorit Turis Backpacker

June 29, 2026
Bambang Hartono (67), warga Kampung Papringan, Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, menunjukkan kondisi atap rumahnya yang sudah lapuk, Minggu (28/6/2026).

2 Dekade Menahan Retak Jejak Gempa 2006, Rumah Lansia di Gondokusuman Akhirnya Diperbaiki

June 28, 2026
Next Post
Polisi saat mendatangi lokasi kejadian kecelakaan di Jalan Kaliurang km 16,5, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, DIY, Minggun (19/4/2026). (Polresta Sleman)

Hendak Solat Subuh, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Mobil Misterius di Jalan Kaliurang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.