SLEMAN, POPULI.ID – Fenomena kemunculan api misterius di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, hingga kini masih menjadi perhatian berbagai pihak. Sejak pertama kali muncul pada Jumat (23/5/2026), api dilaporkan terus muncul secara acak di sejumlah titik dan telah terjadi lebih dari 150 kali.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan pihaknya bersama tim akademisi dari Universitas Gadjah Mada dan UPN Veteran Yogyakarta masih terus melakukan pemantauan serta penelitian untuk mengungkap penyebab fenomena tersebut.
“Update Kasuran ini sudah 150-an kali api muncul. Teman-teman dari akademisi sudah berjibaku melakukan observasi pagi, siang, dan malam. Kami juga bersama linmas, warga, dan kepolisian terus melakukan penjagaan,” kata Bambang kepada Populi.id, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, hingga saat ini belum ada kesimpulan terkait penyebab munculnya api. BPBD masih menunggu hasil kajian dan rekomendasi dari para ahli yang berasal dari berbagai disiplin ilmu.
“Kami belum bisa mengambil kesimpulan apa pun. Masih menunggu para ahli membuat rekomendasi. Apakah perlu evakuasi lebih luas, apakah area ini memiliki potensi tertentu, atau bahkan berdampak pada wilayah di sekitarnya. Semua itu masih diteliti,” ujarnya.
Penelitian yang dilakukan melibatkan sejumlah pakar, mulai dari ahli geologi, geofisika hingga kelistrikan. Hasil kajian tersebut diperkirakan akan keluar pada akhir bulan ini atau pekan depan.
Sementara itu, fokus utama BPBD saat ini adalah memastikan keselamatan warga terdampak, khususnya keluarga yang rumahnya menjadi lokasi kemunculan api.
“Keluarga yang terdampak sudah dievakuasi dan mengungsi di rumah sebelah yang lebih aman. Rumah yang menjadi lokasi kejadian tidak digunakan untuk tidur atau beristirahat. Sebagian barang yang mudah terbakar juga sudah dipindahkan,” jelas Bambang.
Selain pengamanan, BPBD bersama sejumlah pihak juga memberikan bantuan logistik, kebutuhan pangan dan nonpangan kepada keluarga terdampak. Dukungan juga datang dari Dinas Sosial, PDAM, serta sejumlah pihak lainnya.
Bambang menambahkan, keluarga tersebut kini masuk dalam kategori kelompok rentan karena terdampak secara ekonomi akibat tidak dapat beraktivitas dan bekerja seperti biasa selama kejadian berlangsung.
Terkait kemungkinan dampak ke rumah sekitar, Bambang mengungkapkan bahwa pernah terjadi satu insiden kebakaran di bagian belakang rumah tetangga. Namun penyebabnya masih belum diketahui.
“Kami tidak tahu bagaimana api bisa sampai ke sana. Itu juga menjadi bagian yang sedang diteliti,” katanya.
Fenomena api misterius di Kasuran ini disebut sebagai kejadian pertama yang pernah terjadi di wilayah Kabupaten Sleman. Karena itu, BPBD memilih menunggu hasil penelitian komprehensif sebelum mengambil langkah lebih lanjut.









![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

