BANTUL, POPULI.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin melemah dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, nilai tukar rupiah terhadap mata uang negeri Paman Sam itu sempat menembus level psikologis Rp18.047 sampai Rp18.070 per dolar AS, menjadikan yang terendah sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Kondisi tersebut mendapatkan perhatian dari Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. Meski latar belakangnya bukan seorang ekonom, namun Mahfud MD mengaku ikut merasakan arus keluhan masyarakat.
“Saya merasakan keluhan masyarakat saja. Di mana-mana masyarakat malu dan ada kecemasan. Tapi saya bukan seorang ekonom, jadi saya tidak terlalu mendalami apa yang sebenarnya terjadi, apakah betul-betul mencemaskan atau biasa-biasa saja,” kata Mahfud MD kepada Populi.id saat ditemui di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (6/6/2026).
Mahfud menyoroti adanya perbedaan pandangan yang kontras antara klaim pemerintah dan analisis pasar di luar pemerintah terhadap situasi ekonomi nasional. Dia menyebut, pemerintah bersikap optimis dan menyatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dalam kondisi baik.
Namun di sisi lain, para pengamat, ilmuwan, dan pelaku bisnis justru merasakan kekhawatiran dan kecemasan yang sangat serius.
Mahfud pun enggan menilai analisis mana yang paling akurat, sebab bukan seorang ekonom. Kendati demikian, dia meminta pemerintah untuk segera menjawab kecemasan masyarakat tersebut dengan tindakan nyata.
“Pemerintah (seharusnya) bisa menyelesaikan inilah. Kalau memang optimis, tunjukkan atau bangun situasi agar masyarakat percaya bahwa tidak perlu pesimis,” ujarnya.
Disinggung terkait arah kebijakan politik ekonomi ke depan, Mahfud menyebut hal itu adalah pilihan dan keputusan Presiden Prabowo Subianto. Dia menekkankan bahwa kapasitasnya sebagai rakyat hanya merasakan gejala atau dampak dari kebijakan yang diambil.
“Kalau kebijakan politis itu kan pilihan Presiden ya, itu terserah saja. Kalau rakyat seperti kita ini kan melihat gejalanya saja, yakni gejala di masyarakat yang ditimbulkan oleh kebijakan itu apa,” jelasnya.
“Saya melihat kecemasan dalam masyarakat. Tapi saya juga tidak harus percaya bahwa kecemasan itu memang beralasan. Karena pemerintah juga merasa tidak ada apa-apa, merasa fundamental ekonomi kuat. Ya silakan saja, yang penting jaga saja Indonesia ini. Gitu aja,” tutup dia. (populi.id/Dewi Rukmini)









![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

