• Tentang Kami
Friday, June 26, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Kronologi Skandal Dugaan Suap BEM UBK

Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdimaludin (Abdi), akhirnya memberikan pengakuan terbuka. Abdi mengakui telah menerima sejumlah uang dari seorang oknum polisi sebelum aksi 15 Juni berlangsung.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
June 25, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ketua BEM FH UBK mengaku mendapat suap seusai melakukan aksi dan bertemu Wapres Gibran

Ketua BEM FH UBK mengaku mendapat suap seusai melakukan aksi dan bertemu Wapres Gibran

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Lingkungan sivitas akademika Universitas Bung Karno (UBK) diguncang skandal dugaan suap yang melibatkan sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Kasus ini mencuat ke publik setelah digelarnya forum terbuka pada Senin (22/6/2026), yang mengungkap adanya praktik penerimaan uang untuk mengondisikan gerakan mahasiswa.

Berikut adalah fakta dan kronologi lengkap terbongkarnya skandal tersebut:

BERITA MENARIK LAINNYA

Massa Forum BEM DIY Kembali Geruduk DPRD, Tagih Janji Bertemu Anggota Dewan

Forum BEM DIY Gelar Aksi di DPRD, Sampaikan Delapan Tuntutan

1. Berawal dari Aksi Patung Kuda dan Pertemuan di Istana

Berdasarkan kronologi yang dirilis Lembaga Pers Mahasiswa UBK, Marhaenpress, polemik ini bermula pada 15 Juni 2026. Saat itu, sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Pasca aksi, sebanyak 15 perwakilan mahasiswa dari UBK dan Universitas MH Thamrin diterima beraudiensi dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wapres untuk membahas isu-isu seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pendidikan.

Namun, pertemuan tersebut memicu kecurigaan di media sosial. Narasi yang berkembang di platform X dan Instagram menuding pertemuan itu bukan sekadar penyampaian aspirasi, melainkan berkaitan dengan kepentingan politik tertentu. Meski Aliansi BEM Se-UBK sempat mengeluarkan klarifikasi pada 16 Juni yang membantah gerakan mereka telah “dibeli,” isu penerimaan uang justru semakin menguat di internal kampus.

2. Pengakuan di Forum Terbuka

Puncak ketegangan terjadi dalam forum terbuka di kampus UBK pada Senin (22/6/2026). Forum yang dihadiri mahasiswa, Wakil Rektor III, serta para dekan ini diwarnai perdebatan keras sebagaimana viral dalam unggahan akun Instagram @marhaenpress.

Dalam forum tersebut, Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdimaludin (Abdi), akhirnya memberikan pengakuan terbuka. Abdi mengakui telah menerima sejumlah uang dari seorang oknum polisi sebelum aksi 15 Juni berlangsung.

Abdi di depan civitas akademika UBK mengaku menerima uang untuk menahan agar massa yang dibawanya saat itu tak berdemonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

“Terkait persoalan yang menjadi objek pembicaraan, terkait uang itu, saya memang menerima,” kata Abdi dalam tayangan video di akun media sosial Instagram @marhaenpress pada Selasa (23/6/2026).

Ia tak menyebutkan rinci ihwal total besaran uang yang disebut telah diterimanya itu. Abdi menyebut, uang tunai yang telah diterimanya berkisar 20 persen dari total yang dijanjikan.

Uang itu telah digunakan untuk keperluan pribadi, serta juga didistribusikan kepada alumnus UBK, jajaran pengurus BEM FH UBK, serta pengurus BEM Fakultas Ekonomi UBK.

“Rp 2,5 juta ke dua alumnus, Rp 2 juta ke Wakil saya, 2 juta ke Mubarak, dan 2 juta ke BEM FE UBK,” ujar dia.

3. Detail Dana dan Nama-Nama yang Terlibat

Informasi yang beredar menyebutkan komitmen dana yang dijanjikan mencapai Rp 20 juta untuk dibagi kepada tujuh orang, namun baru cair sebesar 20 persen. Melalui akun Instagram resmi @bemfhubk, mahasiswa merilis daftar nama yang diduga terlibat dan dituntut untuk ditindak tegas, di antaranya:

1. Muhamad Abdimaludin (Ketua BEM FH)
2. Rafly Maulana Akbar (Wakil Ketua BEM FH)
3. Mubarak Tuasamu (Pengurus BEM FH)
4. Pujiono (Ketua BEM FEB)
5. Muhammad Rafi Bastian (Wakil Ketua BEM FEB)

4. Tuntutan Mahasiswa

Sebagai buntut dari skandal ini, massa mahasiswa menyampaikan 10 tuntutan kepada pihak rektorat dan yayasan UBK. Beberapa poin utama tuntutan tersebut meliputi:

• Mendesak pihak terlibat mengundurkan diri dari seluruh jabatan internal kampus
• Pemberian sanksi akademik berupa nilai E untuk mata kuliah Ajaran Bung Karno (ABK) 1-4
• Pengembalian dana negara bagi pelaku yang merupakan penerima beasiswa KIP-K
• Pembentukan badan investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa

Mahasiswa memberikan tenggat waktu selama 10 hari kerja, terhitung sejak 22 Juni hingga 6 Juli 2026, bagi pihak universitas untuk memberikan keputusan tegas atas skandal yang mencoreng nama baik kampus.

Tags: BEM UBKfaktagerakan mahasiswaGibran Rakabuming RakaKronologiMBGsuap

Related Posts

Puluhan massa aksi dari Forum BEM DIY berdialog dengan sejumlah anggota DPRD DIY pada Selasa (23/6/2026).

Massa Forum BEM DIY Kembali Geruduk DPRD, Tagih Janji Bertemu Anggota Dewan

June 25, 2026
Puluhan massa mahasiswa yang tergabung Forum BEM DIY menggelar aksi di Kantor DPRD DIY, Jumat (19/6/2026).

Forum BEM DIY Gelar Aksi di DPRD, Sampaikan Delapan Tuntutan

June 19, 2026
Ribuan massa dari berbagai elemen ikut dalam Aksi Rakyat Memanggil di pertigaan Gejayan, Sleman, Sabtu (13/6/2026).

Ribuan Massa di Gejayan Tuntut Prabowo-Gibran Turun, Kritik MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih

June 15, 2026
Massa aksi yang diinisiasi oleh Suara Ibu Indonesia menggelar aksi menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bundaran UGM Yogyakarta, Jumat (17/10/2025) sore.

MBG Jadi Ladang Korupsi, Guru Besar UGM Desak Perbaikan Tata Kelola BGN

June 10, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Ilustrasi Pancasila

Sejarah dan Fakta Penting di Balik Hari Lahir Pancasila 1 Juni

May 28, 2026
Next Post
Pesepakbola Laurin Ulrich santer dikabarkan bakal masuk radar naturalisasi Timnas Indonesia

Siapa Laurin Ulrich? Talenta Muda Jerman Berdarah Surabaya yang Berpeluang Bela Timnas Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.