• Tentang Kami
Wednesday, June 17, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Pemkot Yogyakarta Bedah Rumah Warga Panembahan, Hasto Tekankan Gotong Royong dan Kepedulian Sosial

Herawati, mengatakan proses rehabilitasi rumah akan dilakukan secara gotong royong oleh warga RT 04 dan sekitarnya selama kurang lebih 20 hari.

byredaksi
May 3, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo daat membuka bedah rumah milik warga RW 12, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (3/5/2026).

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo daat membuka bedah rumah milik warga RW 12, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (3/5/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID — Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, melakukan bedah rumah terhadap hunian milik warga RT 04 RW 12, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, Minggu (3/5/2026).

Program tersebut menyasar rumah milik Rachmat Subagyono yang mengalami kerusakan cukup berat dan dinilai membahayakan keselamatan penghuni.

BERITA MENARIK LAINNYA

Bersih-bersih Sampah Visual Dimulai, Wali Kota Yogyakarta Potong Kabel Fiber Optik di Jalan Kenari

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

Rachmat mengungkapkan, rumah yang ditempatinya bersama istri dan dua anaknya itu telah lama mengalami kerusakan, namun belum dapat diperbaiki karena keterbatasan biaya. Ia menyebut kerusakan paling parah terdapat pada bagian tembok sisi timur rumah yang terbelah serta struktur kayu bangunan yang telah lapuk dimakan usia.

“Waktu itu sebenarnya ingin memperbaiki, tetapi tidak ada biaya yang cukup karena kerusakannya terlalu parah. Tembok rumah samping sampai terbelah, kemungkinan pondasinya turun. Rumah ini sudah sangat lama, sejak zaman eyang, komposisi semennya masih banyak gamping, belum memakai tulang besi, dan kayu-kayunya juga sudah keropos,” kata Rachmat.

Ia menambahkan, selama ini kerusakan hanya ditutup menggunakan lapisan semen, namun kondisi struktur dalam bangunan sebenarnya sudah rapuh. Menurutnya, bagian yang paling mengkhawatirkan berada di area kamar tidur anak karena terdapat retakan besar pada tembok dan dudukan atap yang berpotensi roboh sewaktu-waktu.

“Yang paling parah di bagian timur. Posisi retakan ada di kamar tidur anak, jadi sangat mengkhawatirkan. Takut roboh karena dudukannya benar-benar sudah terbelah,” ujarnya.

Rachmat mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Sebagai wiraswasta dengan penghasilan tidak menentu, ia selama ini kesulitan menyisihkan dana untuk renovasi rumah.

“Kalau wiraswasta itu pasang surut, kadang ada masa sepi sampai berhari-hari tidak dapat uang. Ekonomi makin susah, jadi bantuan ini sangat membantu agar rumah kami lebih aman ditempati,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengajuan bantuan rehab rumah tersebut sebelumnya disampaikan melalui pengurus wilayah setempat dan kemudian mendapat respons dari berbagai pihak hingga akhirnya direalisasikan.

Ketua Tuwanggana Panembahan, Herawati, mengatakan proses rehabilitasi rumah akan dilakukan secara gotong royong oleh warga RT 04 dan sekitarnya selama kurang lebih 20 hari. Perbaikan mencakup penggantian kayu yang lapuk, genteng, serta sejumlah bagian rumah lain yang sudah tidak layak.

“Kerja bakti warga akan dilaksanakan untuk memperbaiki bagian-bagian rumah yang rusak, termasuk kayu lapuk dan genteng yang perlu diganti. Rehab rumah ditargetkan selesai dalam 20 hari,” jelasnya.

Herawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan program tersebut, termasuk Pemerintah Kota Yogyakarta dan pihak swasta seperti Pamella Supermarket yang turut memberikan kontribusi.

“Kami dengan tulus berterima kasih karena usulan kami diterima, khususnya oleh Pak Wali Kota. Kami juga berterima kasih kepada seluruh OPD, mitra, dan pihak yang ikut membantu,” katanya.

Sementara itu, Hasto Wardoyo menegaskan bahwa program bedah rumah tersebut bukan hanya tentang memperbaiki bangunan fisik, melainkan juga memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Semangat gotong royong yang kita petik hari ini sangat penting. Ini berada di pusat Kota Yogyakarta, tepat di jantung Kecamatan Kraton, dan saya berharap gotong royong di Kraton bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujarnya.

Hasto mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk RT dan RW, untuk terus menghidupkan budaya saling membantu di lingkungan masing-masing.

“Bukan hanya rumahnya yang menjadi bagus, tetapi yang lebih penting adalah makna gotong royongnya. Kita tidak sekadar membangun fisik rumah, tetapi juga melakukan rekonstruksi sosial dan memperkuat kebersamaan,” katanya.

Ia juga mengingatkan para pejabat dan aparatur pemerintah agar lebih peduli terhadap kondisi masyarakat di lingkungan sekitar, khususnya warga yang tinggal di kawasan perkotaan namun masih hidup dalam keterbatasan.

“Tidak ada gunanya para pejabat memiliki rumah mewah kalau rumah warganya justru hampir ambruk,” tegas Hasto. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: bedah rumahhasto wardoyoPanembahanRachmat SubagyonoRenovasiwali kota yogyakartaYogyakarta

Related Posts

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memotong kabel fiber optik yang semrawut di Jalan Kenari, Kota Yogyakarta, Senin (15/6/2026).

Bersih-bersih Sampah Visual Dimulai, Wali Kota Yogyakarta Potong Kabel Fiber Optik di Jalan Kenari

June 16, 2026
Ilustrasi sekolah SD di Sleman

10 SD Muhammadiyah Terbaik di Kota Yogyakarta

June 11, 2026
Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
Penyerahan simbolis bantuan bedah rumah kepada 22 penerima manfaat di Kota Yogyakarata oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Minggu (7/6/2026).

Tanpa APBD dan APBN, Pemkot Yogyakarta Bedah 22 Rumah Warga

June 8, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Next Post
Para penggawa PSS Sleman berlatih di Stadion Maguwoharjo jelang menghadapi laga penentuan kontra PSIS Semarang, Minggu (3/5/2026)

Wujudkan Asa ke Super League, Ansyari Lubis Minta Penggawa PSS Sleman Bermain Kolektif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.