• Tentang Kami
Friday, March 27, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

8 Fakta Menarik di Balik Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Tanggal 2 Mei dipilih sebagai Hari Pendidikan Nasional karena bertepatan dengan hari lahir Ki Hajar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan nasional dan pendiri Taman Siswa.

byGalih Priatmojo
May 1, 2025
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bp. Soerjoadipoetro tengah mengajar di Taman Siswa Bandung. Foto koleksi KITLV.

Bp. Soerjoadipoetro tengah mengajar di Taman Siswa Bandung. Foto koleksi KITLV.

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Momen ini menjadi refleksi penting tentang bagaimana pendidikan membentuk arah masa depan bangsa.

Namun, di balik perayaan ini, terdapat sejumlah fakta menarik dan historis yang mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat. Berikut ini deretan fakta di balik peringatan Hari Pendidikan Nasional.

1. Diperingati untuk Mengenang Ki Hajar Dewantara

Tanggal 2 Mei dipilih sebagai Hari Pendidikan Nasional karena bertepatan dengan hari lahir Ki Hajar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan nasional dan pendiri Taman Siswa.

Ia dikenal dengan semboyan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani yang artinya di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan. Semboyan ini masih menjadi filosofi utama dalam sistem pendidikan Indonesia hingga kini.

2. Bukan Hari Libur NasionalMeski diperingati secara nasional, Hari Pendidikan Nasional tidak termasuk ke dalam hari libur nasional, tanggal merah, atau cuti bersama. Hal ini sebagaimana yang tertera di Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.

Aktivitas belajar mengajar di sekolah maupun kegiatan perkantoran tetap berjalan seperti biasa. Biasanya peringatan dilakukan dalam bentuk upacara bendera, seminar, lomba-lomba pendidikan, atau kegiatan reflektif lainnya.

3. Ki Hajar Dewantara Bukan Nama Asli

Nama asli Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Ia lahir dari keluarga bangsawan Yogyakarta, tetapi memilih melepaskan gelar kebangsawanannya demi memperjuangkan pendidikan rakyat jelata. Ia mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat biasa.

4. Lahirnya Taman Siswa

Pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa yang merupakan sekolah yang dirancang untuk memberikan pendidikan kepada rakyat tanpa memandang status sosial. Ini merupakan bentuk perlawanan terhadap sistem pendidikan kolonial Belanda yang diskriminatif dan hanya bisa diakses oleh kaum elite.

5. Ditetapkan sebagai Hari Nasional oleh Presiden Soekarno

Hari Pendidikan Nasional resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI No. 305 Tahun 1959 oleh Presiden Soekarno. Penetapan ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa besar Ki Hajar Dewantara dalam membangun fondasi pendidikan nasional.

6. Tema Peringatan Selalu Berganti Tiap Tahun

Setiap tahun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) mengangkat tema yang berbeda dalam peringatan Hardiknas. Tema ini mencerminkan isu, semangat, dan tantangan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Adapun untuk tema peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini adalah Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

7. Momen Evaluasi Dunia Pendidikan NasionalHari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momen refleksi dan evaluasi kondisi pendidikan di Indonesia. Setiap tahun, berbagai data dan laporan pendidikan dirilis, termasuk capaian program Merdeka Belajar, kondisi guru, akses pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), hingga kualitas pembelajaran pasca pandemi.

8. Pendidikan sebagai Instrumen Kemerdekaan

Bagi Ki Hajar Dewantara, pendidikan bukan hanya soal mencerdaskan individu, tetapi juga alat untuk membangkitkan kesadaran kebangsaan dan memperjuangkan kemerdekaan. Dalam konteks modern, semangat ini terus relevan untuk membangun generasi kritis dan berkarakter.

BERITA MENARIK LAINNYA

7 Fakta Terkini Sidang Hibah Pariwisata Sleman: Dari Kesaksian Rival Pilkada hingga Salah Kamar Hukum

Statistik Mengesankan PSS Sleman Saat Berlaga di Kandang, Tak Terkalahkan!

Penulis: Rahmadita Widyasari
Tags: 2 Meifaktahari pendidikan nasionalKi Hajar DewantaraSoewardi SoerjaningratTaman Siswa

Related Posts

Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman yang digelar di Pengadilan Tipikor PN Yogyakarta, Rabu (4/3/2025)

7 Fakta Terkini Sidang Hibah Pariwisata Sleman: Dari Kesaksian Rival Pilkada hingga Salah Kamar Hukum

March 5, 2026
para penggawa PSS Sleman

Statistik Mengesankan PSS Sleman Saat Berlaga di Kandang, Tak Terkalahkan!

March 4, 2026
terdakwa Sri Purnomo memberi keterangan dalam lanjutan sidang dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman tahun anggaran 2020 di Pengadilan Tipikor Yogyakarta, Rabu (25/2/2026).

7 Fakta Terkini Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Sri Purnomo Keluarkan Jurus Lupa

February 26, 2026
Ilustrasi korupsi

Deretan Fakta Dugaan Korupsi PT SAK: Empat Tahun Tanpa Setor PAD hingga Operasional Dihentikan

February 24, 2026
Pernyataan sejumlah saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman tahun anggaran 2020 yang digelar di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Rabu (18/2/2026)

6 Fakta Terbaru Sidang Korupsi Hibah Pariwisata Sleman, Misi Pilkada hingga Jalur Khusus

February 19, 2026
Ilustrasi korupsi. (Foto: dok.Hol)

7 Fakta Dugaan Korupsi Dana Desa Wonokromo Bantul

February 13, 2026
Next Post
Sejumlah kelompok buruh menggelar aksi memeringati May Day di kawasan Tugu Jogja, Kamis (1/5/2025).

Ratusan Massa Buruh Gelar Aksi Peringati May Day di Tugu Jogja, Ini Tuntutannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.