• Tentang Kami
Tuesday, April 14, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Jemput Bola Atasi Persoalan Sampah, Warga Gunungketur Operasikan 9 Gerobak Transporter

Sistem gerobak transporter ini sebagai upaya untuk mengalihkan pembuangan sampah lewat depo

byGalih Priatmojo
February 3, 2025
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jemput Bola Atasi Persoalan Sampah, Warga Gunungketur Operasikan 9 Gerobak Transporter

gerobak transporter untuk memindahkan sampah warga di Kemantren Pakualam Kota Yogyakarta menuju truk sampah. [Dok. Pemkot Yogyakarta]

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sebagai upaya menyelesaikan persoalan sampah di Kota Yogyakarta, Kalurahan Gunungketur, Kemantren Pakualaman mempelopori sistem pengangkutan sampah menggunakan gerobak transporter.

Lurah Gunungketur, Sunarni mengatakan Sebanyak sembilan gerobak transporter telah disiapkan untuk mengangkut sampah dari warga di sembilan RW yang terdapat di kelurahan tersebut.

BERITA MENARIK LAINNYA

Atap Rumah Bocor Bertahun-tahun, Warga Bintaran Kulon Yogyakarta Terharu Jadi Penerima Program Bedah Rumah

Kali Belik Meluap Akibat Hujan Deras, Pemkot Yogyakarta akan Lakukan Ini

“Tiap RW kami sediakan satu transpoter. Di Kelurahan Gunungketur sendiri terdapat sembilan RW. Nantinya akan kami tambah terus transpoter ini,” katanya saat launching pengolahan sampah berbasis wilayah di Kantor Kelurahan Gunungketur seperti dilansir dari laman Pemkot Yogyakarta, Senin (3/2/2025).

Ia menjelaskan sistem pengangkutan sampah menggunakan gerobak transporter ini bertujuan untuk mengalihkan pembuangan sampah yang sebelumnya dilakukan warga ke depo.

“Sebelumnya warga membuang sampah di depo-depo, dengan adanya kebijakan ini warga sudah tidak diperkenankan membuang sampah secara mandiri ke depo,” ujarnya.

Sunarnari mengungkapkan Warga Gunungketur hampir seluruhnya menjadi pelanggan transpoter tersebut. Dari sekitar 750 Kepala Keluarga (KK) warga Gunungketur yang berdomisili di wilayah tersebut, sudah sekitar 90 persen menjadi pelanggan gerobak transporter ini.

“Sudah 90 persen warga Gunungketur menjadi pelanggan penggerobak transpoter ini. Untuk memastikan legalitas para transporter, para transporter ini juga telah dibekali kartu identitas,” katanya.

Pihaknya sangat mengapresiasi para transporter dan warga karena sudah berperan aktif dalam pengelolaan sampah berbasis kewilayahan ini.

“Alhamdulillah masyarakat dan para transporter sangat menyambut baik dengan adanya program ini. Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat,” bebernya.

Meski sampahnya telah diangkut oleh penggerobak transporter, warga juga harus tetap memilah sampahnya di rumah mereka, karena jika tidak maka penggerobak tidak akan mengambil sampah tersebut.

“Pemilahan ini diperlukan untuk proses selanjutnya, yakni pengelolaan yang bekerja sama dengan pihak ketiga. Jadi kami tidak menggunakan depo. Warga wajib memilah,” paparnya.

Saat ditanya terkait retribusi, pihaknya mengatakan jika retribusi masih sesuai Peraturan Daerah (Perda) yakni warga masih dibebani Rp. 3.000 per bulan. Namun, lanjutnya, biaya tersebut diluar biaya untuk penggrobak transporter.

“Rp 3.000 ini diluar biaya untuk transporter. Biaya transporter ini kami serahkan ke masing-masing RW. Jadi tiap RW biayanya berbeda-beda tergantung kesepatakan mereka. Ada yang flat, tiap KK sama. Ada juga yang berbeda diukur dari banyaknya sampah yang diangkut,” ungkapnya.

Salah satu penggerobak adalah Andi Pronoaksoro. Ia menuturkan proses pengambilan sampah dilakukan oleh penggerobak transporter dari rumah ke rumah.

“Tugas saya khusus di RW 4 Gunungketur. Biasanya untuk menyelesaikan pengangkutan sampah memerlukan waktu selama dua jam. Di RW 4 sendiri terdapat dari 79 pelanggan. Satu gerobak kira-kira cukup untuk 80-90 rumah,” katanya.

Tags: gerobak transporterGunungketurKota YogyakartaPakualamansampah

Related Posts

Partini (72), warga Kampung Bintaran Kulon, Kelurahan Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, menjadi salah satu penerima program bedah rumah di Kota Yogyakarta, Minggu (12/4/2026).

Atap Rumah Bocor Bertahun-tahun, Warga Bintaran Kulon Yogyakarta Terharu Jadi Penerima Program Bedah Rumah

April 12, 2026
Suasana Kali Belik di Kampung Iromejan, Kelurahan Klitren, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, pada Jumat (10/4/2026).

Kali Belik Meluap Akibat Hujan Deras, Pemkot Yogyakarta akan Lakukan Ini

April 11, 2026
Seorang warga penyandang disabilitas sedang melakukan cek kesehatan gratis dalam gelaran Gebyar Peduli Disabilitas Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, pada Kamis (9/4/2026).

Wujudkan Inklusi, Kemantren Jetis Yogyakarta Gelar Wadah Kreativitas dan Cek Kesehatan Gratis bagi Disabilitas

April 14, 2026
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul saat beberapa waktu lalu ditinjau sejumlah anggota DPRD DIY

Pasca Libur Lebaran 2026, WALHI Nilai Pengelolaan Sampah Yogyakarta Belum Optimal

April 8, 2026
Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Yogyakarta, Sri Riswati, menyebut siapkan langkah mitigasi terkait lonjakan harga plastik di Kota Yogyakarta, Selasa (7/4/2026).

Harga Plastik Kemasan Melonjak Tajam, Disdag Kota Yogyakarta Lakukan Mitigasi

April 8, 2026
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, mengatakan kebijakan WFH akan diterapkan mulai Jumat pekan ini, Senin (6/4/2026).

Pemkot Yogyakarta Akan Terapkan Kebijakan WFH Mulai Jumat Pekan Ini

April 7, 2026
Next Post
Sorot Rencana Impor Sapi Perah untuk MBG, Guru Besar UGM Minta Pemerintah Waspadai Hal Ini

Pemkab Bantul Sebut Kasus PMK di Wilayahnya Telah Terkendali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.