POPULI.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, pada Kamis (4/6/2026). Silmy ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa pemerasan atau suap terkait pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA), khususnya Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).
Mantan Direktur Utama Krakatau Steel ini terlihat keluar dari Gedung Merah Putih KPK dengan mengenakan rompi tahanan oranye setelah menjalani pemeriksaan intensif sejak menyerahkan diri pada Rabu (3/6/2026) malam. Penahanan ini merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Setelah sempat dicari oleh penyidik pasca OTT di Imigrasi Jakarta Barat, Silmy Karim akhirnya mendatangi KPK menjelang tengah malam pada Rabu (3/6/2026). Pada Kamis pagi, ia resmi ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. KPK menduga terdapat aliran dana pemerasan yang diterima Silmy sejak ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi hingga menduduki posisi Wakil Menteri.
Berikut adalah rekam jejak perjalanan karier Silmy Karim, dari industri pertahanan hingga berakhir di tahanan KPK:
1. Awal Karier di Sektor Pertahanan dan Militer
Silmy Karim memulai langkah profesionalnya dengan kedekatan yang erat di sektor pertahanan. Ia merupakan anggota Tim Nasional Pengalihan Aktivitas Bisnis TNI pada 2008-2009. Kariernya di bidang ini makin kuat saat ia menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat di Kementerian Pertahanan dan menjadi orang dekat Sjafrie Sjamsoeddin. Ia juga tercatat pernah mengenyam pendidikan militer di NATO School Jerman dan Naval Postgraduate School Amerika Serikat.
2. Direktur Utama PT Pindad: Memperkuat Alutsista
Pada tahun 2014, Silmy dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PT Pindad. Di bawah kepemimpinannya, ia mendorong penguatan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan memperluas jangkauan pasar produk dalam negeri. Keberhasilannya di Pindad menjadi batu loncatan baginya untuk dipercaya memimpin perusahaan-perusahaan pelat merah lainnya yang sedang mengalami masalah finansial.
3. Julukan “Spesialis BUMN Sakit” dan Insiden di DPR
Nama Silmy makin melambung saat ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel pada 2018. Ia dijuluki sebagai “spesialis BUMN sakit” karena berhasil membawa perusahaan baja tersebut mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,05 triliun pada Oktober 2021 setelah merugi selama delapan tahun berturut-turut. Namun, masa jabatannya di Krakatau Steel juga diwarnai insiden saat ia diusir dari rapat Komisi VII DPR RI karena dianggap tidak menghormati teknis persidangan.
4. Hijrah ke Birokrasi: Modernisasi Imigrasi yang Berujung Masalah
Pada Januari 2023, Silmy meninggalkan dunia korporasi untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi. Di sana, ia membawa napas korporasi ke birokrasi dengan mendorong digitalisasi layanan, seperti visa elektronik dan penggunaan autogate di bandara. Namun, kebijakan dan sistem yang ia bangun justru kini menjadi ladang pengusutan KPK.
Lembaga anti rasuah itu menduga ada praktik pemerasan dan suap dalam pengurusan izin tinggal WNA yang terjadi sejak ia menjabat sebagai Dirjen hingga kemudian diangkat menjadi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan pada Oktober 2024.




![Bupati Bekasi (tengah) bersama perangkat desa dan pihak swasta ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek di lingkungan Pemkab Bekasi oleh KPK. Mereka sebelumnya terjaring OTT. [Dok KPK]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/Bupati-Bekasi-jadi-tersangka-KPK-120x86.png)





![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

