• Tentang Kami
Senin, Agustus 31, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Melihat Wajah Baru Kampung Mrican, Stigma Kumuh hingga Kebangkitan Kolektif

Kampung Mrican yang terletak di pinggiran Kalurahan Caturtunggal dahulu dikenal kumuh, kerap dilanda banjir hingga sulit diakses kendaraan

byGalih Priatmojo
Mei 13, 2025
in headline, Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kawasan Terbuka Hijau yang terletak di Kampung Mrican yang dulu identik dengan banjir dan kumuh

Kawasan Terbuka Hijau yang terletak di Kampung Mrican yang dulu identik dengan banjir dan kumuh. [populi.id/Olyvia Cahaya Sari]

0
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Wajah Kampung Mrican di Kalurahan Caturtunggal, Condong Catur, Kabupaten Sleman yang selama ini dikenal kumuh, sekarang berganti rupa setelah dilakukan penataan mulai 2023 lalu.

Warga yang sebelumnya hidup berdampingan dengan banjir, lingkungan padat, sampah, dan akses terbatas kini merasakan hidup yang lebih tertata dan sehat.

BERITA MENARIK LAINNYA

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

“Sebelumnya rumah saya berbatasan langsung dengan sungai. Kalau hujan deras, air langsung masuk rumah. Sekarang sudah jauh lebih aman,” ujar Sigit (41), warga RW 20, yang mengaku lega setelah penataan mengatur jarak antara rumah dan bibir sungai.

Sigit mengaku, setiap kali pertanda hujan mulai terlihat, warga Mrican akan bersiap-siap menyelamatkan barang berharganya.

“Kalau mendung sudah terlihat dari utara, pasti kami sudah siap-siap. Karena banjir itu paling rendah se-dengkul orang dewasa, kalau semalaman bisa sampai se-dada,” tambahnya.

Mrican dulunya dikenal sebagai kawasan padat yang minim sanitasi dan langganan banjir. Sungai dangkal, jalan sempit, dan rumah yang berdempetan membuat kawasan tersebut rawan bencana serta sulit diakses kendaraan.

Sebagian besar warga masih menggunakan sumur manual yang ditimba untuk kebutuhan air bersih.

Namun, sejak intervensi infrastruktur dilakukan oleh pemerintah, wajah kampung berubah. Sungai dinormalisasi, permukiman ditata ulang, serta jalan kampung diperlebar.

Kampung Mrican kini memiliki ruang terbuka hijau kecil, jalur pejalan kaki, dan aliran air yang lebih lancar.

“Dulu anak-anak sering sakit karena lingkungan becek dan lembap. Sekarang lebih bersih, jalannya rapi, dan kami sudah pakai pompa air,” kata Niken (35), ibu rumah tangga yang ikut aktif merawat taman warga.

Penataan tersebut tak hanya soal infrastruktur, tetapi juga partisipasi warga. Gotong royong dijalankan secara berkala untuk menjaga kebersihan dan merawat hasil pembangunan.

“Tugas kami kan tinggal menjaga ya, karena ini sudah diperbaiki, sudah ditata, jadi kami tinggal merawat. Makanya ini rutin sekali diadakan kerja bakti,” katanya.

Sementara itu, Sumi yang merupakan istri Ketua RW setempat menegaskan bahwa perubahan Kampung Mrican membangkitkan semangat warga.

“Kami bersyukur ada perhatian dari pemerintah. Tapi kami juga sadar, menjaga kampung ini tanggung jawab bersama. Harapan kami, Mrican ke depan makin tertib dan warganya makin sejahtera,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kini warga tak perlu khawatir lagi jika hujan lebat turun karena aliran air di sungai telah ditata dengan lebih baik.

Tak hanya itu, ia berharap pemerintah melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dapat membuat kawasan Mrican lebih berwarna dan layak huni.

Data dari Bappeda Sleman menyebutkan bahwa Mrican termasuk dalam daftar prioritas penataan sejak 2022 karena tingkat kerentanan banjir yang tinggi. Setelah penataan, laporan pengaduan soal banjir turun hingga 78 persen sepanjang 2024.

Warga berharap program penataan berlanjut, bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hidup—mulai dari akses air bersih, lingkungan sehat, hingga ruang sosial yang mendukung kesejahteraan.

Tags: banjirCaturtunggalgotong royongKampung MricankumuhpenataanSleman

Related Posts

Bupati Sleman Harda Kiswaya

Bupati Sleman Siap Temui Kemendikdasmen, Cari Solusi Keluarkan 4.278 Anak dari Status Tak Sekolah

Agustus 5, 2026
Bupati Sleman Harda Kiswaya

Tanggapi Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman: Yang Saya Cari Amal Jariyah

Agustus 5, 2026
Anggota medis melakukan evakuasi jenazah pria lanjit usia yang tertemper di Timur Fly Over Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Minggu (3/8/2026). (Polresta Sleman)

Lansia Pencari Rongsok Tewas Tertemper Kereta Api di Janti, KAI Ingatkan Hal Ini

Agustus 3, 2026
Anggota medis melakukan evakuasi jenazah pria lanjit usia yang tertemper di Timur Fly Over Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY, Minggu (3/8/2026). (Polresta Sleman)

Lansia Tewas Tertemper KA Bengawan di Timur Fly Over Janti Sleman

Agustus 3, 2026
Polisi melakukan penyelidikan kekerasan jalanan di Jalan Laksda Adi Sucipto, Maguwoharjo, Sleman, DIY, Minggu (2/8/2026). (Polresta Sleman)

Pelajar Asal Tangerang Selatan Jadi Korban Tembakan Air Softgun di Sleman

Agustus 3, 2026
Petugas medis memasukkan jenazah pria asal Kraton Yogyakarta diduga usai mengikuti aksi di Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Kamis (30/7/2026). (Polresta Sleman)

Pria Asal Kraton Yogyakarta Meninggal Mendadak di Depok Usai Ikut Demo di Dishub DIY

Juli 31, 2026
Next Post
Prosesi pemakaman Kolonel Cpl Antonius Hermawan satu diantara anggota TNI yang gugur dalam insiden amunisi meledak di Garut, Jawa Barat dimakamkan di Sleman, Selasa (13/5/2025). [populi.id/Olyvia Cahaya Sari]

Kisah Kolonel Cpl Antonius Gugur dalam Insiden Ledakan di Garut, Telepon Duka di Hari Ulang Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.